Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sudah Ditutup Ngeyel Tetap Ngeruk

Rahman Bayu Saksono • Jumat, 11 Mei 2018 | 01:30 WIB
sudah-ditutup-ngeyel-tetap-ngeruk
sudah-ditutup-ngeyel-tetap-ngeruk


SRONO - Aktiftas tambang galian C yang diduga ilegal di Dusun Kebalenan, Desa Wono­sobo, Kecamatan Srono, makin marak. Di daerah itu, ada dua lokasi tambang yang beroperasi. Setiap hari, puluhan dump truck berseliweran untuk mengangkut tanah uruk.



Warga sekitar mengeluhkan pe­nambangan itu karena ber­dampak buruk bagi lingkungan. Akibat tambang itu, warga sekitar mengeluh gatal-gatal dan batuk akibat debu jalanan. “Tidak ada un­tungnya bagi masyarakat se­kitar (adanya tambang). Intinya me­rusak, sekalipun ada perjan­jian penutupan kembali, saya rasa mustahil kembali seperti semula,” ujar Mulyanto, 48, warga Dusun Kebalenan, Desa Wo­no­sobo.



Mulyanto menyampaikan lokasi tambang galian C itu sebenarnya sempat ditutup oleh kepolisian. Tapi beberapa pekan, kembali beroperasi. “Padahal sudah di­tutup oleh polisi dan diberi police line, tapi pemilik tambang masih ngotot melakukan pengerukan,” ungkapnya.



Sementara itu, Sekertaris Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Subroto mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pemilik tambang supaya meleng­kapi izin ke provinsi. Namun, su­rat imbauan tersebut tidak di­tanggapi. “Kami hanya bisa memberi surat imbauan saja. Selebihnya bukan ranah desa, karena terkait pengelolaan tam­bang itu peraturannya masuk pro­vinsi,” ungkapnya.



Editor : Rahman Bayu Saksono
#galian c #srono