Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Rela Berpisah demi Akun Facebook

26 November 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Rela Berpisah demi Akun Facebook

Share this      

BANYUWANGI – Perasaan cemburu kepada pasangan merupakan sesuatu yang wajar. Biasanya hal itu timbul lantaran perasaan cinta yang begitu dalam dan tidak ingin pasangannya jatuh ke pelukan orang lain. Namun, tidak demikian dengan EW, warga Kecamatan Kabat.

Perempuan berusia 39 tahun tersebut merasa tidak nyaman dengan sikap cemburu suaminya, DD, 54, warga Kecamatan Banyuwangi. Gara-gara rasa cemburu yang keterlaluan, EW memilih berpisah dari suaminya. ”Saya tidak kuat dengan perasaan cemburunya, karena keterlaluan dan jelas tidak membuat saya nyaman,” ungkap EW.

Padahal, dia membayangkan kehidupan pernikahannya yang dimulai sejak April 2013 bakal cukup bahagia. EW mau menerima DD yang saat itu berstatus duda anak satu. ”Saya tidak mempermasalahkan meski dia sudah punya anak satu, karena saya sendiri belum punya anak,” katanya.

Baca juga: Kak Ipuk Dilantik sebagai Ketua Mabicab Pramuka

Selama perkawinannya, EW ikut bersama DD ke rumahnya. Selama delapan tahun menikah, EW ternyata tidak kunjung dikaruniai anak. ”Sudah delapan tahun saya tidak kunjung punya anak. Padahal, sudah periksa ke dokter dan hasilnya sehat-sehat saja,” jelasnya.

Sampai akhirnya pada awal tahun 2021 lalu, keduanya terlibat perselisihan terus-menerus. Saat EW hendak membuat akun Facebook (FB), DD marah besar. Bahkan, DD sampai mengusir EW dari rumahnya. ”Yang paling saya tidak terima, saya diusir dari rumahnya. Hanya karena saya hendak buat akun FB baru, lantaran akun FB lama lupa kata sandinya,” ungkapnya.

Karena tak tahan dengan sikap DD, EW akhirnya memutuskan keluar dari rumah pada April lalu. Selama lima bulan berpisah, EW berusaha menunggu kepastian dari DD. Namun, ternyata tidak ada kepastian hingga EW memutuskan untuk mengajukan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi. ”Mungkin lebih baik saya seperti ini (bercerai, Red), daripada harus tertekan dalam membina rumah tangga. Saya juga ingin bahagia,” pungkasnya. 

(bw/rio/aif/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia