alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Mengaku Tidak Pernah Dapat Bantuan Sosial Apapun

Mbah Amsani luput dari pantauan pemerintah. Pasalnya, perempuan miskin ini mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun.

HABIBUL ADNAN, Panji

Rambutnya sudah beruban semua. Kulitnya keriput. Sayangnya, diusianya yang sudah senja, perempuan tua itu hidup sendiri. Dia tidak bersama keluarganya yang lain. Sehari-hari, dia hanya mendapatkan belas kasih dari tetangganya.

Perempuan itu bernama mbah Amsani,68. Saat ini, dia tinggal di Dusun Tengah, RT/02, RW/05, Desa Curahjeru, Kecamaatan Panji. Dari pengakuannya, keluarganya yang lain hidup dalam kemiskinan semua. “Ada yang rumahnya di Besuki. Hidup susah semua,” ujarnya.

Mbah Amsani tinggal di sebuah gubuk reot yang berdiri di atas lahan milik orang lain. Beruntung, beberapa waktu lalu, ada pihak yang memperbaiki tempat tinggalnya. “Saya sangat bahagia, rumah sudah agak bagus,” katanya.

Dia menerangkan, di usianya yang tidak muda lagi, dirinya sudah tidak bisa bekerja. Untuk kebutuhan sehari-hari, diberikan oleh warga di sekitar rumahnya.

Sayangnya, di tengah kekurangan ekonomi, Mbah Amsani mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun. Karena itu, dia berharap, ke depan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Tidak pernah dapat bantuan apapun,” katanya.

Meski begitu, dia yakin, kebutuhannya akan tetap terpenuhi. Dia meyakini, ada yang menanggung kebutuhan hidup manusia. Makanya, walapun tidak mendapatkan bantuan sosial, mbah Asmani, tidak terlalu mempersoalkannya. “Syukur kalau ada yang memperhatikan,” imbuhnya.

Asnawi, warga setempat mengatakan, di dusunnya masih banyak warga yang hidup dalam kemiskinan. Dia mengaku, sedikit sekali di antara mereka yang mendapatkan bantuan sosial “Tapi tidak ada sampai sekarang,” katanya.

Dalam pandangannya, beberapa warganya yang hidup sangat miskin tinggal di gubuk reot. Karena itu, dia berharap, pemerintah memberikan bantuan untuk perbaikan rumah. “Kalau tidak salah, pemerintah punya program RTLH (rumah tidak layak huni),” katanya.

Dia mencontohkan di di RT 02, RT 03, dan RT 04. Asnawi mencatat, ada empat warga yang hidup sangat miskin. Keempatnya tinggal di rumah tua berukuran kecil. “Layak sekali dapat bantuan,” katanya.

Asnawi menambahkan, secara umum, di dusun ini, hampir sebagian besar warga tidak memiliki jamban (WC). Sehari-hari mereka buang air besa (BAB) ke sebuah sungai kecil. “Sungai  tersebut sekaligus menjadi tempat mandi, tempat mencuci,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebagian besar warga berharap, agar ada perhatian khusus dari pemerintah. “Keinginan kami, pemerintah melalui dinas terkait lebih melihat kami di sini,” pungkasnya. (pri)

Mbah Amsani luput dari pantauan pemerintah. Pasalnya, perempuan miskin ini mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun.

HABIBUL ADNAN, Panji

Rambutnya sudah beruban semua. Kulitnya keriput. Sayangnya, diusianya yang sudah senja, perempuan tua itu hidup sendiri. Dia tidak bersama keluarganya yang lain. Sehari-hari, dia hanya mendapatkan belas kasih dari tetangganya.

Perempuan itu bernama mbah Amsani,68. Saat ini, dia tinggal di Dusun Tengah, RT/02, RW/05, Desa Curahjeru, Kecamaatan Panji. Dari pengakuannya, keluarganya yang lain hidup dalam kemiskinan semua. “Ada yang rumahnya di Besuki. Hidup susah semua,” ujarnya.

Mbah Amsani tinggal di sebuah gubuk reot yang berdiri di atas lahan milik orang lain. Beruntung, beberapa waktu lalu, ada pihak yang memperbaiki tempat tinggalnya. “Saya sangat bahagia, rumah sudah agak bagus,” katanya.

Dia menerangkan, di usianya yang tidak muda lagi, dirinya sudah tidak bisa bekerja. Untuk kebutuhan sehari-hari, diberikan oleh warga di sekitar rumahnya.

Sayangnya, di tengah kekurangan ekonomi, Mbah Amsani mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun. Karena itu, dia berharap, ke depan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Tidak pernah dapat bantuan apapun,” katanya.

Meski begitu, dia yakin, kebutuhannya akan tetap terpenuhi. Dia meyakini, ada yang menanggung kebutuhan hidup manusia. Makanya, walapun tidak mendapatkan bantuan sosial, mbah Asmani, tidak terlalu mempersoalkannya. “Syukur kalau ada yang memperhatikan,” imbuhnya.

Asnawi, warga setempat mengatakan, di dusunnya masih banyak warga yang hidup dalam kemiskinan. Dia mengaku, sedikit sekali di antara mereka yang mendapatkan bantuan sosial “Tapi tidak ada sampai sekarang,” katanya.

Dalam pandangannya, beberapa warganya yang hidup sangat miskin tinggal di gubuk reot. Karena itu, dia berharap, pemerintah memberikan bantuan untuk perbaikan rumah. “Kalau tidak salah, pemerintah punya program RTLH (rumah tidak layak huni),” katanya.

Dia mencontohkan di di RT 02, RT 03, dan RT 04. Asnawi mencatat, ada empat warga yang hidup sangat miskin. Keempatnya tinggal di rumah tua berukuran kecil. “Layak sekali dapat bantuan,” katanya.

Asnawi menambahkan, secara umum, di dusun ini, hampir sebagian besar warga tidak memiliki jamban (WC). Sehari-hari mereka buang air besa (BAB) ke sebuah sungai kecil. “Sungai  tersebut sekaligus menjadi tempat mandi, tempat mencuci,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebagian besar warga berharap, agar ada perhatian khusus dari pemerintah. “Keinginan kami, pemerintah melalui dinas terkait lebih melihat kami di sini,” pungkasnya. (pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/