Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Laku Tidak Laku Pulang Pukul 13.00

25 September 2021, 12: 40: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Laku Tidak Laku Pulang Pukul 13.00

GAYENG: Bupati Ipuk berbincang dengan Jumali saat berjumpa di trotoar jalan Letkol Istiqlah, depan lapangan Kecamatan Giri (Sigit Hariyadi/RaBa)

Share this      

PEDESTRIAN Jalan Letkol Istiqlah, tepatnya di depan lapangan Kecamatan Giri jadi ”saksi bisu” pertemuan Bupati Ipuk Fiestiandani dengan Jumali, 83. Perbincangan hangat terjalin antara sang bupati dengan penjual gedek keliling asal Dusun Krajan, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat tersebut.

Ya, di usianya yang sudah tak lagi muda, Jumali kerap bersepeda pancal hingga puluhan kilometer (km) per hari. Bukan untuk menyalurkan hobi gowes, melainkan untuk menjajakan gedek alias anyaman bambu.

Sudah setengah abad lebih Jumali menggeluti pekerjaan sebagai penjual gedek. Yakni sejak sekitar 60 tahun lalu. Tidak hanya di seantero wilayah Kecamatan Kabat, tidak jarang dia menjajakan dagangan hingga wilayah Kecamatan Banyuwangi, bahkan hingga kecamatan-kecamatan lain di wilayah selatan Bumi Blambangan.

Baca juga: Kisah Pasutri Ponirin-Sribut Habiskan Masa Tua Jadi Pengamen Jalanan

Jumali menuturkan, setiap kali berjualan, dia berangkat dari kediamannya sejak pukul 07.00. Setelah berkeliling menjajakan gedek, dia akan mulai perjalanan pulang sekitar pukul 13.00. ”Laku tidak laku jam 1 siang saya pulang,” ujarnya.

Jumali mengaku sadar bahwa saat ini banyak bangunan yang dibangun menggunakan bahan semen atau beton. Dia juga sadar peminat gedek dagangannya jauh berkurang dibanding puluhan tahun lalu. Namun, dia mengaku tak punya pilihan lain untuk beralih pekerjaan karena usianya sudah tak lagi muda.

Setiap kali berjualan, Jumali membawa dua gulung gedek. Satu gulung anyaman bambu diletakkan di sisi kanan sepeda ontel miliknya, satu gulungan lain diletakkan di sisi kiri. Satu gulung gedek tersebut dijual Rp 75 ribu. Namun, tidak jarang dia menurunkan harga jual menjadi ”hanya” Rp 60 ribu agar dagangannya itu laku. ”Kalau laku Rp 60 ribu, hasilnya semakin tipis. Karena saya bagi hasil sama teman saya yang buat gedek ini. Meskipun hasilnya tidak besar, Alhamdulillah masih cukup, saya juga tidak mengeluh,” kata pria yang karib disapa Mbah Jum tersebut.

Jumali mengaku ikhlas menjalani hidupnya ini. Bagi dia, mencari nafkah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi dirinya selaku kepala keluarga. Apalagi, sang istri, yakni Rehani, 75, tengah sakit stroke sejak sekitar tujuh tahun lalu. Selain itu, ada seorang cucu yang tinggal bersama dia dan istrinya. Sedangkan dua anaknya sudah meninggal dunia.

Sementara itu, pertemuan antara Bupati Ipuk dan Jumali terjadi pada Senin (20/9) lalu. Tepatnya saat orang nomor satu di lingkup Pemkab Banyuwangi itu melintas di Jalan Letkol Istiqlah.

Begitu turun dari kendaraan yang ditumpangi, Ipuk langsung berjalan kaki menghampiri Jumali. Awalnya Ipuk menanyakan kabar pria yang berusia tiga per empat abad lebih tersebut.

Tanpa dinyana, ternyata sisi humoris Jumali muncul saat Ipuk menanyakan usianya. ”Bapak usia berapa?” tanya Ipuk. Jumali pun menjawab bahwa dirinya berusia sekitar 83 tahun. ”Wah hebat. Usia 83 tahun masih bisa sepedaan dari Macanputih ke sini (Kecamatan Giri, Red),” kata Ipuk. Seketika itu pula Jumali menimpali. ”Sebenarnya usia saya sama dengan usia Ibu,” kata dia sembari terkekeh dan disambut gelak tawa sang Bupati.

Bukan sekadar ngobrol, pada kesempatan itu Ipuk juga memberikan bantuan kepada pria yang satu ini. Belum berhenti sampai di situ, Ipuk juga menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan perhatian secara rutin kepada Jumali, baik untuk kebutuhan makan maupun kesehatan. ”Sehat selalu ya, Pak Jumali,” kata Ipuk.

Bahkan tidak hanya kepada Jumali, Ipuk juga mendoakan untuk semua orang yang terus ikhtiar dan berjuang, sedang sekolah, sedang bekerja, dan mereka yang sedang mempunyai hajat baik. ”Semoga diberikan kelancaran, kemudahan, dan keberkahan. Aamiin,” pungkasnya.

(bw/sgt/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia