alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Berbentuk Seperti Balok Kayu karena Proses Alam

Bebatuan di bukit Masegi, Desa Patemon, tidak seperti kebanyakan. Batu-batu tersebut berbentuk balok kayu. Ada yang panjangnya sampai dua meter.

HABIBUL ADNAN, Bungatan

Lokasinya memang agak sulit diakses. Harus berjalan menempuh medan terjal. Tetapi sesampainya di sana, akan tersaji pemandangan alam yang memanjakan mata. Di hamparan laus perbukitan, tampak eksotisme alam yang cukup menarik.

Di samping itu, kita akan sedikit terbelalak dengan pemandangan unik. Ialah tumpukan bebatuan di sekitarnya yang berbentuk seperti balok kayu yang membuat mata terbelalak. Ukurannya ada yang memanjang hingga dua meter, ada yang kurang dari setengah meter.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur pernah mengunjungi tempat ini. BPCB menilai, ukuran batu seperti balok sangat unik. Karena itu, mereka akan meregistrasi sebagai situs cagar budaya di Situbondo.

Ketua tim survey, Andi M. Said, mengatakan, batu dengan karakteristik seperti balok yang ditemukan di Bukit Masegi, Desa Patemon, tidak pernah ditemukan sebelumnya. Karena itu, dia menilai, batu tersebut sangat unik. “Model seperti ini disebut Kekartiang.” jelasnya.

Dia menerangkan, batu balok ini terbentuk secara alami oleh alam. Tidak dibuat manusia. Begitu juga dengan penataannya yang rapi. “Seperti ditata memang, tetapi tidak ditata oleh siapapun. Penataannya ini faktor alam,” kata Andi.

Dia menambahkan, batu-batu balok itu termasuk peninggalan masa purba. Yang menarik, tidak sama dengan peninggalan purba lainnya. “Karena bukan produk kebudayaan. Tetapi termasuk keindahan alam yang natural,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Patemon, Mudhar mengatakan, pihaknya berencana mengembangakan lokasi itu sebagai tujuan wisata. Kata dia, bukit Masegi akan dijadikan sebagai penunjang wisata di Situbondo. “Ini dalam rangka menyambbut tahun kunjungan wisata 2019,” ujarnya.

Dia yakin, dengan dikembangkannya kawasan tersebut, pengunjung akan berbondong-bondong datang. Terutama wisatawan yang suka dengan alam. “Pasti menjadi tujuan wisata yang menarik karena bebetuannya berkarakter unik,” katanya. (pri)

Bebatuan di bukit Masegi, Desa Patemon, tidak seperti kebanyakan. Batu-batu tersebut berbentuk balok kayu. Ada yang panjangnya sampai dua meter.

HABIBUL ADNAN, Bungatan

Lokasinya memang agak sulit diakses. Harus berjalan menempuh medan terjal. Tetapi sesampainya di sana, akan tersaji pemandangan alam yang memanjakan mata. Di hamparan laus perbukitan, tampak eksotisme alam yang cukup menarik.

Di samping itu, kita akan sedikit terbelalak dengan pemandangan unik. Ialah tumpukan bebatuan di sekitarnya yang berbentuk seperti balok kayu yang membuat mata terbelalak. Ukurannya ada yang memanjang hingga dua meter, ada yang kurang dari setengah meter.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur pernah mengunjungi tempat ini. BPCB menilai, ukuran batu seperti balok sangat unik. Karena itu, mereka akan meregistrasi sebagai situs cagar budaya di Situbondo.

Ketua tim survey, Andi M. Said, mengatakan, batu dengan karakteristik seperti balok yang ditemukan di Bukit Masegi, Desa Patemon, tidak pernah ditemukan sebelumnya. Karena itu, dia menilai, batu tersebut sangat unik. “Model seperti ini disebut Kekartiang.” jelasnya.

Dia menerangkan, batu balok ini terbentuk secara alami oleh alam. Tidak dibuat manusia. Begitu juga dengan penataannya yang rapi. “Seperti ditata memang, tetapi tidak ditata oleh siapapun. Penataannya ini faktor alam,” kata Andi.

Dia menambahkan, batu-batu balok itu termasuk peninggalan masa purba. Yang menarik, tidak sama dengan peninggalan purba lainnya. “Karena bukan produk kebudayaan. Tetapi termasuk keindahan alam yang natural,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Patemon, Mudhar mengatakan, pihaknya berencana mengembangakan lokasi itu sebagai tujuan wisata. Kata dia, bukit Masegi akan dijadikan sebagai penunjang wisata di Situbondo. “Ini dalam rangka menyambbut tahun kunjungan wisata 2019,” ujarnya.

Dia yakin, dengan dikembangkannya kawasan tersebut, pengunjung akan berbondong-bondong datang. Terutama wisatawan yang suka dengan alam. “Pasti menjadi tujuan wisata yang menarik karena bebetuannya berkarakter unik,” katanya. (pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/