Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puluhan Kali Jumpai Hiu Sirip Putih dan Hitam

Rahman Bayu Saksono • Senin, 8 Agustus 2022 | 20:00 WIB
19 TAHUN SILAM: Ikan paus kandas di Pantai Watudodol, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, 27 April 2003 lalu. (Bayu Saksono/Radar Banyuwangi)
19 TAHUN SILAM: Ikan paus kandas di Pantai Watudodol, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, 27 April 2003 lalu. (Bayu Saksono/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Selama ini hiu selalu identik dengan penggambaran hewan air ganas. Hiu dikenal biasa berburu dengan memanfaatkan rahang dan rangkaian giginya yang tajam untuk mencabik mangsa, bahkan berbahaya bagi manusia.

Keberadaan ikan hiu dan paus di Banyuwangi kerap ditemui di Selat Bali. Bahkan, tidak jarang nelayan juga mendapatkan ikan hasil tangkapan jenis hiu dan paus. Hanya saja yang terperangkap jaring nelayan kebanyakan hiu dan paus yang masih berukuran kecil. Rata-rata Panjang tubuhnya mulai 30 sentimeter sampai 1 meter.

”Ikan jenis hiu yang sementara ini ditemukan nelayan yakni ikan hiu sirip hitam dan sirip putih. Dua ikan jenis ini sering tersangkut jaring nelayan dan terkena pancing nelayan,” ujar Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bhakti Ikhwan Arief.

Photo
Photo
TONTONAN: Warga menyaksikan proses evakuasi bangkai paus di Pantai Ketapang Indah.(Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Ikan hiu sirip hitam dan putih ini, kata Ikhwan, jika terkena jaring nelayan maka akan merobek jaring. Karena masih kecil, sementara ini keberadaannya tidak membahayakan manusia. ”Kalau ikan hiu dan paus sedang bermigrasi menjadi tontonan menarik bagi wisatawan,” katanya.

Hiu dan paus yang melintas di Selat Bali kerap menampakkan bagian sirip atas sembari menyemburkan air dari atas punggung. Terkadang juga mengepakkan bagian ekornya.

Hal senada juga diungkapkan Sujarno, Ketua kelompok Nelayan Pantai Warudoyong, Kelurahan Bulusan. Selama 30 tahun menjadi nelayan di Selat Bali, dia sudah belasan kali menjumpai adanya ikan hiu dan paus. Mulai yang bersirip hitam dan putih, hingga hiu tutul. ”Kalau melihat sering, kalau terdampar sudah ada 16 kali saya lihat di Selat Bali. Tapi untuk ikan paus jenis sperma ini yang paling besar yang saya saksikan,” terangnya.

Beberapa jenis hiu dan paus yang dilihat di Selat Bali sementara ini masih belum ada yang menyerang manusia dan berbahaya secara langsung. ”Sementara ini meski sering ditemui tidak sampai membahayakan keselamatan atau berakibat fatal pada nelayan atau manusia,” tandas Sujarno. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#paus #Ikan Raksasa #hiu #selat bali #banyuwangi