alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Komunitas Lare Drone Banyuwangi

Pemetaan Lahan Pakai Drone Kian Diminati

RadarBanyuwangi.id – Foto dari udara memang menyajikan sesuatu berbeda dan mungkin belum pernah terekspos sebelumnya. Tak heran, banyak yang memanfaatkan jasa foto dari udara dengan media pesawat tanpa awak (drone).

Foto dari udara kerap dimanfaatkan untuk kepentingan promosi destinasi wisata dan lain sebagainya. Bahkan bukan sekadar untuk sarana promosi, foto dari udara ternyata banyak kerap digunakan untuk berbagai keperluan. Termasuk untuk pemetaan dan pengukuran lahan.

Seperti diutarakan salah satu anggota komunitas Lare Drone Banyuwangi, Hendri Wigiarto. Dia mengaku, dirinya mengambil foto dari udara menggunakan drone untuk menyalurkan hobi. ”Tetapi ternyata hobi ini bisa menghasilkan uang. Makanya, kami dan beberapa rekan kami menyediakan jasa foto dari udara,” ujarnya.

TIM: Kru redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi sering menggunakan drone untuk pemotretan berita di media cetak dan online. (Bayu Saksono/Radar Banyuwangi)

Hendri menuturkan, spot yang kerap dijadikan objek foto dari udara adalah destinasi-destinasi wisata yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Namun, ada juga yang memilih ”jalur” lain, yakni menyediakan jasa fotografi udara untuk pemetaan lahan. ”Sementara baru saya yang ’lari’ ke pemetaan lahan. Teman-teman yang lain masih enjoy untuk spot-spot foto tempat pariwisata,” kata dia.

Hendri menambahkan, di beberapa daerah teknologi drone juga sudah dimanfaatkan untuk pengukuran lahan, memotret jalur hijau, dan lain sebagainya. ”Contohnya di Kalimantan, dimanfaatkan untuk menghitung kelapa sawit,” kata dia.

Hendri menuturkan, sebagian pihak lebih suka melakukan pengukuran lahan menggunakan drone karena memiliki beberapa keunggulan. ”Di antaranya visual dapat, akuisisi data lebih cepat dan akurat karena memanfaatkan teknologi sistem pemosisi global (global positioning system/GPS),” tuturnya.

Sementara itu, selain sebagai media silaturahmi, Hendri mengaku Komunitas Lare Drone Banyuwangi juga dimanfaatkan sebagai sarana sharing pengalaman hingga aturan yang berlaku. Contohnya, larangan menerbangkan drone di sekitar bandara dan aturan-aturan lain. (sgt/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Foto dari udara memang menyajikan sesuatu berbeda dan mungkin belum pernah terekspos sebelumnya. Tak heran, banyak yang memanfaatkan jasa foto dari udara dengan media pesawat tanpa awak (drone).

Foto dari udara kerap dimanfaatkan untuk kepentingan promosi destinasi wisata dan lain sebagainya. Bahkan bukan sekadar untuk sarana promosi, foto dari udara ternyata banyak kerap digunakan untuk berbagai keperluan. Termasuk untuk pemetaan dan pengukuran lahan.

Seperti diutarakan salah satu anggota komunitas Lare Drone Banyuwangi, Hendri Wigiarto. Dia mengaku, dirinya mengambil foto dari udara menggunakan drone untuk menyalurkan hobi. ”Tetapi ternyata hobi ini bisa menghasilkan uang. Makanya, kami dan beberapa rekan kami menyediakan jasa foto dari udara,” ujarnya.

TIM: Kru redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi sering menggunakan drone untuk pemotretan berita di media cetak dan online. (Bayu Saksono/Radar Banyuwangi)

Hendri menuturkan, spot yang kerap dijadikan objek foto dari udara adalah destinasi-destinasi wisata yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Namun, ada juga yang memilih ”jalur” lain, yakni menyediakan jasa fotografi udara untuk pemetaan lahan. ”Sementara baru saya yang ’lari’ ke pemetaan lahan. Teman-teman yang lain masih enjoy untuk spot-spot foto tempat pariwisata,” kata dia.

Hendri menambahkan, di beberapa daerah teknologi drone juga sudah dimanfaatkan untuk pengukuran lahan, memotret jalur hijau, dan lain sebagainya. ”Contohnya di Kalimantan, dimanfaatkan untuk menghitung kelapa sawit,” kata dia.

Hendri menuturkan, sebagian pihak lebih suka melakukan pengukuran lahan menggunakan drone karena memiliki beberapa keunggulan. ”Di antaranya visual dapat, akuisisi data lebih cepat dan akurat karena memanfaatkan teknologi sistem pemosisi global (global positioning system/GPS),” tuturnya.

Sementara itu, selain sebagai media silaturahmi, Hendri mengaku Komunitas Lare Drone Banyuwangi juga dimanfaatkan sebagai sarana sharing pengalaman hingga aturan yang berlaku. Contohnya, larangan menerbangkan drone di sekitar bandara dan aturan-aturan lain. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/