RadarBanyuwangi.id - Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudera mengaku sudah mendapat informasi terkait munculnya mata air laut berwarna merah di Pantai Grajagan, Desa GRajagan, Kecamatan Purwoharjo itu.
Menurut Suryono, itu sebenarnya biasa dan bukan fenomena yang luar biasa. Diduga, munculnya air merah itu di pantai yang digali itu karena ada alga atau plankton yang mati, sehingga terjadi fenomena red tide. “Fenomena red tide itu biasa terjadi saat perubahan musim, itu disebabkan perbedaan suhu di dasar dan permukaan laut,” katanya.
Fenomena semacam itu, terang dia, wajar terjadi. Salah satunya karena perubahan musim, dan menyebabkan plankton mati. Dan itu, terjadi karena upwelling, yakni ada arus vertikal dari dasar laut menuju permukaan karena perbedaan suhu. “Perubahan musim, plankton mati,” terangnya.
Fenomena red tide, jelas dia, itu sangat berbahaya bagi ekosistem biota laut. Sebab, fenomena tersebut biasanya mengeluarkan zat ammonia yang mengakibatkan ikan-ikan di sekitarnya akan mati. “Kita sudah cek ke lokasi, tapi sumber air itu sudah tidak ada,” ujarnya.
Ia khawatir di sekitar titik yang mengeluarkan air berwarna merah itu, mengeluarkan ammonia. Dan itu, bisa menjadi racun bagi biota yang ada di lingkungan tersebut. “Ini masih kita periksa,” pungkasnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin