TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng – Nasib tragis menimpa Ahmad Zaenuri, 20, warga Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Tegalsari. Pemuda itu tewas setelah menabrak Misdi, kakek 70 tahun asal Dusun Tugurejo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari.
Zaenuri yang mengendarai motor Honda Tiger dengan nomor polisi DK 5645 UW, itu menabrak korban yang naik sepeda jengki dengan tobos berisi sayur pakis di jalan raya Dusun/Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Saat kejadian, kakek itu baru pulang dari jualan di pasar, Rabu (15/11) sekitar pukul 07.30.
Akibat kecelakaan itu, Zaenuri yang mengalami luka serius di kepala dan wajahnya meninggal saat sampai di RS Al Huda, Gambiran. Sedang Misdi luka parah di bagian kepala dan kondisinya tidak sadar. “Keduanya dibawa ke Al Huda, satu meninggal sedang satunya tidak sadar,” kata Kanit Lantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana.
Menurut Nanang, kecelakaan itu bermula saat Zaenuri yang naik motor Honda Tiger akan berangkat bekerja di bengkel motor yang ada di Desa/Kecamatan Gambiran. “Zaenuri ini melaju kencang dari arah selatan,” ujarnya saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.
Sedang Misdi yang membawa sepeda pancal sambil membawa tobos berisi sayuran, melaju dari arah utara. Sesampai di lokasi kejadian dengan jalan simpang tiga, kakek ini akan belok ke arah kanan. “Saat akan belok ke kanan itu ditabrak oleh Zaenuri,” cetusnya.
Akibat tabrakan yang keras itu, lanjut dia, kedua korban terlempar hingga 12 meter dari lokasi kejadian. Malahan, helm yang dipakai Zaenuri sampai terbelah menjadi dua. “Tabraknannya sangat keras, kemungkinan pemotor melaju dengan kecepatan tinggi,” ucapnya.
Setelah tabrakan itu, kedua korban oleh warga ditolong dengan dibawa ke RS Al Huda dengan dinaikkan mobil pikap. “Sampai rumah sakit Zaenuri meninggal, kami juga langsung ke TKP untuk mengamankan BB (barang bukti) yang dititipkan di rumah warga,” ujarnya.
Salah satu saksi Sofi Nurindasari, 32, mengungkapkan saat kedua korban akan dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil pikap, salah satu korban Zaenuri sudah kesulitan bernapas. “Mungkin di perjalanan sudah tidak ada (meninggal), saat mau dibawa pikap sudah sesak,” ucapnya.
Sofi menyebut, suara tabrakan itu sangat keras hingga membuatnya kaget. “Saya sedang bersih-bersih rumah, mendengar suara tabrakan langsung lari keluar,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi