alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Anggaran Kegiatan ke Desa Pakai Uang Penjualan Produk

SMAN 1 Situbondo memiliki kegiatan pembinaan kepada desa. Dalam setahun, siswa berkegiatan di desa binaan selama empat kali. Kedua desa binaan itu adalah, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa; dan Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang.

HABIBUL ADNAN, Situbondo

SMAN 1 Situbondo tidak hanya fokus mengadakan kegiatan belajar mengajar. Mereka juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan di desa-desa terpencil. Melalui program Desa Binaan (DesBin), siswa-siswi sekolah unggulan ini dengan leluasa mengeksplor potensinya.

Iya, dalam program ini, guru dan siswa SMAN 1 Situbondo melakukan kunjungan ke desa binaan. Dalam setahun, mereka berkegiatan empat kali. Masing-masing pada Bulan Agustus, Oktober, Desember, dan Bulan Maret.

Rudi Hartono guru pembina kegiatan program DesBin mengatakan, pihaknya harus berpikir keras untuk memenuhi biaya operasional wira-wiri ke desa binaan. Karena itu, pihaknya berpikir lebih kreatif untuk memenuhi biayanya. “Hasil penjualan produk itu kami pakai sebagai ongkos,” katanya.

Baca Juga :  SMAN 2 Situbondo Gelar Science Expo Selama Sepekan

Dia menerangkan, DesBin ini memang memiliki program khusus yang menghasilkan ekonomi. Beberapa produk sudah dihasilkan. Rudi mencontohkan produk sayur hidropinik dalam bentuk kemasan, dan es krim sayur hasil dari penanaman sayur Hidropinik. 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Situbondo, Nur Hidayat Yuliadi mengatakan, ada beberapa kegiatan DesBin SMASA. Di antaranya, memberikan materi pembelajaran kepada anak-anak di dua desa binaan. Ada juga sosilisasi kesehatan, pembuatan rumah baca, pemberdayaan masyarakat, konservasi sumberdaya air, serta bakti sosial.

Di Desa Sumberargo, DesBin SMASA telah berhasil menjadikan desa tersebut sebagai penghasil durian. Pada Tahun 2017 lalu, satu dusun mendapatkan aliran listrik. “Ini hasil Kerjasama DesBin SMASA dengan PT. YTL Jawa Power, Paiton,” katanya.

Baca Juga :  Asal Ada Segitiga Hijau, Boleh Buang Sampah di Tepi Jalan

Sedangkan program kerja di Dusun Taman Rejo, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, akan dijadikan wisata petik kopi. “Di sana akan dibuat home stay untuk para wisatawan,” kata Nur Hidayat.

Kegiatannnya tidak hanya terfokus di desa binaan. Di sekolah juga ada kegiatan. Tim DesBin di sekolah melakukan pembibitan bibit pohon. Ada juga penanaman sayur hidropinik, strawberry, dan pembuatan es krim.

Nur Hidayat mengaku, produk yang dihasilkan, sayur hidropinik dalam bentuk kemasan, dan es krim sayur hasil dari penanaman sayur Hidropinik. Ada juga bubuk kopi hasil olahan dari kelompok tani kopi yang sudah di bentuk di Dusun Taman Rejo, Desa Curah Tatal, Kecamatan Araja. Produk lainnya, air mineral hasil kerjasama dengan perusahaan air Ampo, Jember. (pri)

SMAN 1 Situbondo memiliki kegiatan pembinaan kepada desa. Dalam setahun, siswa berkegiatan di desa binaan selama empat kali. Kedua desa binaan itu adalah, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa; dan Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang.

HABIBUL ADNAN, Situbondo

SMAN 1 Situbondo tidak hanya fokus mengadakan kegiatan belajar mengajar. Mereka juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan di desa-desa terpencil. Melalui program Desa Binaan (DesBin), siswa-siswi sekolah unggulan ini dengan leluasa mengeksplor potensinya.

Iya, dalam program ini, guru dan siswa SMAN 1 Situbondo melakukan kunjungan ke desa binaan. Dalam setahun, mereka berkegiatan empat kali. Masing-masing pada Bulan Agustus, Oktober, Desember, dan Bulan Maret.

Rudi Hartono guru pembina kegiatan program DesBin mengatakan, pihaknya harus berpikir keras untuk memenuhi biaya operasional wira-wiri ke desa binaan. Karena itu, pihaknya berpikir lebih kreatif untuk memenuhi biayanya. “Hasil penjualan produk itu kami pakai sebagai ongkos,” katanya.

Baca Juga :  SMAN 2 Situbondo Gelar Science Expo Selama Sepekan

Dia menerangkan, DesBin ini memang memiliki program khusus yang menghasilkan ekonomi. Beberapa produk sudah dihasilkan. Rudi mencontohkan produk sayur hidropinik dalam bentuk kemasan, dan es krim sayur hasil dari penanaman sayur Hidropinik. 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Situbondo, Nur Hidayat Yuliadi mengatakan, ada beberapa kegiatan DesBin SMASA. Di antaranya, memberikan materi pembelajaran kepada anak-anak di dua desa binaan. Ada juga sosilisasi kesehatan, pembuatan rumah baca, pemberdayaan masyarakat, konservasi sumberdaya air, serta bakti sosial.

Di Desa Sumberargo, DesBin SMASA telah berhasil menjadikan desa tersebut sebagai penghasil durian. Pada Tahun 2017 lalu, satu dusun mendapatkan aliran listrik. “Ini hasil Kerjasama DesBin SMASA dengan PT. YTL Jawa Power, Paiton,” katanya.

Baca Juga :  Asal Ada Segitiga Hijau, Boleh Buang Sampah di Tepi Jalan

Sedangkan program kerja di Dusun Taman Rejo, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, akan dijadikan wisata petik kopi. “Di sana akan dibuat home stay untuk para wisatawan,” kata Nur Hidayat.

Kegiatannnya tidak hanya terfokus di desa binaan. Di sekolah juga ada kegiatan. Tim DesBin di sekolah melakukan pembibitan bibit pohon. Ada juga penanaman sayur hidropinik, strawberry, dan pembuatan es krim.

Nur Hidayat mengaku, produk yang dihasilkan, sayur hidropinik dalam bentuk kemasan, dan es krim sayur hasil dari penanaman sayur Hidropinik. Ada juga bubuk kopi hasil olahan dari kelompok tani kopi yang sudah di bentuk di Dusun Taman Rejo, Desa Curah Tatal, Kecamatan Araja. Produk lainnya, air mineral hasil kerjasama dengan perusahaan air Ampo, Jember. (pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/