Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pohon Beringin di Pasar Hewan Rogojampi Jadi Tempat Bernaung Manusia dan Ternak

Dedy Jumhardiyanto • Minggu, 21 Januari 2024 | 15:30 WIB
TINGGI: Kawasan Pasar Hewan Rogojampi dengan latar belakang puncak pohon beringin yang menjulang tinggi.
TINGGI: Kawasan Pasar Hewan Rogojampi dengan latar belakang puncak pohon beringin yang menjulang tinggi.

RadarBanyuwangi.id – Pohon tua berukuran besar di wilayah Rogojampi, Banyuwangi, masih bisa ditemui di Pasar Hewan.

Tak hanya dipakai manusia berteduh, berkat pohon tersebut ternak pun ikut terlindungi dari sengatan panas sinar matahari.

Pohon beringin adalah salah satu tanaman yang memiliki makna simbolis yang mendalam.

Tanaman beringin dalam bahasa Jawa disebut dengan waringin.

Beringin menjadi simbol ketahanan dan keabadian. Keindahan serta peran penting pohon beringin dalam berbagai aspek kehidupan membuatnya menjadi salah satu pohon yang paling dihormati dan dikagumi di berbagai budaya.

Secara botani, tanaman beringin termasuk dalam keluarga Moraceae dan memiliki ciri khas dengan akar-akar gantung yang kuat yang tumbuh dari cabang-cabangnya.

Tanaman beringin dapat tumbuh menjadi sangat besar, dengan akar-akar yang menjalar dan mencapai tanah untuk memberikan dukungan yang kuat dan stabil.

Daunnya yang lebat memberikan naungan yang menyegarkan dan menawarkan perlindungan bagi makhluk hidup yang berada di bawahnya.

Akar-akar gantungnya yang menjalar dan mencapai tanah membentuk struktur yang kompleks dan kuat, memberikan perlindungan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Salah satu pohon beringin tua di Banyuwangi berada di Pasar Hewan Rogojampi.

Pohon tersebut diduga sudah berusia ratusan tahun, saking besarnya batang pohon dan lebatnya daun.

”Sejak tahun 1968 pohon ini sudah ada dan besar seperti ini,” ungkap Mulyono, salah seorang tukang potong rambut yang kerap mangkal di Pasar Hewan.

Pohon beringin memang kerap kali dikaitkan dengan mitos. Banyak yang menganggap bahwa pohon yang satu ini dihuni jin, genderuwo, dan semacamnya.

Namun, sejak menjadi tukang potong rambut di bawah pohon tersebut, dia mengaku tidak pernah ada masalah.

”Orang lebih senang karena teduh dan sejuk,” katanya.

Bahkan, kata Mulyono, setiap hari Rabu pasar tersebut selalu ramai dipenuhi pedagang hewan.

”Rata-rata para pedagang senang ada pohon beringin ini karena menambah kesejukan udara,” jelasnya

Bagaimana tidak teduh, pohon beringin tersebut sangat besar dan rindang.

Hal inilah yang dapat menjadikan dedaunan pohonnya yang rimbun ini bisa dijadikan kanopi untuk melindungi bagian bawah pohon.

Pohon yang menjadi lambang sila ketiga Pancasila ini juga dapat menyerap air lebih banyak.

Sebab, selain memiliki akar di dalam tanah, pohon ini juga memiliki akar gantung. Keunikan akar pohon beringin inilah yang memiliki manfaat.

Suasana teduh yang dihasilkan pohon ini tentu dapat berdampak pada hal lain.

Yaitu pohon dapat membuat lingkungan sekitarnya jadi lebih lembap.

”Tumbuh subur mungkin juga karena ada pupuk kompos alami dari kotoran hewan, jadi pohon dan daun rimbun dan teduh, serta selalu terawat dari tahun ke tahun,” pungkas Mulyono. (ddy/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#manusia #Peneduh #pasar rogojampi #hewan #pasar hewan #pohon #banyuwangi #pohon beringin #mitos