Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Cerita Yunda, Pedagang Es Degan Nyambi Jadi Pengrajin Kerang

22 Oktober 2021, 12: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Cerita Yunda, Pedagang Es Degan Nyambi Jadi Pengrajin Kerang

KREATIF: Pedagang minuman di pinggir Pantai Pasir Putih merajut korden dari karang. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BUNGATAN – Yunda, salah seorang pedagang kelapa muda di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, punya cara sendiri untuk menambah penghasilannya. Ketika tak ada pembeli, dia memilih membuat tirai pintu atau jendela dari rangkaian kerang.

Yunda sudah cukup lama berjualan es kelapa muda di kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. Jika keadaan ramai, maka dia akan banyak melayani pesanan pengunjung wisata. Namun saat sepi, waktunya banyak terbuang untuk menunggu pembeli. Nah, agar waktu yang ada tak terbuang percuma, dirinya mencari kesibukan dengan menjadi pengrajin membuat tirai pintu dari kerang.

Menurut perempuan 45 tahun itu, dirinya sangat menyukai kerajinan. Sehingga, dia tidak kesulitan untuk membuat kerajinan tirai dari rangkaian kerang. “Dari pada hanya duduk melamun, tak ada hasilnya, lebih baik menekuni kerajinan ini,” terang  warga Desa Kembang Sambi, Kecamatan Pasir Putih tersebut, belum lama ini.

Baca juga: Menikmati Hamparan Bunga Matahari di Desa Sumberkencono

Yunda menceritakan, setiap harinya dia bisa membuat dua tirai pintu. Kerajinan yang sudah jadi, dipajangnya di kiosnya tempatnya berjualan es kelapa muda. “Kalau tidak ada pembeli, ya saya bikin tirai pintu (kios) ini. Meskipun harganya tidak seberapa, setidaknya ini sangat berharga bagi saya,” ujarnya.

Harga jual satu tirai pintu dari rangkaian kerang hanya Rp 30 ribuan. Ukurannya kecil. Namun jika ada yang pesan lebih besar, dia bisa membuatnya. Harganya pun tentu berbeda. Sekitar Rp 60 ribuan pertirai. “Namun, itu (ukuran besar) sangat sulit laku, kecuali sudah ada pesanan,” kata Yunda.

Dia menilai, harga tirai kerang sangat murah jika dibandingkan dengan cara dan waktu pengerjaannya. Sebab, dari pagi hingga malam pun, dirinya hanya bisa menghasilkan dua tirai pintu. “Itu sudah lumayan bagi saya untuk bisa membantu penghasilan suami saya,” imbuhnya.

Yunda menerangkan, dirinya sudah lama menjadi pengrajin. Sehingga, wajar jika dalam sehari dirinya bisa membuat lebih dari satu tirai. “Kalau di rumah, biasanya pas saya pulang dari sini, malam-malam saya biasa buat gelang, kalung dan barang unik yang bisa saya rangkai dari kerang seperti ini,” imbuhnya.

Bahan kerajinan tersebut, dibeli Yunda dari orang. Seandainya, bahan tersebut bisa didapatkan sendiri, maka dirinya akan lebih banyak mendapat penghasilan. Tidak hanya itu, dia juga mengatakan, gantungan yang dipajang di warungnya, selain menghasilkan uang, juga menarik minat masyarakat untuk beristirahat dan membeli es degan. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia