alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Ikhlas Menerima sebagai Musibah

WONGSOREJO – Para pedagang korban kebakaran Pasar Galekan, Wongsorejo, Banyuwangi, menerima dengan ikhlas musibah kebakaran yang menghabiskan lapak dan dagangan mereka. Mereka menyebut ini sebagai bentuk ujian.

Hajah Ratna Ningsih mengaku jika lapak dagangannya habis terbakar. Seluruh barang dagangannya hangus dilalap si jago merah. ”Mau bagaimana lagi, sudah terbakar ya sudah kita terima ini sebagai musibah, bencana dan ujian. Semoga Allah segera mengganti yang lebih baik,” ujar perempuan yang akrab disapa Hajah Ning itu.

Warga Desa Galekan, Kecamatan Wongsorejo, ini mengaku sudah lama berjualan di los dalam pasar bernama resmi Pasar Desa Bajulmati itu. Dia memiliki satu kios yang memperjualbelikan pakaian konveksi dan aneka jenis kerudung. Namun, ketika pasar yang menjadi sentra penghasilan menyambung kehidupan keluarga habis ludes terbakar, dia hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan ketabahan serta kelapangan rezeki. ”Saya bersyukur tidak sampai jatuh korban jiwa, hanya kerugian materi saja yang masih bisa dicari,” katanya.

Ning mengaku sudah mempersiapkan dagangan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang tinggal tiga bulan lagi dengan melengkapi dagangannya. ”Saya sudah pesan belanjaan dengan nominal yang tidak banyak, karena memang bertahap dan modal kecil,” jelasnya.

Modal yang digunakan untuk melengkapi barang dagangannya di pasar hanya berkisar puluhan juta rupiah, tidak sampai ratusan juta rupiah seperti pedagang lainnya. Karena memang selain keterbatasan kios, juga karena faktor permodalan. ”Kalau ada pinjaman modal, mungkin akan sangat membantu kami para korban musibah kebakaran ini untuk kembali bangkit. Tapi jika bisa diberikan kemudahan dan keluwesan dalam hal pembayaran,” harapnya.

Jika para pedagang korban musibah kebakaran ini diberikan kemudahan dalam hal permodalan, dia yakin para pedagang korban kebakaran akan bisa bangkit kembali dari sisi perekonomiannya. Sebab dari hasil survei beberapa perbankan, para pedagang Pasar Galekan termasuk pedagang yang memiliki komitmen dan pembayaran cicilan yang baik alias kreditnya tidak macet. ”Semoga pihak bank bisa membantu permodalan yang ringan dan tidak memberatkan pedagang. Agar mereka bisa kembali bangkit untuk berjualan lagi,” harapnya. 

WONGSOREJO – Para pedagang korban kebakaran Pasar Galekan, Wongsorejo, Banyuwangi, menerima dengan ikhlas musibah kebakaran yang menghabiskan lapak dan dagangan mereka. Mereka menyebut ini sebagai bentuk ujian.

Hajah Ratna Ningsih mengaku jika lapak dagangannya habis terbakar. Seluruh barang dagangannya hangus dilalap si jago merah. ”Mau bagaimana lagi, sudah terbakar ya sudah kita terima ini sebagai musibah, bencana dan ujian. Semoga Allah segera mengganti yang lebih baik,” ujar perempuan yang akrab disapa Hajah Ning itu.

Warga Desa Galekan, Kecamatan Wongsorejo, ini mengaku sudah lama berjualan di los dalam pasar bernama resmi Pasar Desa Bajulmati itu. Dia memiliki satu kios yang memperjualbelikan pakaian konveksi dan aneka jenis kerudung. Namun, ketika pasar yang menjadi sentra penghasilan menyambung kehidupan keluarga habis ludes terbakar, dia hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan ketabahan serta kelapangan rezeki. ”Saya bersyukur tidak sampai jatuh korban jiwa, hanya kerugian materi saja yang masih bisa dicari,” katanya.

Ning mengaku sudah mempersiapkan dagangan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang tinggal tiga bulan lagi dengan melengkapi dagangannya. ”Saya sudah pesan belanjaan dengan nominal yang tidak banyak, karena memang bertahap dan modal kecil,” jelasnya.

Modal yang digunakan untuk melengkapi barang dagangannya di pasar hanya berkisar puluhan juta rupiah, tidak sampai ratusan juta rupiah seperti pedagang lainnya. Karena memang selain keterbatasan kios, juga karena faktor permodalan. ”Kalau ada pinjaman modal, mungkin akan sangat membantu kami para korban musibah kebakaran ini untuk kembali bangkit. Tapi jika bisa diberikan kemudahan dan keluwesan dalam hal pembayaran,” harapnya.

Jika para pedagang korban musibah kebakaran ini diberikan kemudahan dalam hal permodalan, dia yakin para pedagang korban kebakaran akan bisa bangkit kembali dari sisi perekonomiannya. Sebab dari hasil survei beberapa perbankan, para pedagang Pasar Galekan termasuk pedagang yang memiliki komitmen dan pembayaran cicilan yang baik alias kreditnya tidak macet. ”Semoga pihak bank bisa membantu permodalan yang ringan dan tidak memberatkan pedagang. Agar mereka bisa kembali bangkit untuk berjualan lagi,” harapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/