24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Mata Air Sukmo Ilang Olehsari Diyakini Bertuah, Sumber Air Tak Pernah Kering

RADAR BANYUWANGI – Sukmo Ilang. Begitu warga sekitar menyebut sumber air yang satu ini. Oleh sebagian kalangan, khususnya warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, sumber yang satu ini dipercaya memiliki sejumlah keistimewaan. Selain dimanfaatkan untuk ritual Seblang, air sumber ini juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Langit cerah. Sinar matahari jatuh dari sela-sela dedaunan. Terasa hangat, menyapa raga yang siang itu terasa letih. Rasa capai cukup menyiksa. Setelah perjalanan melelahkan, melalui jalan setapak, dan turunan cukup terjal, menuju Sumber Air Sukmo Ilang.

Saya ditemani juru kunci Sumber Air Sukmo Ilang mengunjungi mata air yang berlokasi di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, tersebut beberapa waktu lalu. Tak hanya berdua, kami juga ditemani Kepala Dusun Krajan, Desa Olehsari, Sunar.

Begitu sampai di sumber air tersebut, rasa capai yang saya rasakan seolah sirna. Apalagi, berbagai tanya yang sebelumnya sempat mengganggu ”hati dan pikiran” akhirnya terjawab.

Juru Kunci Sumber Air Sukmo Ilang Sutani membeber ”sejarah” asal usul nama Sukmo Ilang. Dikatakan, nama itu dipilih lantaran dahulu, ada seekor sapi lepas dan tiba-tiba menghilang di lokasi sumber air. Namun sayang, Sutani mengakui tidak bisa mengingat tahun berapa kejadian tersebut.

Baca Juga :  Despicable Me 3 di Puncak Box Office

Sejak saat itu, banyak masyarakat percaya bahwa Sumber Air Sukmo Ilang tak hanya menyimpan cerita mistis, tetapi juga bertuah. Air sumber tersebut dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit dan mata. ”Dulu waktu ayah saya yang jadi juru kunci sudah banyak kejadian aneh, tapi saya tidak ingat lagi,” kata Sutani.

Sutani mengungkapkan, hingga sekarang sudah banyak warga yang datang untuk membuktikan khasiat sumber air tersebut. Tidak hanya warga lokal, namun beberapa orang di antaranya datang dari luar Banyuwangi.

Untuk mengambil Sumber Air Sukmo Ilang, warga yang berkunjung harus membawa beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut antara lain, tiga jenis bunga (kembang telon) dan wewangian. Bunga dan wewangian yang dibawa oleh pengunjung tersebut digunakan untuk campuran air yang lantas digunakan menyembuhkan penyakit kulit.

Baca Juga :  Harus Punya Garis Keturunan dari Penari Seblang Pertama

Sutani menambahkan, Sumber Air Sukmo Ilang tersebut hingga saat ini masih dijaga oleh leluhur penari Seblang, yakni Sayu Sarinah. Meski demikian, hal itu tidak membawa dampak buruk. Justru kehadiran leluhur Seblang yang menjaga lingkungan Sukmo Ilang membawa keberkahan bagi mereka yang mempergunakan sumber air tersebut untuk kebaikan.

”Leluhur menjaga kami. Sebagai rasa terima kasih setiap bulan Rajab dalam satu tahun sekali kami juga mengadakan tradisi selamatan nasi tumpeng dan nasi gurih,” tutur Sutani.

Sedangkan Kepala Dusun Krajan, Desa Olehsari, Sunar mengakui sebagian tradisi di Desa Olehsari masih sangat kental. Dia menegaskan, seseorang boleh percaya atau pun tidak. Menurut dia, semua tergantung keyakinan para pengunjung yang datang.

Perihal khasiat Sumber Air Sukmo Ilang tidak pernah kering meskipun dalam cuaca kemarau tersebut, dia mengaku warga hanya memanfaatkan sumber tersebut. ”Intinya, kita yang masih hidup hanya memanfaatkan dan mengelola alam dan tradisi peninggalan leluhur saja,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1)

RADAR BANYUWANGI – Sukmo Ilang. Begitu warga sekitar menyebut sumber air yang satu ini. Oleh sebagian kalangan, khususnya warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, sumber yang satu ini dipercaya memiliki sejumlah keistimewaan. Selain dimanfaatkan untuk ritual Seblang, air sumber ini juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Langit cerah. Sinar matahari jatuh dari sela-sela dedaunan. Terasa hangat, menyapa raga yang siang itu terasa letih. Rasa capai cukup menyiksa. Setelah perjalanan melelahkan, melalui jalan setapak, dan turunan cukup terjal, menuju Sumber Air Sukmo Ilang.

Saya ditemani juru kunci Sumber Air Sukmo Ilang mengunjungi mata air yang berlokasi di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, tersebut beberapa waktu lalu. Tak hanya berdua, kami juga ditemani Kepala Dusun Krajan, Desa Olehsari, Sunar.

Begitu sampai di sumber air tersebut, rasa capai yang saya rasakan seolah sirna. Apalagi, berbagai tanya yang sebelumnya sempat mengganggu ”hati dan pikiran” akhirnya terjawab.

Juru Kunci Sumber Air Sukmo Ilang Sutani membeber ”sejarah” asal usul nama Sukmo Ilang. Dikatakan, nama itu dipilih lantaran dahulu, ada seekor sapi lepas dan tiba-tiba menghilang di lokasi sumber air. Namun sayang, Sutani mengakui tidak bisa mengingat tahun berapa kejadian tersebut.

Baca Juga :  Terbentur Pandemi, Tahun Lalu Tak Jadi Digelar

Sejak saat itu, banyak masyarakat percaya bahwa Sumber Air Sukmo Ilang tak hanya menyimpan cerita mistis, tetapi juga bertuah. Air sumber tersebut dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit dan mata. ”Dulu waktu ayah saya yang jadi juru kunci sudah banyak kejadian aneh, tapi saya tidak ingat lagi,” kata Sutani.

Sutani mengungkapkan, hingga sekarang sudah banyak warga yang datang untuk membuktikan khasiat sumber air tersebut. Tidak hanya warga lokal, namun beberapa orang di antaranya datang dari luar Banyuwangi.

Untuk mengambil Sumber Air Sukmo Ilang, warga yang berkunjung harus membawa beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut antara lain, tiga jenis bunga (kembang telon) dan wewangian. Bunga dan wewangian yang dibawa oleh pengunjung tersebut digunakan untuk campuran air yang lantas digunakan menyembuhkan penyakit kulit.

Baca Juga :  Despicable Me 3 di Puncak Box Office

Sutani menambahkan, Sumber Air Sukmo Ilang tersebut hingga saat ini masih dijaga oleh leluhur penari Seblang, yakni Sayu Sarinah. Meski demikian, hal itu tidak membawa dampak buruk. Justru kehadiran leluhur Seblang yang menjaga lingkungan Sukmo Ilang membawa keberkahan bagi mereka yang mempergunakan sumber air tersebut untuk kebaikan.

”Leluhur menjaga kami. Sebagai rasa terima kasih setiap bulan Rajab dalam satu tahun sekali kami juga mengadakan tradisi selamatan nasi tumpeng dan nasi gurih,” tutur Sutani.

Sedangkan Kepala Dusun Krajan, Desa Olehsari, Sunar mengakui sebagian tradisi di Desa Olehsari masih sangat kental. Dia menegaskan, seseorang boleh percaya atau pun tidak. Menurut dia, semua tergantung keyakinan para pengunjung yang datang.

Perihal khasiat Sumber Air Sukmo Ilang tidak pernah kering meskipun dalam cuaca kemarau tersebut, dia mengaku warga hanya memanfaatkan sumber tersebut. ”Intinya, kita yang masih hidup hanya memanfaatkan dan mengelola alam dan tradisi peninggalan leluhur saja,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/