alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Pasar Galekan Dibangun Tahun Ini, Butuh Dana Rp 800 Juta

BANYUWANGI – Pemerintah hadir mengatasi kesulitan rakyat. Semangat itulah yang kini digelorakan Pemkab Banyuwangi. Tidak terkecuali pada musibah kebakaran yang meluluhlantakkan 140 kios Pasar Galekan alias Pasar Desa Bajulmati di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Sabtu pekan lalu (15/1).

Begitu mendengar kabar Pasar Galekan terbakar, Bupati Ipuk Fiestiandani langsung melakukan tinjau lokasi pada Sabtu pagi. Bukan sekadar meninjau, dia juga berdialog dengan sejumlah pedagang. Bukan itu saja, Bupati Ipuk juga berdiskusi dengan kepala desa (kades) setempat serta Camat Wongsorejo untuk mencari solusi terbaik.

Salah satu solusi yang ditawarkan pemkab adalah relokasi pedagang agar mereka bisa segera kembali berjualan. Pemkab menyiapkan lahannya, yakni di sisi utara pasar. Karena ada ratusan pedagang yang terdampak, direncanakan juga akan menggunakan lahan milik Perhutani.

Tidak hanya itu, pemkab juga segera mengoordinasikan renovasi pasar yang notabene merupakan aset Desa Bajulmati tersebut. ”Segera kami kami bahas,” tegasnya saat melakukan meninjau Pasar Galekan.

Baca Juga :  Pusat ekonomi BWI yang Kurang Terawat

Statemen Bupati Ipuk ternyata bukan sekadar isapan jempol. Buktinya, pemkab menyiapkan anggaran untuk pembenahan pasar tradisional yang berlokasi di ujung utara Bumi Blambangan tersebut.

Saat dihubungi wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, walaupun Pasar Galekan merupakan aset Pemerintah Desa Bajulmati, namun pemkab tetap akan turun tangan melakukan pembenahan atau renovasi. ”Kami tidak melihat itu aset desa atau aset pemkab. Tetap kami anggarkan di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU-CKPP) Banyuwangi pada tahun 2022 ini,” ujarnya Jumat (21/1).

Mujiono menjelaskan, renovasi Pasar Galekan itu merupakan salah satu upaya pemkab untuk menggeliatkan kembali ekonomi masyarakat Banyuwangi. Apalagi, beberapa tahun terakhir ekonomi sulit imbas pandemi Covid-19. ”Maka, pemkab hadir untuk membantu mengatasi permasalahan ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Tampung Tinja Dalam Bak, Manfaatkan Gas Metan Untuk Memasak

Mujiono menuturkan, dana yang dibutuhkan untuk merenovasi Pasar Galekan berkisar Rp 800 juta. ”Nilai itu pun tidak bisa secara keseluruhan ditanggung pemkab. Kami akan mencoba sharing dengan para pedagang pasar. Permintaan mereka yang penting tertutup. Bidak-bidaknya diatur oleh para pedagang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mujiono menjelaskan, anggaran renovasi Pasar Galekan tersebut akan dimasukkan pos belanja barang dan jasa. Bukan belanja modal. ”Sebab, setelah renovasi akan dihibahkan kepada pemerintah desa setempat untuk dikelola,” terangnya.

Sementara itu, bukan sekadar menyiapkan anggaran renovasi Pasar Desa Bajulmati, jajaran pemkab juga bergerak cepat membersihkan lokasi dari puing-puing sisa kebakaran. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU-CKPP Banyuwangi Danang Hartanto mengakui, pembersihan sisa-sisa kebakaran menjadi fokus utama pihaknya. ”Kami menerjunkan satu alat berat untuk membersihkan lokasi pasar yang terbakar,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Pemerintah hadir mengatasi kesulitan rakyat. Semangat itulah yang kini digelorakan Pemkab Banyuwangi. Tidak terkecuali pada musibah kebakaran yang meluluhlantakkan 140 kios Pasar Galekan alias Pasar Desa Bajulmati di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Sabtu pekan lalu (15/1).

Begitu mendengar kabar Pasar Galekan terbakar, Bupati Ipuk Fiestiandani langsung melakukan tinjau lokasi pada Sabtu pagi. Bukan sekadar meninjau, dia juga berdialog dengan sejumlah pedagang. Bukan itu saja, Bupati Ipuk juga berdiskusi dengan kepala desa (kades) setempat serta Camat Wongsorejo untuk mencari solusi terbaik.

Salah satu solusi yang ditawarkan pemkab adalah relokasi pedagang agar mereka bisa segera kembali berjualan. Pemkab menyiapkan lahannya, yakni di sisi utara pasar. Karena ada ratusan pedagang yang terdampak, direncanakan juga akan menggunakan lahan milik Perhutani.

Tidak hanya itu, pemkab juga segera mengoordinasikan renovasi pasar yang notabene merupakan aset Desa Bajulmati tersebut. ”Segera kami kami bahas,” tegasnya saat melakukan meninjau Pasar Galekan.

Baca Juga :  Pasrah, Pulang Salat Tahajud, Isi Toko Masih Aman

Statemen Bupati Ipuk ternyata bukan sekadar isapan jempol. Buktinya, pemkab menyiapkan anggaran untuk pembenahan pasar tradisional yang berlokasi di ujung utara Bumi Blambangan tersebut.

Saat dihubungi wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, walaupun Pasar Galekan merupakan aset Pemerintah Desa Bajulmati, namun pemkab tetap akan turun tangan melakukan pembenahan atau renovasi. ”Kami tidak melihat itu aset desa atau aset pemkab. Tetap kami anggarkan di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU-CKPP) Banyuwangi pada tahun 2022 ini,” ujarnya Jumat (21/1).

Mujiono menjelaskan, renovasi Pasar Galekan itu merupakan salah satu upaya pemkab untuk menggeliatkan kembali ekonomi masyarakat Banyuwangi. Apalagi, beberapa tahun terakhir ekonomi sulit imbas pandemi Covid-19. ”Maka, pemkab hadir untuk membantu mengatasi permasalahan ini,” tegasnya.

Baca Juga :  BRI Beri Santunan Kepada Pedagang Pasar Kalibaru

Mujiono menuturkan, dana yang dibutuhkan untuk merenovasi Pasar Galekan berkisar Rp 800 juta. ”Nilai itu pun tidak bisa secara keseluruhan ditanggung pemkab. Kami akan mencoba sharing dengan para pedagang pasar. Permintaan mereka yang penting tertutup. Bidak-bidaknya diatur oleh para pedagang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mujiono menjelaskan, anggaran renovasi Pasar Galekan tersebut akan dimasukkan pos belanja barang dan jasa. Bukan belanja modal. ”Sebab, setelah renovasi akan dihibahkan kepada pemerintah desa setempat untuk dikelola,” terangnya.

Sementara itu, bukan sekadar menyiapkan anggaran renovasi Pasar Desa Bajulmati, jajaran pemkab juga bergerak cepat membersihkan lokasi dari puing-puing sisa kebakaran. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU-CKPP Banyuwangi Danang Hartanto mengakui, pembersihan sisa-sisa kebakaran menjadi fokus utama pihaknya. ”Kami menerjunkan satu alat berat untuk membersihkan lokasi pasar yang terbakar,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/