28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Berat Tinggalkan Situbondo, Mantan Kapolres Anggap Jurnalis Sebagai Saudara

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Kapolres Situbondo AKBP dr Andi Sinjaya harus mengakhiri tugasnya di Kota Santri. Jabatan Kapolres Situbondo, Jumat 20 Desember 2022, diserahterimakan kepada AKBP Dwi Sumrahadi R.

AKBP Andi Sinjaya telah bertugas di Kabupaten Situbondo sekitar satu tahun. Meski demikian, banyak hal yang membuatnya terkenang dengan kota kecil di ujung timur Pulau Jawa ini. Sebab itulah, dia mengaku berat untuk meninggalkan Kota Situbondo.

Namun, seperti apa pun, Andi tetap harus meninggalkan Kabupaten Situbondo karena sudah mendapat tugas baru dari Polri. Posisinya telah resmi digantikan AKBP Dwi Sumrahadi.

Kapolres Andi mengaku banyak memiliki kenangan yang sulit dilupakan. Selama menjalankan tugas di Kota Santri, dirinya sangat bangga karena telah banyak bersinergi dengan para ulama dan kiai dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif.

”Alhamdulillah, selama saya menjabat menjadi Kapolres Situbondo saya merasa banyak dibantu oleh para tokoh masyarakat dan ulama. Sehingga, kondusivitas di Situbondo cukup baik,” kata Andi pada koran ini, Kamis (19/1).

Baca Juga :  Disangka Ada Razia, eh Malah Dapat Bendera Merah Putih

Salah satu hal yang paling membekas dan sulit dihapus dalam memori Kapolres Andi adalah kebersamaannya dengan para jurnalis. Baginya, para kuli tinta di Situbondo selalu ada untuk Mapolres. Sehingga, pesan-pesan edukasi yang disampaikan polisi bisa ditangkap oleh masayarakat luas.

Gimana ya, saya dengan jurnalis itu seakan tidak mau berpisah. Kalau pas ngumpul dengan jurnalis terasa happy, terhibur, dan bawaannya ingin tertawa terus. Sulit untuk mengungkapkan kalimat kecintaan saya dengan teman-teman jurnalis,” ungkap Andi sembari menarik napas panjang.

Dikatakan, jurnalis di Kabupaten Situbondo yang selama ini intens komunikasi dengannya, seakan sudah menganggap kantor pelayanan terhadap masayarakat itu seperti rumahnya sendiri. Bahkan, jurnalis ikut menjaga kondusivitas Mapolres.

”Setiap ada permasalahan di Polres kawan-kawan jurnalis menjadi yang terdepan memberikan masukan, dan itu kami perioritaskan. Diakui atau tidak, teman-teman wartawan itu yang tahu lapangan dan tahu keluhan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Napi Kasus Narkotika Menikah di Dalam Penjara, Istri Rela Menunggu Suami Bebas

Sebab itulah, sebagai pemimpin tertinggi di Mapolres Situbondo, Andi langsung memberikan instruksi kepada seluruh jajaran polres untuk untuk mengikuti saran jurnalis terkai dengan pemberitaan.

”Sejak saya memimpin, saya kumpulkan seluruh kapolsek menjadi satu grup dengan jurnalis. Jadi apa yang terjadi di setiap wilayah, rekan jurnalis juga memonitor dan bisa lengsung konfirmasi kepada setiap kapolsek yang ada didalam grup WhatsApp. Dan saya memperhatikan, rekan wartawan tidak mengecewakan,” kenangnya.

Lebih dari itu, Andi berpesan kepada semua jajaran kepolisian dan masyarakat Situbondo untuk menganggap kantor Polres sebagai rumahnya sendiri. Dengan begitu, institusi Polri itu bisa berfungsi sebagai naungan bagi semua elemen masyarakat. ”Kritikan yang membangun tidak apa-apa disampaikan agar institusi Polri semakin berbenah diri. Sebab, kepolisian ini adalah aset bangsa,” pesannya. (hum/pri/c1)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Kapolres Situbondo AKBP dr Andi Sinjaya harus mengakhiri tugasnya di Kota Santri. Jabatan Kapolres Situbondo, Jumat 20 Desember 2022, diserahterimakan kepada AKBP Dwi Sumrahadi R.

AKBP Andi Sinjaya telah bertugas di Kabupaten Situbondo sekitar satu tahun. Meski demikian, banyak hal yang membuatnya terkenang dengan kota kecil di ujung timur Pulau Jawa ini. Sebab itulah, dia mengaku berat untuk meninggalkan Kota Situbondo.

Namun, seperti apa pun, Andi tetap harus meninggalkan Kabupaten Situbondo karena sudah mendapat tugas baru dari Polri. Posisinya telah resmi digantikan AKBP Dwi Sumrahadi.

Kapolres Andi mengaku banyak memiliki kenangan yang sulit dilupakan. Selama menjalankan tugas di Kota Santri, dirinya sangat bangga karena telah banyak bersinergi dengan para ulama dan kiai dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif.

”Alhamdulillah, selama saya menjabat menjadi Kapolres Situbondo saya merasa banyak dibantu oleh para tokoh masyarakat dan ulama. Sehingga, kondusivitas di Situbondo cukup baik,” kata Andi pada koran ini, Kamis (19/1).

Baca Juga :  Rumah Digeruduk Warga, Anggota BPD Selomukti Menggadu ke Polisi

Salah satu hal yang paling membekas dan sulit dihapus dalam memori Kapolres Andi adalah kebersamaannya dengan para jurnalis. Baginya, para kuli tinta di Situbondo selalu ada untuk Mapolres. Sehingga, pesan-pesan edukasi yang disampaikan polisi bisa ditangkap oleh masayarakat luas.

Gimana ya, saya dengan jurnalis itu seakan tidak mau berpisah. Kalau pas ngumpul dengan jurnalis terasa happy, terhibur, dan bawaannya ingin tertawa terus. Sulit untuk mengungkapkan kalimat kecintaan saya dengan teman-teman jurnalis,” ungkap Andi sembari menarik napas panjang.

Dikatakan, jurnalis di Kabupaten Situbondo yang selama ini intens komunikasi dengannya, seakan sudah menganggap kantor pelayanan terhadap masayarakat itu seperti rumahnya sendiri. Bahkan, jurnalis ikut menjaga kondusivitas Mapolres.

”Setiap ada permasalahan di Polres kawan-kawan jurnalis menjadi yang terdepan memberikan masukan, dan itu kami perioritaskan. Diakui atau tidak, teman-teman wartawan itu yang tahu lapangan dan tahu keluhan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Langsung Sidak Ruang Tahanan Mapolres Situbondo

Sebab itulah, sebagai pemimpin tertinggi di Mapolres Situbondo, Andi langsung memberikan instruksi kepada seluruh jajaran polres untuk untuk mengikuti saran jurnalis terkai dengan pemberitaan.

”Sejak saya memimpin, saya kumpulkan seluruh kapolsek menjadi satu grup dengan jurnalis. Jadi apa yang terjadi di setiap wilayah, rekan jurnalis juga memonitor dan bisa lengsung konfirmasi kepada setiap kapolsek yang ada didalam grup WhatsApp. Dan saya memperhatikan, rekan wartawan tidak mengecewakan,” kenangnya.

Lebih dari itu, Andi berpesan kepada semua jajaran kepolisian dan masyarakat Situbondo untuk menganggap kantor Polres sebagai rumahnya sendiri. Dengan begitu, institusi Polri itu bisa berfungsi sebagai naungan bagi semua elemen masyarakat. ”Kritikan yang membangun tidak apa-apa disampaikan agar institusi Polri semakin berbenah diri. Sebab, kepolisian ini adalah aset bangsa,” pesannya. (hum/pri/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/