alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Pedagang Pasar Galekan Menolak Direlokasi

WONGSOREJO – Para pedagang Pasar Galekan, Bajulmati, Wongsorejo, Banyuwangi, korban musibah kebakaran menolak direlokasi di tempat baru. Mereka memilih bertahan di los dalam pasar Desa Bajulmati tersebut. Mereka juga sepakat mendirikan kios dagangan sederhana secara mandiri.

Keputusan kesepakatan itu terungkap saat Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Wongsorejo menggelar pertemuan bersama pedagang korban kebakaran di Balai Desa Bajulmati, Rabu lalu (19/1).

Camat Wongsprejo Nuril Falah mengatakan, seluruh pedagang korban kebakaran sudah dikumpulkan dalam pertemuan di Balai Desa Bajulmati. Beberapa isi kesepakatan itu di antaranya pedagang menolak direlokasi ke tempat yang baru. Mereka lebih memilih bertahan di los dalam Pasar Galekan. ”Lokasi pasar yang terbakar sudah kita bersihkan, agar pedagang bisa kembali semangat berjualan,” ungkapnya.

Setelah dibersihkan, kata Nuril Falah, Pemkab Banyuwangi berencana akan membantu pavingisasi lokasi jalan masuk ke dalam pasar agar terlihat lebih rapi, indah, bersih, dan nyaman. ”Intinya para pedagang ingin tetap bertahan di lokasi kios yang terbakar dan sudah dibersihkan itu,” katanya.

Baca Juga :  Nekat Keluar dari Kerja di Kantor untuk Buka Usaha Sendiri

Pedagang juga akan mendirikan kembali lapak dagangan mereka yang telah ludes terbakar dengan bangunan seadanya terlebih dahulu alias tidak permanen. Sehingga, jika ada proyek pembangunan pasar dari Pemkab Banyuwangi, pedagang tidak keberatan untuk membongkar kembali bangunan semipermanen tersebut.

Jika tidak ada halangan, Senin besok (24/1), para pedagang mulai akan kembali menata kembali lapak dagangan yang telah ludes terbakar dengan bangunan semipermanen. Mereka juga bisa membuka lapak dagangan. Karena bagi pedagang, dalam tiga bulan ke depan mereka akan mendapatkan hasil dari berjualan pakaian saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Namun demikian, lanjut Nuril Falah, lapak dagangan semipermanen yang akan kembali didirikan para pedagang tersebut masih belum didukung sarana listrik. Semua kabel dan instalasi listrik di los pasar habis terbakar. Padahal sebelumnya, pedagang telah menjadi pelanggan PLN. ”Para pedagang berharap agar ada kebijakan dari PLN untuk membantu para pedagang korban kebakaran ini. Mereka memang pelanggan PLN atau telah memiliki meter listrik sebelum peristiwa kebakaran,” terangnya.

Baca Juga :  Kerja Bakti Bersihkan Sisa Kebakaran Pasar Galekan

Nuril berharap, pihak PLN bisa membantu saat pemasangan instalasi listrik di kios semipermanen yang akan didirikan para pedagang secara mandiri. ”Kami mohon PLN juga tidak membiarkan pedagang ini memasang instalasi listrik sendiri. Karena jika dibiarkan, potensinya juga akan kembali membuat korsleting listrik dan kebakaran kios pedagang. Makanya harus benar-benar diawasi secara serius agar seluruh instalasi saluran listrik aman,” tegasnya

Meski belum sebulan pasca peristiwa kebakaran, para pedagang memiliki keinginan dan tekad yang kuat untuk kembali bangkit berjualan kembali meski dengan kondisi seadanya. ”Semoga pihak perbankan juga bisa membantu dari sisi permodalan bagi para korban musibah kebakaran ini,” pungkasnya. 

WONGSOREJO – Para pedagang Pasar Galekan, Bajulmati, Wongsorejo, Banyuwangi, korban musibah kebakaran menolak direlokasi di tempat baru. Mereka memilih bertahan di los dalam pasar Desa Bajulmati tersebut. Mereka juga sepakat mendirikan kios dagangan sederhana secara mandiri.

Keputusan kesepakatan itu terungkap saat Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Wongsorejo menggelar pertemuan bersama pedagang korban kebakaran di Balai Desa Bajulmati, Rabu lalu (19/1).

Camat Wongsprejo Nuril Falah mengatakan, seluruh pedagang korban kebakaran sudah dikumpulkan dalam pertemuan di Balai Desa Bajulmati. Beberapa isi kesepakatan itu di antaranya pedagang menolak direlokasi ke tempat yang baru. Mereka lebih memilih bertahan di los dalam Pasar Galekan. ”Lokasi pasar yang terbakar sudah kita bersihkan, agar pedagang bisa kembali semangat berjualan,” ungkapnya.

Setelah dibersihkan, kata Nuril Falah, Pemkab Banyuwangi berencana akan membantu pavingisasi lokasi jalan masuk ke dalam pasar agar terlihat lebih rapi, indah, bersih, dan nyaman. ”Intinya para pedagang ingin tetap bertahan di lokasi kios yang terbakar dan sudah dibersihkan itu,” katanya.

Baca Juga :  Banyuwangi Sudah Ekspor Pisang Sejak 1913

Pedagang juga akan mendirikan kembali lapak dagangan mereka yang telah ludes terbakar dengan bangunan seadanya terlebih dahulu alias tidak permanen. Sehingga, jika ada proyek pembangunan pasar dari Pemkab Banyuwangi, pedagang tidak keberatan untuk membongkar kembali bangunan semipermanen tersebut.

Jika tidak ada halangan, Senin besok (24/1), para pedagang mulai akan kembali menata kembali lapak dagangan yang telah ludes terbakar dengan bangunan semipermanen. Mereka juga bisa membuka lapak dagangan. Karena bagi pedagang, dalam tiga bulan ke depan mereka akan mendapatkan hasil dari berjualan pakaian saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Namun demikian, lanjut Nuril Falah, lapak dagangan semipermanen yang akan kembali didirikan para pedagang tersebut masih belum didukung sarana listrik. Semua kabel dan instalasi listrik di los pasar habis terbakar. Padahal sebelumnya, pedagang telah menjadi pelanggan PLN. ”Para pedagang berharap agar ada kebijakan dari PLN untuk membantu para pedagang korban kebakaran ini. Mereka memang pelanggan PLN atau telah memiliki meter listrik sebelum peristiwa kebakaran,” terangnya.

Baca Juga :  Tidak Pernah Mengaji, Menteri era Soeharto Sering Datang

Nuril berharap, pihak PLN bisa membantu saat pemasangan instalasi listrik di kios semipermanen yang akan didirikan para pedagang secara mandiri. ”Kami mohon PLN juga tidak membiarkan pedagang ini memasang instalasi listrik sendiri. Karena jika dibiarkan, potensinya juga akan kembali membuat korsleting listrik dan kebakaran kios pedagang. Makanya harus benar-benar diawasi secara serius agar seluruh instalasi saluran listrik aman,” tegasnya

Meski belum sebulan pasca peristiwa kebakaran, para pedagang memiliki keinginan dan tekad yang kuat untuk kembali bangkit berjualan kembali meski dengan kondisi seadanya. ”Semoga pihak perbankan juga bisa membantu dari sisi permodalan bagi para korban musibah kebakaran ini,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Sempat Mondok di Pesantren Ibnu Sina

Ombak Besar Hantam Perahu Nelayan

Limbah Bekas Tes Antigen Dibuang ke Laut

Artikel Terbaru

/