alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Army King, Ciptakan Iklim Geng Motor yang Sehat dan Terarah

BANYUWANGI – Sebuah komunitas sepeda motor belum lama ini terbentuk di Banyuwangi. Yang menarik, komunitas motor Yamaha RX King ini beranggota para personel TNI AD yang memiliki hobi berpetualang. Satpam hingga petani ikut bergabung di dalamnya.

Wajah-wajah garang berdiri di belakang deretan sepeda motor RX King siang itu. Tampangnya semakin sangar ketika disandingkan dengan kendaraan yang sedari dulu kerap digunakan sebagai properti para penjahat di film-film lawas Indonesia.

Namun, sosok yang berdiri itu bukan pelaku kriminalitas. Mereka justru aparat dari TNI AD di bawah naungan Kodim 0825 yang tergabung Army King Banyuwangi (AKB). Ada 29 anggota komunitas motor itu. Sebelas di antaranya adalah anggota TNI AD yang berasal dari Kodim dan beberapa Koramil di Banyuwangi. Sebelas orang itu kebetulan sama-sama memiliki motor RX King serta menyukai motor yang memiliki suara khas ketika digeber itu.

Ketua Komunitas AKB Serma Aang menceritakan, ide membentuk komunitas muncul saat dia kerap bertemu dengan sesama anggota TNI yang memiliki motor RX King. Lama-lama, secara alami para serdadu pemilik motor King itu kerap berkumpul, baik sekadar cangruk atau ngopi membahas kendaraan kesayangannya. Kemudian muncul ide untuk mencari anggota TNI lain yang memiliki motor RX King.

Baca Juga :  Bekerja Tiga Pekan Dapat Upah Rp 200 Ribu

Hingga akhirnya ide membentuk satu klub motor yang mewadahi komunitas King muncul. Beberapa nama anggota TNI lain yang sama-sama memiliki motor RX King akhirnya ikut bergabung bersama AKB. ”Penasihatnya Pelda Hariyanto yang sehari-harinya sebagai Danposramil Siliragung. Pengurusnya  campuran, ada yang sipil, ada anggota TNI. Mulai Sertu Miseran, Serma Samsul, Serda Tafif, Serka Rahmat, dan Serka Agus,” kata Aang.

Setelah komunitas terbentuk, rupanya ada beberapa pemilik motor RX King yang tertarik ikut bergabung. Aang bersama anggota TNI AD lainya dengan senang hati menerima mereka menjadi bagian dari komunitas. ”Niat kita dari awal menjalin silatuahmi dengan masyarakat umum dan anggota militer. Tidak masalah ketika banyak yang bergabung dari masyarakat umum. Kita ingin mengubah citra negatif komunitas motor,” ujar bapak tiga anak itu.

Baca Juga :  Widya N Dewi, Wakili Situbondo di Ajang SOA MUN di India

Ada bermacam profesi yang ikut bergabung dengan AKB. Aang mengungkapkan, ada yang bekerja sebagai sekuriti, tenaga kesehatan, mahasiswa, pedagang, hingga petani. Semua anggota baru diminta ikut membangun citra positif komunitas motor. Termasuk dengan menggalakkan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan berkendara yang santun di jalanan. ”Tidak ada syarat khusus kalau mau ikut kami. Yang penting punya RX King dan mau kita bina untuk kebaikan bersama,” kata Aang.

Aang berharap, ke depannya AKB bisa mewarnai dunia komunitas motor di Banyuwangi dengan citra positif. Komunitas ini harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam etika berkendara yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Termasuk mengajak komunitas motor lainya agar berguna bagi masyarakat. ”Komunitas ini ingin menciptakan iklim geng motor yang sehat dan terarah, terutama memberi manfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

BANYUWANGI – Sebuah komunitas sepeda motor belum lama ini terbentuk di Banyuwangi. Yang menarik, komunitas motor Yamaha RX King ini beranggota para personel TNI AD yang memiliki hobi berpetualang. Satpam hingga petani ikut bergabung di dalamnya.

Wajah-wajah garang berdiri di belakang deretan sepeda motor RX King siang itu. Tampangnya semakin sangar ketika disandingkan dengan kendaraan yang sedari dulu kerap digunakan sebagai properti para penjahat di film-film lawas Indonesia.

Namun, sosok yang berdiri itu bukan pelaku kriminalitas. Mereka justru aparat dari TNI AD di bawah naungan Kodim 0825 yang tergabung Army King Banyuwangi (AKB). Ada 29 anggota komunitas motor itu. Sebelas di antaranya adalah anggota TNI AD yang berasal dari Kodim dan beberapa Koramil di Banyuwangi. Sebelas orang itu kebetulan sama-sama memiliki motor RX King serta menyukai motor yang memiliki suara khas ketika digeber itu.

Ketua Komunitas AKB Serma Aang menceritakan, ide membentuk komunitas muncul saat dia kerap bertemu dengan sesama anggota TNI yang memiliki motor RX King. Lama-lama, secara alami para serdadu pemilik motor King itu kerap berkumpul, baik sekadar cangruk atau ngopi membahas kendaraan kesayangannya. Kemudian muncul ide untuk mencari anggota TNI lain yang memiliki motor RX King.

Baca Juga :  Keliling Enam Kecamatan, Sehari Habiskan 50 Sak Digem

Hingga akhirnya ide membentuk satu klub motor yang mewadahi komunitas King muncul. Beberapa nama anggota TNI lain yang sama-sama memiliki motor RX King akhirnya ikut bergabung bersama AKB. ”Penasihatnya Pelda Hariyanto yang sehari-harinya sebagai Danposramil Siliragung. Pengurusnya  campuran, ada yang sipil, ada anggota TNI. Mulai Sertu Miseran, Serma Samsul, Serda Tafif, Serka Rahmat, dan Serka Agus,” kata Aang.

Setelah komunitas terbentuk, rupanya ada beberapa pemilik motor RX King yang tertarik ikut bergabung. Aang bersama anggota TNI AD lainya dengan senang hati menerima mereka menjadi bagian dari komunitas. ”Niat kita dari awal menjalin silatuahmi dengan masyarakat umum dan anggota militer. Tidak masalah ketika banyak yang bergabung dari masyarakat umum. Kita ingin mengubah citra negatif komunitas motor,” ujar bapak tiga anak itu.

Baca Juga :  Ungkap Keunikan Pariwisata hingga Smart Kampung

Ada bermacam profesi yang ikut bergabung dengan AKB. Aang mengungkapkan, ada yang bekerja sebagai sekuriti, tenaga kesehatan, mahasiswa, pedagang, hingga petani. Semua anggota baru diminta ikut membangun citra positif komunitas motor. Termasuk dengan menggalakkan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan berkendara yang santun di jalanan. ”Tidak ada syarat khusus kalau mau ikut kami. Yang penting punya RX King dan mau kita bina untuk kebaikan bersama,” kata Aang.

Aang berharap, ke depannya AKB bisa mewarnai dunia komunitas motor di Banyuwangi dengan citra positif. Komunitas ini harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam etika berkendara yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Termasuk mengajak komunitas motor lainya agar berguna bagi masyarakat. ”Komunitas ini ingin menciptakan iklim geng motor yang sehat dan terarah, terutama memberi manfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/