alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Sebagian Dagangan Selamat karena Belum Dibongkar

WONGSOREJO – Meski tokonya ludes terbakar, Nanik Kusumati, 54, masih bersyukur. Sebab, sebagian barang dagangan yang baru didapatnya dari kulakan, ternyata masih belum sempat dibongkar di rumah.

Barang dagangan Nanik berupa pakaian pria, wanita, anak-anak, seragam sekolah, songkok, dan berbagai jenis konveksi lainnya. Semua itu baru saja dibeli dari Surabaya. Semua barang yang baru datang itu juga masih utuh terjaga. Sebab, dia belum sempat membawanya ke toko yang terbakar. ”Saya baru saja pesan dan barangnya sudah datang. Tetapi tidak tahu kenapa, masih malas untuk mengecek dan membongkarnya,” ujar warga Dusun Galekan, Desa Bajulmati, Wongsorejo, Banyuwangi, ini.

Bahkan, Nanik juga sudah berbelanja via online di Surabaya. Barang yang dipesan juga masih belum datang. ”Sedih sih jelas iya karena toko dan barang-barang di toko sudah habis. Namun, masih bersyukur karena masih ada sebagian barang yang baru saya pesan dan belum datang. Sebagian barang juga masih utuh karena belum sempat saya bongkar isinya di rumah,” jelas ibu satu anak itu.

Baca Juga :  Pasrah, Pulang Salat Tahajud, Isi Toko Masih Aman

Nanik mengaku, dua los toko miliknya di Pasar Desa Bajulmati semua ludes terbakar bersama dengan seluruh isi dagangannya. Semua habis tiada tersisa. Dua kios lapak tersebut masing-masing untuk menjual pakaian pria dan wanita. ”Dari penghasilan toko ini, saya menyambung hidup,” tuturnya.

Jika ditotal, kerugian yang dialami Nanik mencapai Rp 400 jutaan. Maklum, toko yang dikelolanya itu adalah tinggalan orang tuanya, Haji Samsuri, sejak 25 tahun silam. ”Selain bangunan juga isi tokonya dari beberapa tahun lalu masih banyak,” ungkapnya.

Meski masih memiliki barang dagangan untuk dijual, Nanik mengaku masih belum ada pandangan untuk bisa kembali membangun toko yang sudah ludes terbakar tersebut. ”Kalau mau bangun sendiri, mungkin masih butuh waktu dan butuh modal lagi,” katanya.

Baca Juga :  Di Cemetuk PKI Mengibarkan Bendera Fatayat dan Ansor

Nanik juga masih belum berpikir lebih panjang mengenai rencana relokasi pedagang pasar yang terbakar tersebut ke areal Perhutani. Sebab untuk mendirikan bangunan kios lapak dagangan, juga dibutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. ”Semoga saja segera ada solusi dan rezeki, sehingga bisa bangkit untuk kembali berjualan mendekati Lebaran ini,” pungkasnya. 

WONGSOREJO – Meski tokonya ludes terbakar, Nanik Kusumati, 54, masih bersyukur. Sebab, sebagian barang dagangan yang baru didapatnya dari kulakan, ternyata masih belum sempat dibongkar di rumah.

Barang dagangan Nanik berupa pakaian pria, wanita, anak-anak, seragam sekolah, songkok, dan berbagai jenis konveksi lainnya. Semua itu baru saja dibeli dari Surabaya. Semua barang yang baru datang itu juga masih utuh terjaga. Sebab, dia belum sempat membawanya ke toko yang terbakar. ”Saya baru saja pesan dan barangnya sudah datang. Tetapi tidak tahu kenapa, masih malas untuk mengecek dan membongkarnya,” ujar warga Dusun Galekan, Desa Bajulmati, Wongsorejo, Banyuwangi, ini.

Bahkan, Nanik juga sudah berbelanja via online di Surabaya. Barang yang dipesan juga masih belum datang. ”Sedih sih jelas iya karena toko dan barang-barang di toko sudah habis. Namun, masih bersyukur karena masih ada sebagian barang yang baru saya pesan dan belum datang. Sebagian barang juga masih utuh karena belum sempat saya bongkar isinya di rumah,” jelas ibu satu anak itu.

Baca Juga :  Kitab Arba’in Nawawiyah Memuat Kumpulan Hadits Nabi

Nanik mengaku, dua los toko miliknya di Pasar Desa Bajulmati semua ludes terbakar bersama dengan seluruh isi dagangannya. Semua habis tiada tersisa. Dua kios lapak tersebut masing-masing untuk menjual pakaian pria dan wanita. ”Dari penghasilan toko ini, saya menyambung hidup,” tuturnya.

Jika ditotal, kerugian yang dialami Nanik mencapai Rp 400 jutaan. Maklum, toko yang dikelolanya itu adalah tinggalan orang tuanya, Haji Samsuri, sejak 25 tahun silam. ”Selain bangunan juga isi tokonya dari beberapa tahun lalu masih banyak,” ungkapnya.

Meski masih memiliki barang dagangan untuk dijual, Nanik mengaku masih belum ada pandangan untuk bisa kembali membangun toko yang sudah ludes terbakar tersebut. ”Kalau mau bangun sendiri, mungkin masih butuh waktu dan butuh modal lagi,” katanya.

Baca Juga :  Semangat Bangkit, Siap Bikin Tenda

Nanik juga masih belum berpikir lebih panjang mengenai rencana relokasi pedagang pasar yang terbakar tersebut ke areal Perhutani. Sebab untuk mendirikan bangunan kios lapak dagangan, juga dibutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. ”Semoga saja segera ada solusi dan rezeki, sehingga bisa bangkit untuk kembali berjualan mendekati Lebaran ini,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/