alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Tiga Kali Pergoki Pencuri, Tidak Mau Lapor Polisi

Cerita Penjual Cabai yang Memaafkan Pencuri

RadarBanyuwangi.id – Sungguh mulia hati Cindira Lastuhu, 26, pedagang cabai rawit di Pasar Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, itu memaafkan pengutil dagangannya. Meski berhasil memergoki, tetap diminta pulang.

Cindira tak menyangka video yang diunggah pada Rabu (17/3) lalu di halaman FaceBook (FB) mendapat tanggapan lebih dari 1.000 orang. Video unggahan yang berisi aksi seorang emak-emak mencuri cabai di lapak dagangannya, sudah dibagikan sekitar 300 kali. Ia juga tak menyangka videonya itu viral seantero Nusantara.

Dalam video berdurasi dua menit sembilan detik itu, seorang wanita mengenakan kerudung panjang berwarna hitam dengan corak putih, bermasker kain dan membawa tas kecil, asyik mengutil cabai rawit dagangannya. Itu dilakukan dengan cara tas dimasukan ke dalam kerudung, kemudian tangannya mengeruk cabai dan dimasukan ke tasnya. Meski sudah mengetahui aksi emak-emak yang berumur sekitar 40 hingga 50 tahun itu, tapi Cindira tetap fokus merekam aksi ibu itu dengan ponsel miliknya.

Cindira menyebut ibu-ibu yang tidak diketahui identitasnya itu, sudah tiga kali melakukan aksi pencurian cabai rawit di lapaknya. Modus yang dilakukan ibu-ibu itu, juga terkesan mengecoh pedagangnya, yakni dengan cara ikut membeli beberapa bumbu masak yang dijual. “Saat itu sekitar pukul 07.00, ibu-ibu itu datang dan membeli bumbu masak seperti kunyit, kemiri, dan bawang,” ujarnya.

Baca Juga :  Gen-Z Tak Kenal Disket dan Rol Film

Aksi pertama dilakukan pada r Sabtu (6/3). Saat itu, ibu ini  mengenakan kerudung panjang hingga menutupi setengah badannya. Ia duduk di depan dagangannya. Perempuan itu duduk tepat di bawah cabai rawit dagangannya. “Saat kejadian pertama saya tidak curiga. Ia duduk di bawah cabai rawit dan bertransaksi seperti biasa. Setelah pergi, ada satu kilogram cabai rawit milik saya raib,” ungkapnya.

Aksi kedua dilakukan pada Kamis (11/3). Pakaian yang dikenakan wanita itu juga sama persis, yakni memakai kerudung panjang dengan warna gelap bercorak putih, ia membawa tas jinjing. Perempuan itu kembali membeli bumbu dapur, dan duduk di atas cabai rawit. Saat itu, Cindira sudah mulai curiga dengan gerak-geriknya. Tetapi tidak berani menegur. Usai membeli bumbu dapur, wanita itu pergi dan cabai rawit dagangannya juga kembali raib. “Saat yang kedua, juga sekitar satu kilogram cabai hilang,” katanya.

Berselang lima hari kemudian, wanita itu kembali datang ke lapak milik Cindira. Untuk yang kali ketiga ini, Cindira tak lengah. Saat wanita itu beraksi, ia mengambil ponselnya dan merekam aksi wanita itu saat mengeruk cabai rawit dagangannya. “Saat kali ketiga itulah saya merekam seluruh aksi wanita itu dengan ponsel yang saya pegang,” cetusnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Tembus Rp 34 Ribu, Diperikirakan Terus Melonjak

Saat ditegur, ibu itu terlihat pasrah dan mengakui perbuatannya. Seluruh pedagang juga ikut menceramahi ibu tersebut. Kemudian, ia mengeluarkan tasnya dan mengembalikan seluruh cabai rawit yang sudah dikeruk. “Tidak mengatakan apa-apa, langsung pergi meninggalkan pasar,” ungkapnya.

Pasca kejadian pencurian cabai rawit itu, para pedagang pasar juga tidak pernah melihat wanita itu mengunjungi Pasar Sumberayu. Cindira juga sudah memaafkan perbuatan wanita tersebut, meski telah mencuri dua kilogram cabai rawit dagangannya. “Saya sangat kasihan terhadap ibu itu, seharusnya tidak mencuri seperti itu,” katanya.

Cindira mengaku sudah menghapus seluruh unggahan aksi pencurian ibu itu di akun FB miliknya. Awalnya, ia hanya ingin ibu itu mendapat efek jera atas perbuatannya. Tapi lama-lama, ia juga tidak tega. Ibu itu tidak dilaporkan ke polisi. “Biar saja, saya ihklaskan. Saya juga sudah memaafkan perbuatan ibu itu. Mungkin ibu itu juga sangat butuh cabai untuk memasak dan pasti juga punya keluarga yang menunggunya di rumah,” ungkapnya sambil tersenyum. (kri/abi)

Cerita Penjual Cabai yang Memaafkan Pencuri

RadarBanyuwangi.id – Sungguh mulia hati Cindira Lastuhu, 26, pedagang cabai rawit di Pasar Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, itu memaafkan pengutil dagangannya. Meski berhasil memergoki, tetap diminta pulang.

Cindira tak menyangka video yang diunggah pada Rabu (17/3) lalu di halaman FaceBook (FB) mendapat tanggapan lebih dari 1.000 orang. Video unggahan yang berisi aksi seorang emak-emak mencuri cabai di lapak dagangannya, sudah dibagikan sekitar 300 kali. Ia juga tak menyangka videonya itu viral seantero Nusantara.

Dalam video berdurasi dua menit sembilan detik itu, seorang wanita mengenakan kerudung panjang berwarna hitam dengan corak putih, bermasker kain dan membawa tas kecil, asyik mengutil cabai rawit dagangannya. Itu dilakukan dengan cara tas dimasukan ke dalam kerudung, kemudian tangannya mengeruk cabai dan dimasukan ke tasnya. Meski sudah mengetahui aksi emak-emak yang berumur sekitar 40 hingga 50 tahun itu, tapi Cindira tetap fokus merekam aksi ibu itu dengan ponsel miliknya.

Cindira menyebut ibu-ibu yang tidak diketahui identitasnya itu, sudah tiga kali melakukan aksi pencurian cabai rawit di lapaknya. Modus yang dilakukan ibu-ibu itu, juga terkesan mengecoh pedagangnya, yakni dengan cara ikut membeli beberapa bumbu masak yang dijual. “Saat itu sekitar pukul 07.00, ibu-ibu itu datang dan membeli bumbu masak seperti kunyit, kemiri, dan bawang,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Dipesan Pejabat hingga Luar Daerah

Aksi pertama dilakukan pada r Sabtu (6/3). Saat itu, ibu ini  mengenakan kerudung panjang hingga menutupi setengah badannya. Ia duduk di depan dagangannya. Perempuan itu duduk tepat di bawah cabai rawit dagangannya. “Saat kejadian pertama saya tidak curiga. Ia duduk di bawah cabai rawit dan bertransaksi seperti biasa. Setelah pergi, ada satu kilogram cabai rawit milik saya raib,” ungkapnya.

Aksi kedua dilakukan pada Kamis (11/3). Pakaian yang dikenakan wanita itu juga sama persis, yakni memakai kerudung panjang dengan warna gelap bercorak putih, ia membawa tas jinjing. Perempuan itu kembali membeli bumbu dapur, dan duduk di atas cabai rawit. Saat itu, Cindira sudah mulai curiga dengan gerak-geriknya. Tetapi tidak berani menegur. Usai membeli bumbu dapur, wanita itu pergi dan cabai rawit dagangannya juga kembali raib. “Saat yang kedua, juga sekitar satu kilogram cabai hilang,” katanya.

Berselang lima hari kemudian, wanita itu kembali datang ke lapak milik Cindira. Untuk yang kali ketiga ini, Cindira tak lengah. Saat wanita itu beraksi, ia mengambil ponselnya dan merekam aksi wanita itu saat mengeruk cabai rawit dagangannya. “Saat kali ketiga itulah saya merekam seluruh aksi wanita itu dengan ponsel yang saya pegang,” cetusnya.

Baca Juga :  Berjuang Selamatkan Telur Penyu dari Incaran Predator

Saat ditegur, ibu itu terlihat pasrah dan mengakui perbuatannya. Seluruh pedagang juga ikut menceramahi ibu tersebut. Kemudian, ia mengeluarkan tasnya dan mengembalikan seluruh cabai rawit yang sudah dikeruk. “Tidak mengatakan apa-apa, langsung pergi meninggalkan pasar,” ungkapnya.

Pasca kejadian pencurian cabai rawit itu, para pedagang pasar juga tidak pernah melihat wanita itu mengunjungi Pasar Sumberayu. Cindira juga sudah memaafkan perbuatan wanita tersebut, meski telah mencuri dua kilogram cabai rawit dagangannya. “Saya sangat kasihan terhadap ibu itu, seharusnya tidak mencuri seperti itu,” katanya.

Cindira mengaku sudah menghapus seluruh unggahan aksi pencurian ibu itu di akun FB miliknya. Awalnya, ia hanya ingin ibu itu mendapat efek jera atas perbuatannya. Tapi lama-lama, ia juga tidak tega. Ibu itu tidak dilaporkan ke polisi. “Biar saja, saya ihklaskan. Saya juga sudah memaafkan perbuatan ibu itu. Mungkin ibu itu juga sangat butuh cabai untuk memasak dan pasti juga punya keluarga yang menunggunya di rumah,” ungkapnya sambil tersenyum. (kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/