25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Kunjungi LanggarArt, Kapolda Jatim Apresiasi Seniman Tetap Eksis Tengah Pandemi

RADAR BANYUWANGI – Di sela memantau pengamanan Pelabuhan ASDP Ketapang pekan lalu, Kapolda Jatim Irjenpol Toni Harmanto menyapa sejumlah perupa Banyuwangi. Toni Harmanto bersama petinggi Polda Jatim dan Polresta Banyuwangi mampir ke Langgar Art, tempat berkumpulnya para perupa Bumi Blambangan.

Kunjungan mendadak rombongan Kapolda Jatim  pada Kamis siang itu (17/11) benar-benar  menjadi pelecut bagi perupa Banyuwangi yang dimotori Imam Maskun, Sugik Laros, Windu Pamor, dan kawan-kawan. Mereka tak menyangka orang nomor satu di Polda Jatim itu  bakal singgah di padepokan seniman yang terletak di Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi.

Kunjungan Kapolda selama dua jam itu bakal dijadikan pelecut bagi Imam Maskun  dkk untuk terus menggeliatkan seni rupa Banyuwangi ke kancah nasional. Apalagi pada bulan Maret  2022, Langgar Art punya gawe besar, yaitu pameran lukisan bertajuk ”ArtOs Nusantara”. Nantinya para perupa  papan atas nasional bakal mengisi karyanya yang dipamerkan di Gedung Juang Banyuwangi.

”Teman-teman perupa merasa bangga Pak Kapolda Jatim bersedia mampir ke Langgar Art. Di tengah kesibukan memantau pengamanan di Selat Bali, Pak Kapolda bisa  hadir di langgar Art,’’ ujar Imam Maskun, owner Langgar Art.

Kedatangan Kapolda Jatim Irjenpol Toni Harmanto ke Langgar Art siang itu memang tidak sendirian.  Dia dikawal Kabid Propam Polda Jatim Kombespol Taufik Ferdiasnyah beserta sejumlah petinggi Polda. Kapolresta Banyuwangi  Kombespol Doddy Foury Millewa bersama pejabat utama Polresta turut mendampingi kunjungan yang dimulai pukul 13.30 tersebut.

Baca Juga :  Gandeng 42 Sanggar, DKB Jaring Bakat Seniman Musik

Selama berada di Langgar Art, rombongan Kapolda menikmati hidangan aneka polo pendem. Ada pisang rebus, singkong, kacang godok, dan kopi khas Banyuwangi. Suguhan lainnya buah durian Boneng khas Songgon yang dagingnya kenyal dan tebal itu. Kapolda benar-benar menikmati suasana Langgar Art. Di sana terpajang lukisan perahu nelayan ukuran besar karya maestro seni lukis nasional asal Banyuwangi, Mozes Misdi.

Pohon kelapa kuning dan bunga matahari karya Windu Pamor ikut menjadi pemandangan menarik di padepokan seniman bernuansa etnik Oseng tersebut. Ornamen-ornamen padepokan berhias kerajinan kayu jati usia puluhan tahun. Karya penari gandrung goresan kuas Sugik Laros turut menemani gesah gayeng Kapolda siang itu. Berkali-kali Kapolda memuji perupa Banyuwangi yang bisa eksis di tengah pandemi Covid-19.

Di tengah percakapan santai itu, Aan, seorang perupa Langgar Art memainkan pensil. Diam-diam, Aan menggambar sketsa wajah Kapolda Toni Harmanto. Hanya dalam tempo 20 menit, sketsa wajah Kapolda bisa dituntaskan. Goresan pensil di atas kertas warna putih benar-benar mirip wajah Kapolda Toni Harmanto.

Baca Juga :  In Memoriam Hasnan Singodimayan, Sakit pun Masih Antusias Bicara Budaya 

Dalam kesempatan tersebut, owner Langgar Art Imam Maskun juga menyerahkan lukisan ukuran besar wajah Kapolda Toni Harmanto.  ”Saya sengaja datang Langgar Art  untuk melihat langsung kebangkitan perupa Banyuwangi. Mereka bisa bertahan setelah diterpa pandemi Covid-19. Para perupa bukan hanya bangkit, tapi sudah akan mengepakkan sayap lewat pameran kedua tahun depan,” ujar Kapolda usai menerima lukisan berpigura 100 x 120 cm tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan, keseriusan perupa Banyuwangi menginisiasi pameran kedua bertajuk ”ArtOs Nusantara” nanti dinilai sebagai bentuk kebangkitan karya pelukis lokal yang bersiap merambah dunia. “Saya dengar tahun kemarin itu malah bisa jualan lukisan miliaran rupiah. Padahal itu di tengah-tengah masa pandemi. Luar bisa sekali, ini tidak main-main ya,’’ pujinya.

Sekadar diketahui, pada pameran lukisan bertajuk ”Kembang langit” bulan Desember 2021 lalu, puluhan karya sold out. Penjualan lukisan hingga mencapai sekitar Rp 3 miliar. Pelukis papan atas nasional hadir dalam pameran yang berlangsung di Gedung Juang tersebut. Mereka antara lain Awiki, Oei Hong Djien (OHD), Melani W Setiawan, Masdibyo, dan Nasirun. (rio/aif)

RADAR BANYUWANGI – Di sela memantau pengamanan Pelabuhan ASDP Ketapang pekan lalu, Kapolda Jatim Irjenpol Toni Harmanto menyapa sejumlah perupa Banyuwangi. Toni Harmanto bersama petinggi Polda Jatim dan Polresta Banyuwangi mampir ke Langgar Art, tempat berkumpulnya para perupa Bumi Blambangan.

Kunjungan mendadak rombongan Kapolda Jatim  pada Kamis siang itu (17/11) benar-benar  menjadi pelecut bagi perupa Banyuwangi yang dimotori Imam Maskun, Sugik Laros, Windu Pamor, dan kawan-kawan. Mereka tak menyangka orang nomor satu di Polda Jatim itu  bakal singgah di padepokan seniman yang terletak di Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi.

Kunjungan Kapolda selama dua jam itu bakal dijadikan pelecut bagi Imam Maskun  dkk untuk terus menggeliatkan seni rupa Banyuwangi ke kancah nasional. Apalagi pada bulan Maret  2022, Langgar Art punya gawe besar, yaitu pameran lukisan bertajuk ”ArtOs Nusantara”. Nantinya para perupa  papan atas nasional bakal mengisi karyanya yang dipamerkan di Gedung Juang Banyuwangi.

”Teman-teman perupa merasa bangga Pak Kapolda Jatim bersedia mampir ke Langgar Art. Di tengah kesibukan memantau pengamanan di Selat Bali, Pak Kapolda bisa  hadir di langgar Art,’’ ujar Imam Maskun, owner Langgar Art.

Kedatangan Kapolda Jatim Irjenpol Toni Harmanto ke Langgar Art siang itu memang tidak sendirian.  Dia dikawal Kabid Propam Polda Jatim Kombespol Taufik Ferdiasnyah beserta sejumlah petinggi Polda. Kapolresta Banyuwangi  Kombespol Doddy Foury Millewa bersama pejabat utama Polresta turut mendampingi kunjungan yang dimulai pukul 13.30 tersebut.

Baca Juga :  Hasnan Getol Perjuangkan Hak-Hak Masyarakat Adat Oseng

Selama berada di Langgar Art, rombongan Kapolda menikmati hidangan aneka polo pendem. Ada pisang rebus, singkong, kacang godok, dan kopi khas Banyuwangi. Suguhan lainnya buah durian Boneng khas Songgon yang dagingnya kenyal dan tebal itu. Kapolda benar-benar menikmati suasana Langgar Art. Di sana terpajang lukisan perahu nelayan ukuran besar karya maestro seni lukis nasional asal Banyuwangi, Mozes Misdi.

Pohon kelapa kuning dan bunga matahari karya Windu Pamor ikut menjadi pemandangan menarik di padepokan seniman bernuansa etnik Oseng tersebut. Ornamen-ornamen padepokan berhias kerajinan kayu jati usia puluhan tahun. Karya penari gandrung goresan kuas Sugik Laros turut menemani gesah gayeng Kapolda siang itu. Berkali-kali Kapolda memuji perupa Banyuwangi yang bisa eksis di tengah pandemi Covid-19.

Di tengah percakapan santai itu, Aan, seorang perupa Langgar Art memainkan pensil. Diam-diam, Aan menggambar sketsa wajah Kapolda Toni Harmanto. Hanya dalam tempo 20 menit, sketsa wajah Kapolda bisa dituntaskan. Goresan pensil di atas kertas warna putih benar-benar mirip wajah Kapolda Toni Harmanto.

Baca Juga :  Terminal Pariwisata Terpadu yang Dibangun dari Bekas Pasar Sobo

Dalam kesempatan tersebut, owner Langgar Art Imam Maskun juga menyerahkan lukisan ukuran besar wajah Kapolda Toni Harmanto.  ”Saya sengaja datang Langgar Art  untuk melihat langsung kebangkitan perupa Banyuwangi. Mereka bisa bertahan setelah diterpa pandemi Covid-19. Para perupa bukan hanya bangkit, tapi sudah akan mengepakkan sayap lewat pameran kedua tahun depan,” ujar Kapolda usai menerima lukisan berpigura 100 x 120 cm tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan, keseriusan perupa Banyuwangi menginisiasi pameran kedua bertajuk ”ArtOs Nusantara” nanti dinilai sebagai bentuk kebangkitan karya pelukis lokal yang bersiap merambah dunia. “Saya dengar tahun kemarin itu malah bisa jualan lukisan miliaran rupiah. Padahal itu di tengah-tengah masa pandemi. Luar bisa sekali, ini tidak main-main ya,’’ pujinya.

Sekadar diketahui, pada pameran lukisan bertajuk ”Kembang langit” bulan Desember 2021 lalu, puluhan karya sold out. Penjualan lukisan hingga mencapai sekitar Rp 3 miliar. Pelukis papan atas nasional hadir dalam pameran yang berlangsung di Gedung Juang tersebut. Mereka antara lain Awiki, Oei Hong Djien (OHD), Melani W Setiawan, Masdibyo, dan Nasirun. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/