alexametrics
23.7 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Semangat Bangkit, Siap Bikin Tenda

WONGSOREJO – Kejadian kebakaran sempat membuat terpukul para pedagang Pasar Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Namun, sebagian korban kebakaran sudah move on. Mereka siap bangkit. Kembali semangat bekerja meskipun penuh keterbatasan.

Semangat itu ditunjukkan Imam Mahmudi. Dia adalah salah satu pedagang korban kebakaran Pasar Galekan alias Pasar Desa Bajulmati.

Dalam waktu dekat, Imam Mahmudi berencana akan tetap berjualan di tempat semula. Lokasinya tetap di bekas kiosnya di Pasar Galekan. ”Saya akan bikin tenda. Darurat saja, biar tidak kepanasan atau kehujanan,” tuturnya.

Menurut Imam, untuk membangun kembali kiosnya di dalam pasar itu butuh biaya besar. Pun demikian untuk membangun lapak sederhana dari bahan kayu atau pun tripleks, masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, dirinya memilih untuk membuat tenda darurat dari bahan seadanya untuk tempat berjualan. ”Saya jualan konveksi. Baju-baju, aneka pakaian, dan sejenisnya. Ini harus bekerja untuk persiapan masa puasa Ramadan dan masa Lebaran Idul Fitri mendatang,” katanya. 

Baca Juga :  Selidiki Kasus Kebakaran, Kepala Pasar dan Penjaga Malam Diperiksa

Imam mengakui, modal kerja berjualan juga terpukul akibat musibah kebakaran pasar. Namun, dia akan berusaha mencari dukungan modal.

Sejauh ini, Imam mengaku sudah berjualan konveksi di Pasar Galekan selama hampir 30 tahun lamanya. ”Sudah kerja begini sejak sekitar tahun 1992,” ujar warga Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo itu.

Menghadapi rencana berjualan dengan tenda darurat, Imam mengaku tidak terlalu khawatir. Meski dirinya bukan warga Desa Bajulmati, tapi jarak rumahnya di Desa Sidodadi hanya sekitar 200 meter dari Pasar Desa Bajulmati. ”Tidak terlalu jauh. Itu rumah saya di seberang sungai, belakang pasar ini,” jelasnya.

Imam mengakui, biasanya barang dagangan ditaruh di toko di dalam kompleks Pasar Galekan. Dengan adanya rencana jualan dengan menggunakan tenda darurat, barang dagangan tentu saja akan dibawa pulang setiap hari. Sebab, tidak mungkin barang dagangan ditinggalkan begitu saja di tenda terbuka. Selain tidak aman, juga rentan rusak akibat cuaca. Memang, jika berdagang dengan tenda, konsekuensinya dia harus kerja lebih keras. ”Tapi tetap semangat. Insya Allah akan semangat kerja keras,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Rutin Lari Keliling Pantai Sambil Mengambili Sampah

WONGSOREJO – Kejadian kebakaran sempat membuat terpukul para pedagang Pasar Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Namun, sebagian korban kebakaran sudah move on. Mereka siap bangkit. Kembali semangat bekerja meskipun penuh keterbatasan.

Semangat itu ditunjukkan Imam Mahmudi. Dia adalah salah satu pedagang korban kebakaran Pasar Galekan alias Pasar Desa Bajulmati.

Dalam waktu dekat, Imam Mahmudi berencana akan tetap berjualan di tempat semula. Lokasinya tetap di bekas kiosnya di Pasar Galekan. ”Saya akan bikin tenda. Darurat saja, biar tidak kepanasan atau kehujanan,” tuturnya.

Menurut Imam, untuk membangun kembali kiosnya di dalam pasar itu butuh biaya besar. Pun demikian untuk membangun lapak sederhana dari bahan kayu atau pun tripleks, masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, dirinya memilih untuk membuat tenda darurat dari bahan seadanya untuk tempat berjualan. ”Saya jualan konveksi. Baju-baju, aneka pakaian, dan sejenisnya. Ini harus bekerja untuk persiapan masa puasa Ramadan dan masa Lebaran Idul Fitri mendatang,” katanya. 

Baca Juga :  Rujak Soto Jangan Kelor dan Pecel Pitik Jadi Obat Rindu

Imam mengakui, modal kerja berjualan juga terpukul akibat musibah kebakaran pasar. Namun, dia akan berusaha mencari dukungan modal.

Sejauh ini, Imam mengaku sudah berjualan konveksi di Pasar Galekan selama hampir 30 tahun lamanya. ”Sudah kerja begini sejak sekitar tahun 1992,” ujar warga Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo itu.

Menghadapi rencana berjualan dengan tenda darurat, Imam mengaku tidak terlalu khawatir. Meski dirinya bukan warga Desa Bajulmati, tapi jarak rumahnya di Desa Sidodadi hanya sekitar 200 meter dari Pasar Desa Bajulmati. ”Tidak terlalu jauh. Itu rumah saya di seberang sungai, belakang pasar ini,” jelasnya.

Imam mengakui, biasanya barang dagangan ditaruh di toko di dalam kompleks Pasar Galekan. Dengan adanya rencana jualan dengan menggunakan tenda darurat, barang dagangan tentu saja akan dibawa pulang setiap hari. Sebab, tidak mungkin barang dagangan ditinggalkan begitu saja di tenda terbuka. Selain tidak aman, juga rentan rusak akibat cuaca. Memang, jika berdagang dengan tenda, konsekuensinya dia harus kerja lebih keras. ”Tapi tetap semangat. Insya Allah akan semangat kerja keras,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Kerja Bakti Bersihkan Sisa Kebakaran Pasar Galekan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/