Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hidupkan Kenangan Lama, Poster Jadul Antik Terpasang di Waroeng Mangoet Banyuwangi: Koleksi Iklan Sejak Usia 10 Tahun

Ayu Lestari • Kamis, 2 Mei 2024 | 17:36 WIB

RESEP AWET MUDA: Rasmiati mengoleksi poster lawas mulai usia 10 tahun. Poster tersebut menghiasi dinding warungnya di Jalan Surati, Banyuwangi.
RESEP AWET MUDA: Rasmiati mengoleksi poster lawas mulai usia 10 tahun. Poster tersebut menghiasi dinding warungnya di Jalan Surati, Banyuwangi.

Radarbanyuwangi.id - Cara Rasmiati mengabadikan hobinya dengan memajang iklan jadul era tahun 70-an patut diapresiasi. Di usianya yang menginjak 72 tahun, pemilik Waroeng Mangoet yang beralamat di Jalan Surati ini masih hobi mengoleksi iklan-iklan tempo dulu.   

Warung berdinding tembok itu penuh dengan tempelan iklan jaman dulu alias jadul. Berbagai macam koleksi iklan terpajang di dinding bercat putih. Mulai iklan sepeda motor, susu kental manis, hingga bir lawas menghiasi dinding warung makan tersebut.

Tidak semua orang telaten merawat hobi unik hingga berpuluh-puluh tahun. Namun, lain halnya dengan Rasmiati. Perempuan pemilik

”Waroeng Mangoet” tersebut hingga kini masih menjaga hobi lawasnya, yakni memajang poster iklan lawas mulai tahun 70-an.

Rasmiati mengaku, pajangan iklan-iklan jadul tersebut semata untuk menghidupkan kenangan lamanya di masa anak-anak.

Menurutnya, puluhan kertas berwarna yang terpajang di tembok warna putih itu masih belum seberapa.

”Dulu lebih banyak lagi tumpukan kertas iklan yang dikumpulkan untuk dijadikan koleksi. Saya mengumpulkan iklan mulai usia 10 tahun. Alasannya ya suka, unik dan warnanya bagus. Sekarang, tiap saya lihat iklan-iklan di tembok rasanya masih tetap awet muda,” ujar Rasmiati sambil tersenyum.

Perempuan asli Wongsorejo itu membuka bisnis kecil-kecilan yakni warung makan sejak Agustus 2023. Dengan idenya cukup eksentrik, dia memilih menghiasi tembok warung dengan iklan jadul agar lebih bernuansa tempo dulu.

”Sebenarnya biasa saja, mungkin malah tidak bagus. Saya suka mengoleksi iklan jadul karena sekarang sudah tidak ada lagi warna-warna poster iklan seperti ini. Ketika saya melihat poster-poster yang ditembok, saya juga bersyukur sampai sekarang masih terus sehat,” kata ibu tiga anak itu.

Sambil mendengarkan musik Oseng dengan tape audio lawas, Rasmiati  sesekali memandangi poster-poster lawas tersebut. Dia sangat menyayangkan hobi uniknya itu tidak ”nitis”  kepada ketiga anaknya.

Meski demikian, dia tetap senang dengan poster lama yang dipajangnya itu bisa menarik perhatian pengunjung yang datang ke warungnya.

”Anak saya yang pertama suka mengoleksi barang antik, kuningan dan sejenisnya. Tapi, tidak telaten. Pengunjung kalau datang ke sini suka lihat-lihat sambil membayangkan cerita jaman dulu. Kenangan masa lalu masih terasa, meski cuma dari poster,” papar Rasmiati.  

Selain di warung makan miliknya, poster iklan jaman lampau tersebut, sebagian juga tersimpan di rumahnya di Wongsorejo.

Berbagai iklan tempo dulu tetap disimpan dengan harapan nantinya  bisa dipajang untuk lebih menghidupkan suasana.

”Lukisan kecil juga ada. Bukan yang mahal-mahal, yang unik jaman dulu saya paling suka. Ini memang masih sedikit saya tempel karena copot terus. Saya senang kalau pengunjung juga senang lihat hiasan dinding seperti ini,” ungkap Rasmiati. (aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#Bir #warung makan #masa lalu #iklan #poster #10 tahun #mahal #sepeda motor #tempo dulu #susu kental manis #jadul #audio #hobi unik #lawas #Jaman #oseng #unik #tape