GENTENG - Pandemi yang berlarut- larut, ternyata cukup buruk bagi dunia Pariwisata. Wahana wisata Atlanta di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng dikabarkan bangkrut dan kini akan dijual.
Dari Penelusuran Jawa Pos Radar Genteng, di lokasi wisata yang pernah menjadi jujugan warga dalam menghabiskan masa libur itu setiap hari tutup. Kesan lama tidak diperhatikan, sangat jelas terlihat. Bahkan, loket penjualan tiket ditutupi papan tutup. Tapi, lokasi itu tampak masih cukup bersih. “Sejak ada pandemi, Atlanta ditutup dan belum buka,” terang Sukarno, 70, warga yang tinggal di depan wisata Atlanta.
Sukarno menyebut, lokasi wisata yang pernah ramai itu kini akan dijual oleh pemiliknya. Beberapa kali ada orang yang datang untuk melihat dan menawar. “Memang dijual, kemarin ada orang ke sini mau melihat,” terangnya.
Meski lokasi wisata Atlanta itu tutup, tapi masih dirawat dengan baik. Setiap hari, istrinya yang bertugas membersihkan. “Kalau malam, saya yang diberi tugas menjaga wisata Atlanta itu,” cetusnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Manajer wisata Atlanta, Yoyok membenarkan mengenai rencana penjualanlokasi wisata itu. Lokasi wisata seluas hampir tiga hektar itu kini dilepas dengan harga Rp 12 miliar. Dia memastikan seluruh kelengkapan administrasi persyaratan dan perizinan masih terpenuhi. “Perizinan kita lengkap dan masih hidup,”terangnya.
Yoyok menegaskan penjualan ini bukan disebabkan ada masalah yang berkaitan dengan hukum. Tapi, murni karena masalah bisnis saja. “Selama ada Covid-19 kita tutup, jadi masalahnya pandemi,” terangnya.
Sementara itu, sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Choliqul Ridho mengaku baru mendengar terkait rencana penjualan Atlanta. Hanya saja, saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev), kondisi Atlanta sudah ada yang rusak. “Kapan hari saya monev, Atlanta tidak buka, sudah rusak,” jelasnya.(sli/abi)
Editor : Ali Sodiqin