JawaPos.com – Para petani yang menanam papaya, kini bisa tersenyum. Setelah harganya sempat anjlok di awal 2021 yang hanya laku terjual Rp 400 per kilogram di awal 2021, kini mulai terkerek. Saat ini, harga papaya jenis kalifornia telah sampai Rp 1.000 per kilogram.
Saat harga pepaya kalifornia anjlok Rp 400 per kilogram, banyak petani membabati tanaman pepaya miliknya. Mereka melakukan itu karena merasa rugi dan tidak dapat menutupi biaya operasional. “Saya beralih menanam cabai ketimbang menanam pepaya,” ujar Harifudin, 48, salah satu petani asal Dusun Krajan, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring.
Ia menyebut biaya operasional penanaman pepaya tidak sebanding dengan hasil panen yang didapatkan. Pada pertengahan November 2020, harga pepaya kalifornia sempat bertengger diharga Rp 3.500 per kilogram. Gara-gara panen raya dan musim buah manga, harga pepaya mengalami penurunan hingga Rp 400 per kilogram. “Para pembeli lebih memilih buah mangga dari pada pepaya,” terangnya.
Petani dapat menutupi biaya operasional dan mendapatkan keuntungan jika harga jual pepaya di atas Rp 1.500 per kilogram. Ia menyebut, saat ini harga pepaya masih di bawah standar dan belum terlau menguntungkan bagi petani. “Kalau harga pepaya di atas Rp 1500 per kilogram, saya akan menanam pepaya lagi,” katanya.
Salah satu pengepul buah papaya Agus Fitriani, 50, asal Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng menjelaskan saat ini harga pepaya sudah mulai naik lagi. Sebab, banyak permintaan, terutama di Bali. “Pasar di Bali itu sebelumnya tidak menerima buah pepaya karena banyak hotel dan restoran tutup,” cetusnya.
Agus memprediksi harga pepaya akan kembali normal hingga di atas Rp 1.500 per kilogram. Sebab, permintaan buah pepaya di Bali cukup tinggi. Selaian itu, musim buah mangga juga sudah mulai berkurang. “Kalau sudah musim buah mangga, semua harga buah pasti anjlok dan nyaris tidak laku,” pungkasnya.(kri/abi)