Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cacing Bermanfaat Sembuhkan Penyakit

AF Ichsan Rasyid • Selasa, 23 Januari 2018 | 11:00 WIB
cacing-bermanfaat-sembuhkan-penyakit
cacing-bermanfaat-sembuhkan-penyakit



TEGALDLIMO-Budidaya cacing tanah (Lubricus rubellus) sebagai media alternatif pengurai limbah organik, kini mulai marak, dan itu menjadi usaha yang cukup menjanjikan warga di Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin (21/1).


Salah satu pembudidaya cacing, Mudlofar, 30, mengatakan potensi budidaya cacing tanah cukup besar. Untuk menekuni usaha ini tidak butuh modal besar dan lahan lebar, tapi hasilnya menjanjikan. “Sangat mudah dilakukan,” katanya.


Pengembangbiakan cacing tanah itu, terang dia, sangat mudah. Sebab, perkembangan cacing cukup cepat dan tidak perlu melakukan proses perkawinan. Untuk suplai makan dan perawatannya, juga tergolong sangat mudah dibanding budidaya lainnya. “Untuk makanan cukup memanfaatkan sampah organik yang sudah busuk,” ujar lelaki yang tinggal di Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo itu.


Mudlofar mengisahkan awal mengembangkan budidaya cacing itu saat bepergian ke Bangkalan, Madura, pada Desember 2016. Selanjutnya, ilmu budidaya cacing itu disebarkan kepada saudaranya di Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo. Untuk awal bibit cacing, diperoleh beli dari Malang seharga Rp 50 ribu per kilogram. Dari bibit itulah, kemudian dikembangkan dengan median limbah gergajian kayu yang telah membusuk. Dalam waktu satu bulan, satu kilogram bibit cacing bisa tumbuh dan berkembang menjadi dua kilogram. Di bulan berikutnya, akan bertambah dua kalilipat dengan menjadi empat kilogram. “Efektifnya masa panen pada bulan keempat,” katanya.


Untuk pemasaran hasil cacing tersebut, kata dia, sementara ini tidak terlalu repot. Pasalnya, sudah ada yang siap membeli langsung, dan selanjutnya akan dikirim ke Malang. “Untuk harga perkilonya Rp 30 ribu,” ujarnya.


Selama masa perawatan, masih kata dia, tidak banyak yang harus dilakukan. Hanya cukup menjaga suhu kelembapan kandang dan median, yakni pada suhu sekitar 25 derajat celcius. Jika median terlihat kering, perlu disiram dengan air menggunakan semprotan agar lebih merata. “Kering tidak baik, terlalu basah juga beresiko kematian pada cacing,” imbuhnya.


Tantangan terberat dalam budidaya cacing ini, lanjutnya, selain harus rutin menjaga suhu kandang, juga menjaga kandang dari serangan binatang pemangsa cacing, seperti ayam, tikus, dan semut. Sementara untuk pemberian pakan, cukup memanfaatkan limbah dan sampah organik seperti nasi busuk, daun-daunan, dan kompos. “Kandangnya harus rapat dan terjaga dari hewan pemangsa,” jelasnya.


Dia menjelaskan, manfaat lain cacing yang dibudidaya ini juga bisa dibuat obat alternatif  untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi, dan typus. “Saya sudah membuktikan,” terang Nur Kalam, 45, warga setempat.


Kalam mengaku telah mencoba untuk untuk penyembuhan penyakit typus yang diderita. Caranyapun cukup mudah, yakni dengan mencuci bersih satu ekor cacing, kemudian dicelupkan ke dalam gelas berisi air panas dalam waktu lima detik.


Air yang telah dicelupi cacing tanah itu, terang dia, kemudian diminum secara teratur. “Saya sudah membuktikan sendiri, penyakit typus langsung sembuh setelah minum celupan air cacing,” pungkas lelaki yang tinggal di Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo tersebut.(rio/abi)

Editor : AF Ichsan Rasyid