alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Bupati Samsul Belum Siap Nama

TERMINAL Wiroguno diresmikan pengo­perasiannya oleh Bupati Banyuwangi Samsul Hadi pada 2004. Saat peresmian yang digelar pada Jumat pagi, belum ada nama yang akan disiapkan untuk termibal itu. Bupati ter­lihat juga sempat kebingugan, karena juga belum menyiapkan nama.

Sesaat sebelum menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan pengoperasian ter­minal, Bupati Samsul menemui sejumlah wartawan yang saat itu datang untuk liputan. “Jenengne paran terminal ikai,” tanya Bupati Samsul pada para wartawan.

Sejumlah wartawan yang ada hanya diam, semua membisu karena juga tidak tahu nama yang pas untuk terminal yang berlokasi di Dusun Curahketangi, Desa Setail, Keca­matan Genteng itu. “Bagaimana kalau Ter­minal Mas Tholib,” kata Bupati Samsul.

Mas Tholib yang bergelar Temenggung Wiroguno II itu, nama Bupati Banyuwangi kedua setelah Mas Alit atau Temenggung Wiroguno I. Mas Tholib memerintah di telatah Bumi Blambangan pada 1782-1818 M. “Saya rasa nama itu pas,” ujar bupati de­­ngan bahasa Oseng yang kental.

Saat Bupati Samsul akan beranjak untuk meresmikan terminal, salah satu wartawan senior yang juga budayawan Banyuwangi, Pomo Martadi, langsung menyela. “Maaf pak bupati, Mas Tholib itu kan nama anaknya bapak (Bupati Samsul), apa nanti tidak di­tuduh mengkultuskan anak,” cetus Pomo dengan suara lirih. Bupati Samsul terdiam, sambil mengusap keringatnya di wajah yang mulai bercucuran akhirnya mem­batalkan nama itu. “Bener, ojo Mas Tholib,” ungkapnya.

Hingga akhirnya dalam ‘rapat’ kecil itu di­se­pakati, untuk nama terminal di Genteng yang dibangun hasil tukar guling dengan Kantor Pembantu Bupati Banyuwangi di Genteng dan rumah dinas Camat Genteng itu, dengan nama Wiroguno atau Terminal Wiroguno. Wiroguno itu diambil dari gelar Bupati Banyuwangi pertama dan kedua. (*)

TERMINAL Wiroguno diresmikan pengo­perasiannya oleh Bupati Banyuwangi Samsul Hadi pada 2004. Saat peresmian yang digelar pada Jumat pagi, belum ada nama yang akan disiapkan untuk termibal itu. Bupati ter­lihat juga sempat kebingugan, karena juga belum menyiapkan nama.

Sesaat sebelum menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan pengoperasian ter­minal, Bupati Samsul menemui sejumlah wartawan yang saat itu datang untuk liputan. “Jenengne paran terminal ikai,” tanya Bupati Samsul pada para wartawan.

Sejumlah wartawan yang ada hanya diam, semua membisu karena juga tidak tahu nama yang pas untuk terminal yang berlokasi di Dusun Curahketangi, Desa Setail, Keca­matan Genteng itu. “Bagaimana kalau Ter­minal Mas Tholib,” kata Bupati Samsul.

Mas Tholib yang bergelar Temenggung Wiroguno II itu, nama Bupati Banyuwangi kedua setelah Mas Alit atau Temenggung Wiroguno I. Mas Tholib memerintah di telatah Bumi Blambangan pada 1782-1818 M. “Saya rasa nama itu pas,” ujar bupati de­­ngan bahasa Oseng yang kental.

Saat Bupati Samsul akan beranjak untuk meresmikan terminal, salah satu wartawan senior yang juga budayawan Banyuwangi, Pomo Martadi, langsung menyela. “Maaf pak bupati, Mas Tholib itu kan nama anaknya bapak (Bupati Samsul), apa nanti tidak di­tuduh mengkultuskan anak,” cetus Pomo dengan suara lirih. Bupati Samsul terdiam, sambil mengusap keringatnya di wajah yang mulai bercucuran akhirnya mem­batalkan nama itu. “Bener, ojo Mas Tholib,” ungkapnya.

Hingga akhirnya dalam ‘rapat’ kecil itu di­se­pakati, untuk nama terminal di Genteng yang dibangun hasil tukar guling dengan Kantor Pembantu Bupati Banyuwangi di Genteng dan rumah dinas Camat Genteng itu, dengan nama Wiroguno atau Terminal Wiroguno. Wiroguno itu diambil dari gelar Bupati Banyuwangi pertama dan kedua. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/