RadarBanyuwangi.id - Nasib tragis menimpa Umi Farida, 33, warga Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu. Cewek berkebutuhan khusus itu, meninggal dunia karena tertemper kereta api (KA) Blambangan Express jurusan Banyuwangi-Jakarta di Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu pada Senin (18/11) sore.
Perempuan malang itu meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka robek selebar 15 centimeter di dahi sebelah kanannya. “Tidak ada luka lain selain di kepalanya itu,” kata Kapolsek Sempu, AKP Nanang Wardhana.
Menurut Nanang, saat kejadian korban seorang perempuan difabel mulanya berjalan sendirian di utara rel KA dari arah timur. “Dari informasi keluarga dan tetangga, korban ini sering jalan-jalan di sekitar rel, kalau jalan sering tidak normal,” katanya.
Saat jalan-jalan di samping rel itu, jelas dia, korban melewati jalur berbahaya bagi pejalan kaki. Tragisnya, saat itu dari arah belakang meluncur KA Blambangan Express. “Korban tidak tahu dari arah belakang meluncur kereta api,” ujarnya.
Karena jarak korban dengan KA yang sangat dekat, jelas dia, korban tertemper sepur dan terpelanting. Perempuan malang itu meninggal di lokasi dengan luka di dahinya. “Korban tertemper kereta api dari belakang,” ungkapnya.
Sebelum diserempet gerbong kereta, jelas dia, korban sebenarnya sudah berusaha menghindar dengan melompat, tapi kepala bagian kanan tetap tertemper kepala lokomotif. “Dari jauh sudah diklakson oleh masinis, tapi korban ini tuna rungu, jadi kurang terdengar. Saat kereta sudah dekat, korban baru melompat ke kiri namun sudah telat,” tandasnya.
Saat tertemper kereta itu, masih kata dia, korban tergeletak di sekitar rel dan meninggal seketika. Warga yang mengetahui ada orang ditabrak sepur, langsung berdatangan. “Neneknya sempat datang, melihat cucunya mneinggal menangis dan pingsan,” ujarnya.
Korban yang sdah tidak bernyawa itu, selanjutnya dibawa ke RSUD Genteng untuk keperluan pemeriksaan petugas medis. “Korban dibawa ke rumah duka sekitar pukul 19.00 dan dimakamkan,” katanya seraya menyebut keluarga korban kurang mampu dan akan mengupayakan untuk mendapatkan santunan.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi