SINGOJURUH, Jawa Pos Radar Genteng – Pasar Wit-witan di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh sejak pandemi tutup. Meski sempat buka, tapi akhirnya tutup total setelah Covid-19 semakin merajalela. Para pedagang, kini banyak yang keleleran karena kehilangan pendapatan.
Pasar Wit-witan ini sempat menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi warga. Para pedagang, bisa meraup keuntungan sampai jutaan rupiah per minggu. “Dulu ramai sekali,” cetus salah satu pedagang di Pasar Wit-witan, Desa Alasmalang, Diana Nurbaiti, 44.
Saat pasar itu buka, Diana yang asli warga Desa Alasmalang, ini mengaku jualan nasi pecelnya ramai. Sekali buka, bisa menghabiskan 13 kilogram beras. Ada 200 pepes oling juga ludes. “Pasar ini buka setiap Minggu, yang datang ramai,” katanya.
Dengan ramainya pelanggan itu, Diana menyampaikan sekali buka pendapatannya mencapai Rp 4 juta. Selama masa pandemi ini, pendapatannya itu melayang. “Sekarang saya pindah di pinggir jalan depan pasar, sehari pendapatan hanya Rp 50 ribu,” ungkapnya.
Ramainya jualan di Pasar Wit-witan, Diana sampai minta pada suaminya yang bekerja di Bali untuk pulang dan membantu jualan. “Karena Pasar Wit-witan ini tutup, sekarang suami saya jadi pengangguran,” ujarnya.
Diana berharap, Pasar Wit-witan yang mulai buka pada 2019 lalu itu bisa segera buka kembali. Sehingga, para pedagang bisa kembali buka lagi. “Modal banyak untuk jualan, kebanyakan hutang dan belum lunas,” cetusnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono