alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Polri Professional

awaPos.com – Kisruh adanya proses yang tak transparan di penerimaan Akademi Kepolisian untuk wilayah Polda Jawa Barat langsung diusut Mabes Polri. Bahkan tim Divisi Propam Mabes Polri diturunkan mencari tahu kebenaran kabar yang beredar itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, sekarang ini Tim Evaluasi dari Panitia Pusat bersama Tim Propam Mabes Polri sedang melakukan verifikasi ke Polda Jabar. “Hal ini dilakukan untuk mengkaji ada tidaknya penyimpangan dari ketentuan penyelenggaraan yang sudah ditetapkan dlm pelaks seleksi,” kata dia, Jumat (30/6).

Dia menegaskan, Polri tidak pernah menerapkan kebijakan putra daerah dan non putra daerah , apalagi untuk Akpol. “Yang selama ini diterapkan adalah local boy for local job atau local police khusus untuk level Bintara,” sambung dia.

Dia menerangkan, local boy dikonotasikan warga calon yang telah tinggal di daerah tersebut dengan diberi batas waktu minimal satu tahun tanpa melihat putra daerah atau bukan putra daerah. 

“Karena Polri memberikan kesempatan sama kepada seluruh warga NKRI. Kebijakan ini juga merupakan manifestasi upaya Polri dalam mewujudkan Bhinenika Tunggal Ika,” tambah mantan Kapolres Klaten ini.

Sebelumnya di media sosial beredar video sejumlah orang tua peserta calon taruna akademi kepolisian (Akpol) protes di Polda Jawa Barat. Penyebabnya diduga lantaran Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charlian melakukan pemeriksaan kesehatan (rikkes) ulang dan memprioritas putra daerah.

Dengan adanya insiden itu, mereka menuding Polda Jawa Barat tidak transparan dalam meloloskan peserta calon taruna Akpol. Terkait hal itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengaku masih mendalami kejadian tersebut.

Akan tetapi, Martinus tak memungkiri ada aksi protes dari sejumlah orang tua yang anaknya tidak lolos taruna Akpol di Mapolda Jawa Barat. “Memang ada informasi bahwa ada ketidakpuasan masyarakat, tentu ini akan kami dalamin, kami pelajari,” ucap dia, Kamis (29/6). (elf/JPG)

awaPos.com – Kisruh adanya proses yang tak transparan di penerimaan Akademi Kepolisian untuk wilayah Polda Jawa Barat langsung diusut Mabes Polri. Bahkan tim Divisi Propam Mabes Polri diturunkan mencari tahu kebenaran kabar yang beredar itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, sekarang ini Tim Evaluasi dari Panitia Pusat bersama Tim Propam Mabes Polri sedang melakukan verifikasi ke Polda Jabar. “Hal ini dilakukan untuk mengkaji ada tidaknya penyimpangan dari ketentuan penyelenggaraan yang sudah ditetapkan dlm pelaks seleksi,” kata dia, Jumat (30/6).

Dia menegaskan, Polri tidak pernah menerapkan kebijakan putra daerah dan non putra daerah , apalagi untuk Akpol. “Yang selama ini diterapkan adalah local boy for local job atau local police khusus untuk level Bintara,” sambung dia.

Dia menerangkan, local boy dikonotasikan warga calon yang telah tinggal di daerah tersebut dengan diberi batas waktu minimal satu tahun tanpa melihat putra daerah atau bukan putra daerah. 

“Karena Polri memberikan kesempatan sama kepada seluruh warga NKRI. Kebijakan ini juga merupakan manifestasi upaya Polri dalam mewujudkan Bhinenika Tunggal Ika,” tambah mantan Kapolres Klaten ini.

Sebelumnya di media sosial beredar video sejumlah orang tua peserta calon taruna akademi kepolisian (Akpol) protes di Polda Jawa Barat. Penyebabnya diduga lantaran Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charlian melakukan pemeriksaan kesehatan (rikkes) ulang dan memprioritas putra daerah.

Dengan adanya insiden itu, mereka menuding Polda Jawa Barat tidak transparan dalam meloloskan peserta calon taruna Akpol. Terkait hal itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengaku masih mendalami kejadian tersebut.

Akan tetapi, Martinus tak memungkiri ada aksi protes dari sejumlah orang tua yang anaknya tidak lolos taruna Akpol di Mapolda Jawa Barat. “Memang ada informasi bahwa ada ketidakpuasan masyarakat, tentu ini akan kami dalamin, kami pelajari,” ucap dia, Kamis (29/6). (elf/JPG)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/