Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features
Ubah Limbah Jadi Rupiah, Ajak Masyarakat Pedu

Dessy Darmawati, Pencipta Kreasi Produk dari Kantong Semen Bekas

22 Oktober 2021, 09: 20: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Dessy Darmawati, Pencipta Kreasi Produk dari Kantong Semen Bekas

KANTONG SEMEN: Dessy menunjukkan kreasi tas dari kantong semen bekas saat ditemui di rumahnya, Lingkungan Brawijaya, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (20/10). (Bagus Rio/RaBa)

Share this      

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Kantong semen berbahan dasar karton biasanya hanya menjadi limbah yang terbuang begitu saja. Namun siapa sangka, kantong semen bekas tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat produk bernilai ekonomis.

Ialah Dessy Darmawati Setyaningutami, yang berhasil mengolah kantong semen bekas menjadi beragam barang kerajinan yang bisa dijual. Bahkan, hasil kreativitas perempuan 43 tahun tersebut bisa membantu perekonomian keluarga.

Dessy membuat karya dengan bahan utama kantong semen bekas. Dia tinggal menambahkan motif dengan teknik ecoprint agar produk buatannya menjadi lebih estetik dan elegan.

Baca juga: Warga Beraneka Agama, Dikenal Sarang Perampok

Menurut Dessy, kantong semen bekas berbahan karton tersebut punya daya yang cukup kuat. Ketika diolah menjadi produk yang diinginkan, hasilnya mirip dengan produk dari berbahan kulit. ”Banyak teman-teman dan konsumen yang tidak menyangka bila produk yang saya buat berasal dari kertas semen,” ungkapnya.

Untuk mengubah kesan kantong semen, Dessy hanya perlu menambahkan motif menggunakan teknik ecoprint. Sehingga, tidak menimbulkan kesan norak meskipun bahan bakunya terbuat dari limbah. ”Untuk proses pengerjaan tidak dilakukan sendiri, tetapi para tetangga dan masyarakat juga dilibatkan dalam proses produksi,” katanya.

Dalam proses pemotongan bahan, ecoprint, hingga finishing biasanya dikerjakan oleh Dessy sendiri. Sedangkan untuk proses penjahitan dilakukan oleh para pekerjanya yang berjumlah lima oranag. ”Jadi, saya ingin mereka juga dapat rezeki, apalagi saat ini masih dalam suasana pandemi. Untuk harga produknya dibanderol sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya,” jelas ibu dua anak tersebut.

Dessy mengatakan, ide usahanya tersebut tercetus dari keinginannya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Sebab, banyak masyarakat yang membuang kantong semen sembarangan. ”Jadi, saya juga mencoba mengajak masyarakat turut peduli akan sampah. Yang artinya masyarakat tidak hanya memilih dan memilah sampah, tetapi mengetahui bagaimana cara mengolahnya hingga menjadi bernilai jual,” terangnya.

Untuk pemasaran, biasanya Dessy menawarkan produknya melalui media sosial. Peminatnya pun cukup banyak, mulai dari luar kota hingga mancanegara. ”Penjualannya di luar daerah juga. Mulai dari Jawa Tengah, Jakarta, hingga saat ini melayani pesanan dari Pakistan,” pungkasnya.

(bw/rio/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia