Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bedug Terbesar di Banyuwangi; Panjang Tiga Meter, Diameter 2,1 Meter

Ali Sodiqin • Senin, 16 Agustus 2021 | 20:35 WIB
bedug-terbesar-di-banyuwangi-panjang-tiga-meter-diameter-21-meter
bedug-terbesar-di-banyuwangi-panjang-tiga-meter-diameter-21-meter


RadarBanyuwangi.id – Masjid Piring dalam kompleks Pondok Pesantren Darul Manan, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, ini termasuk unik. Selain memiliki ratusan piring sebagai interior penghias masjid, di dalam masjid itu ada bedug yang diklaim terbesar di Banyuwangi.



Dulu bedug menjadi media penting dalam syiar Islam. Selain sebagai penanda masuknya waktu salat, bedug juga digunakan untuk mengumpulkan masyarakat sekitar, jika ada pertemuan-pertemuan tertentu. Tak hanya itu, bedug juga menjadi ciri khas masjid di Indonesia.



Hampir setiap masjid agung, hingga kini memiliki bedug, meski sudah ada speaker (pengeras suara). Di Kabupaten Banyuwangi, ada salah satu masjid yang unik, dengan memiliki bedug ukuran sangat besar. Bedug itu berdiameter 210 centimeter dengan panjang tiga meter dan berat tujuh kuintal. Bedug itu di Masjid Piring, Desa Ringintelu, Kecamatan Bamgorejo. Itu diklaim sebagai bedug terbesar di Banyuwangi.



Bedug yang dijadikan ikonik itu, ditempatkan di sudut masjid yang berada di komplek Pondok Pesantren Darul Manan. Suara bedug itu, sangat nyaring saat ditabuh. Suaranya menggema hingga dapat terdengar sejauh 200 meter. “Bedug itu baru dibuat pada Ramadan lalu,” cetus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Manan, KH Mansyur Manan.



Ide pembuatan bedug raksasa itu sebenarnya sudah lama. Karena persoalan teknis, baru tahun ini bisa dibuat. Selain berguna untuk menandakan waktu salat, bedug raksasa itu juga dapat menarik perhatian banyak orang. “Bedug ini berukuran sangat besar, dan ini bedug terbesar di Banyuwangi,” klaimnya.



Karena ukurannya yang besar, kulit yang digunakan untuk menutup kedua lubang bedug terbuat dari kulit sapi dengan berat satu ton. Selain itu, jumlah paku kayu yang menahan kulit pada bedug di bagian depan dan belakang mencapai 120 buah. Kayu yang digunakan untuk bedug, itu kayu jati asli yang sudah tua. “Kualitas bahan bedug itu benar-benar bagus,” katanya.



Kiai Mansyur menyebut bedug itu khusus dipesan dari Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pembuatannya, memakan waktu sekitar dua bulan. Untuk proses pengangkatan dan penurunan dari kendaraan, dibutuhkan tenaga manusia sebanyak 15 orang dewasa. “Biaya pembuatan sekaligus pengiriman sekitar Rp 25 juta,” terangnya.



Ia berharap bedug itu dapat membuat nama Kabupaten Banyuwangi lebih dikenal. Selama ini, bedug terbesar di Indonesia dengan diameter 194 centimeter panjang 292 centimeter, berada di Masjid Agung Darul Muttaqin, di sebelah barat alun-alun Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. “Kalau berdasarkan ukuran, bedug di Masjid Piring sedikit lebih besar,” cetusnya.



Keberadaan bedug raksasa di Masjid Piring ini, menambah kesan unik dan ikonik. Masjid Piring dan bedug raksasa, bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kecamatan Bangorejo. Beberapa orang sempat datang dan swafoto dengan bedug raksasa tersebut. “Saya ingin bedug raksasa ini menjadi bagian sejarah, dan dapat dikenal oleh semua orang,” cetusnya. (kri/abi)


Editor : Ali Sodiqin