alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Produksi Kapal hingga 1998, Pabrik Seranit Kini Olah Sabut Kelapa

RadarBanyuwangi.id – Satu lagi perusahaan mewarnai sejarah industri perkapalan di Banyuwangi, yakni PT Haka Arthacipta Unggul. Perusahaan ini pernah beroperasi sebagai produsen kapal berbahan fiberglass sekaligus melayani reparasi kapal.

Galangan kapal PT Haka Arthacipta Unggul tersebut berlokasi di eks pabrik Hardboard Seranite, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Namun, sudah puluhan tahun lalu produksi kapal tersebut dihentikan. Perusahaan itu lantas mengalihkan bisnisnya menjadi pabrik penggilingan sabut kelapa yang hingga kini masih beroperasi.

Pantauan langsung wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, jejak-jejak ”sejarah” pabrik kapal di Sukowidi itu, masih tersisa hingga kini. Hal itu dapat dibuktikan dari bekas tempat peluncuran kapal di pantai yang berlokasi tepat di belakang kompleks gedung PT Haka Arthacipta Unggul.

Informasi yang dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pabrik tersebut memiliki sejarah panjang. Di era kolonial Belanda, di lokasi pabrik tersebut didirikan Pabrik Gula Soeko Widi. Pabrik gula ini didirikan pada tahun 1895.

Setelah Indonesia merdeka, pabrik tersebut lantas kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan berubah menjadi pabrik Hardboard Seranite. Berdasar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim, pabrik Hardboard Seranite Banyuwangi mulai berproduksi tahun 1957.

Namun pada perkembangan selanjutnya, pabrik Seranite itu lantas berubah menjadi pabrik kapal dan dikelola PT Haka Arthacipta Unggul. Di masa jayanya, pabrik kapal itu tidak mampu memproduksi kapal tangkap ikan berbahan fiberglass.

Warga yang tinggal di sekitar pabrik PT Haka Arthacipta Unggul, yakni Bu Sheril, membenarkan bahwa perusahaan tersebut dahulu memproduksi kapal. ”Namun, sudah sangat lama produksi kapal dihentikan dan kini menjadi pabrik penggilingan sabut kelapa,” ujarnya.

Petugas Security PT Haka Arthacipta Unggul, Hariyanto membenarkan, bahwa dahulu perusahaan tempatnya bekerja itu merupakan pabrik kapal. Dahulu, pabrik tersebut mampu memproduksi kapal tangkap ikan ukuran kecil hingga ukuran 40 feet. ”Saya kurang tahu cerita detailnya. Namun sepengetahuan saya, produksi kapal dilakukan terakhir pada 1998,” kata dia.

Setelah tidak lagi memproduksi kapal, imbuh Hariyanto, pabrik tersebut memproduksi sabut kelapa. Dijelaskan, bahan baku sabut kelapa digiling menjadi serat-serat halus dan lantas di-press dan dikirimkan ke sejumlah kota di tanah air. ”Sebelum pandemi Covid-19, hasil produksi perusahaan ini dikirim ke Taiwan. Jumlah pengiriman dalam sepekan minimal dua sampai tiga kontainer,” tuturnya.

Hariyanto mengaku tidak tahu persis pemanfaatan serat sabut kelapa hasil produksi PT Haka tersebut. ”Informasi yang saya terima, sabut kelapa itu dijadikan bahan baku spring bed,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Satu lagi perusahaan mewarnai sejarah industri perkapalan di Banyuwangi, yakni PT Haka Arthacipta Unggul. Perusahaan ini pernah beroperasi sebagai produsen kapal berbahan fiberglass sekaligus melayani reparasi kapal.

Galangan kapal PT Haka Arthacipta Unggul tersebut berlokasi di eks pabrik Hardboard Seranite, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Namun, sudah puluhan tahun lalu produksi kapal tersebut dihentikan. Perusahaan itu lantas mengalihkan bisnisnya menjadi pabrik penggilingan sabut kelapa yang hingga kini masih beroperasi.

Pantauan langsung wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, jejak-jejak ”sejarah” pabrik kapal di Sukowidi itu, masih tersisa hingga kini. Hal itu dapat dibuktikan dari bekas tempat peluncuran kapal di pantai yang berlokasi tepat di belakang kompleks gedung PT Haka Arthacipta Unggul.

Informasi yang dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pabrik tersebut memiliki sejarah panjang. Di era kolonial Belanda, di lokasi pabrik tersebut didirikan Pabrik Gula Soeko Widi. Pabrik gula ini didirikan pada tahun 1895.

Setelah Indonesia merdeka, pabrik tersebut lantas kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan berubah menjadi pabrik Hardboard Seranite. Berdasar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim, pabrik Hardboard Seranite Banyuwangi mulai berproduksi tahun 1957.

Namun pada perkembangan selanjutnya, pabrik Seranite itu lantas berubah menjadi pabrik kapal dan dikelola PT Haka Arthacipta Unggul. Di masa jayanya, pabrik kapal itu tidak mampu memproduksi kapal tangkap ikan berbahan fiberglass.

Warga yang tinggal di sekitar pabrik PT Haka Arthacipta Unggul, yakni Bu Sheril, membenarkan bahwa perusahaan tersebut dahulu memproduksi kapal. ”Namun, sudah sangat lama produksi kapal dihentikan dan kini menjadi pabrik penggilingan sabut kelapa,” ujarnya.

Petugas Security PT Haka Arthacipta Unggul, Hariyanto membenarkan, bahwa dahulu perusahaan tempatnya bekerja itu merupakan pabrik kapal. Dahulu, pabrik tersebut mampu memproduksi kapal tangkap ikan ukuran kecil hingga ukuran 40 feet. ”Saya kurang tahu cerita detailnya. Namun sepengetahuan saya, produksi kapal dilakukan terakhir pada 1998,” kata dia.

Setelah tidak lagi memproduksi kapal, imbuh Hariyanto, pabrik tersebut memproduksi sabut kelapa. Dijelaskan, bahan baku sabut kelapa digiling menjadi serat-serat halus dan lantas di-press dan dikirimkan ke sejumlah kota di tanah air. ”Sebelum pandemi Covid-19, hasil produksi perusahaan ini dikirim ke Taiwan. Jumlah pengiriman dalam sepekan minimal dua sampai tiga kontainer,” tuturnya.

Hariyanto mengaku tidak tahu persis pemanfaatan serat sabut kelapa hasil produksi PT Haka tersebut. ”Informasi yang saya terima, sabut kelapa itu dijadikan bahan baku spring bed,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/