Air merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Air menjadi salah satu kebutuhan utama bagi manusia dan menjadi prasyarat untuk mengukur kualitas hidup manusia. Mulai dari memenuhi kebutuhan minum, mandi, memasak, mencuci, dan lain sebagainya.
Ketersediaan air bersih di sebuah kawasan sangatlah penting guna memenuhi kualitas hidup yang sehat itu sendiri. Untuk bisa mencapai rumah penduduk, kadang air tersebut dialirkan lewat pipa ledeng.
Direktur PUDAM Banyuwangi Widodo Waluyo mengatakan, air di sekitar wilayah Kalipuro sudah bisa dikonsumsi langsung sejak tahun 2020 lalu. PUDAM telah mendapatkan hibah air minum berbasis kinerja dari Kementerian PUPR dan KIAT.
Teknologi dari bantuan tersebut kemudian digunakan untuk menyiapkan instalasi air dari sumber air Gedor II untuk mengalirkan air yang layak diminum. ”Kami menyebutnya zona siap minum. Sementara masih di wilayah Kalipuro,” kata Widodo.
Untuk memastikan kondisi air tetap layak minum, setiap bulan ada pemeriksaan dari PUDAM. Tiga bulan sekali pihaknya mengajak Dinas Kesehatan untuk memeriksa kondisi air. Karena itu, Widodo memastikan kondisi air tetap baik. Selama air berada di dalam jaringan pipa, dia menjamin air akan tetap layak minum.
Salah satu risiko tercemarnya air yakni ketika terjadi kebocoran pipa. Begitu ada kasus kebocoran pipa, pihaknya berupaya mereparasi agar tidak ada organisme yang mengontaminasi air. ”Selama masih di dalam pipa, kualitas air tetap terjaga. Tidak ada masalah, meskipun pipa lama. Selama ini banyak yang mengira ketika pipanya lama, kualitas air buruk,” kata Widodo.
Direktur Bidang Teknik PUDAM Banyuwangi Waris Paksono menambahkan, secara umum semua mata air di Banyuwangi memiliki kualitas air yang cukup bagus. Jika melihat kualitas tersebut, semua air dari sumber-sumber air yang dikelola PUDAM layak untuk dikonsumsi langsung. Namun, tetap perlu dilakukan pengawasan seperti di jaringan Kalipuro.
Di Kalipuro ada beberapa alat yang dipasang di instalasi seperti meter induk, logger, dan pressure logger untuk memastikan tekanan air yang dialirkan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, ada juga parameter kimia untuk memastikan air bisa dikonsumsi langsung. ”Sementara yang aman dikonsumsi langsung di jaringan Kalipuro. Yang lain sebenarnya aman, tapi belum sesuai standardisasi,” kata Widodo. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud