alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Dites Antigen Acak, Guru dan Siswa Positif Covid

Banyuwangi, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sejumlah sekolah di Kecamatan Rogojampi mulai melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Itu dilakukan setelah sejumlah siswa dan guru terkonfirmasi positif Covid-19.

Melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut diketahui setelah ada keluhan dan gejala. Petugas Puskesmas Gitik langsung melakukan testing dengan melakukan tes antigen bagi guru dan siswa yang bergejala.

”Awalnya ada guru SMPN 2 Rogojampi yang batuk pilek dan bergejala, lalu kami lakukan pemeriksaan rapid test antigen dan hasilnya positif Covid-19,” ungkap Kepala Puskesmas Gitik drg Ai Nurul Hidayah.

Setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah SMPN 2 Rogojampi, Puskesmas Gitik melakukan testing. Guru yang mengalami sakit dan bergejala di-rapid test antigen. Hasilnya, ada beberapa guru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pihak puskesmas langsung melakukan tracing dan testing kepada sejumlah siswa yang mengalami sakit batuk dan pilek secara acak. Lagi-lagi hasilnya ada beberapa siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tidak hanya di SMPN 2 Rogojampi, temuan serupa juga terjadi di SMPN 1 Rogojampi dan SMPN 3 Rogojampi.

Kasus di SMPN 1 Rogojampi bermula setelah salah satu wali murid yang hendak operasi menjalani swab antigen. Dari hasil tes tersebut diketahui yang bersangkutan positif Covid-19. Setelah dilakukan tracing, beberapa siswa juga ikut terpapar. ”Untuk sekolah setingkat SMP masih terus kami lakukan pengembangan tracing, testing, dan treatment,” jelas Nurul, sapaan akrab Ai Nurul Hidayah.

Tidak hanya sekolah tingkat SMP, di sejumlah sekolah dasar (SD) juga ada temuan kasus terkonfirmasi positif, yakni di SDN 2 Rogojampi. Sabtu (19/2), ada salah satu guru yang bergejala sakit. Setelah di-rapid test antigen hasilnya ternyata positif. ”Untuk temuan kasus di wilayah Puskesmas Gitik khususnya yang di SD dan SMP hasilnya masih belum selesai. Kami masih terus melakukan tracing. Belum ada rekap total keseluruhan siswa dan guru yang terpapar,” terang Nurul.

Hingga Senin sore (21/2), ratusan orang menjalani tes antigen secara acak. Mereka memiliki hubungan erat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. ”Untuk mengantisipasi ledakan jumlah kasus, SD dan SMP yang ada temuan kasus positif sudah melakukan pembelajaran secara daring,” beber Nurul.

Meski demikian, lanjut Nurul, dari ratusan orang yang dilakukan tracing dan testing serta dinyatakan positif tersebut, masih dalam kondisi gejala ringan. ”Alhamdulillah tidak ada yang parah, hanya demam batuk, pilek, dan bergejala ringan. Tidak ada yang sampai kondisi parah hingga dirujuk ke rumah sakit,” tandasnya.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian membenarkan ada temuan kasus positif Covid-19 di sejumlah SMP di Rogojampi. Saat ini sekolah tersebut sudah melakukan pembelajaran daring.

Namun demikian, kata Alfian, hanya sekolah dengan temuan kasus Covid-19 merata hampir di semua kelas yang melakukan pembelajaran daring. ”Kalau ternyata hanya sebagian kelas saja, maka hanya rombongan belajar (rombel) itu saja yang daring. Khusus SMPN 2 Rogojampi karena ditemukan belasan guru yang positif, maka wajib daring selama lima hari setelahnya bisa pembelajaran tatap muka terbatas,” tandasnya.

Banyuwangi, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sejumlah sekolah di Kecamatan Rogojampi mulai melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Itu dilakukan setelah sejumlah siswa dan guru terkonfirmasi positif Covid-19.

Melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut diketahui setelah ada keluhan dan gejala. Petugas Puskesmas Gitik langsung melakukan testing dengan melakukan tes antigen bagi guru dan siswa yang bergejala.

”Awalnya ada guru SMPN 2 Rogojampi yang batuk pilek dan bergejala, lalu kami lakukan pemeriksaan rapid test antigen dan hasilnya positif Covid-19,” ungkap Kepala Puskesmas Gitik drg Ai Nurul Hidayah.

Setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah SMPN 2 Rogojampi, Puskesmas Gitik melakukan testing. Guru yang mengalami sakit dan bergejala di-rapid test antigen. Hasilnya, ada beberapa guru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pihak puskesmas langsung melakukan tracing dan testing kepada sejumlah siswa yang mengalami sakit batuk dan pilek secara acak. Lagi-lagi hasilnya ada beberapa siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tidak hanya di SMPN 2 Rogojampi, temuan serupa juga terjadi di SMPN 1 Rogojampi dan SMPN 3 Rogojampi.

Kasus di SMPN 1 Rogojampi bermula setelah salah satu wali murid yang hendak operasi menjalani swab antigen. Dari hasil tes tersebut diketahui yang bersangkutan positif Covid-19. Setelah dilakukan tracing, beberapa siswa juga ikut terpapar. ”Untuk sekolah setingkat SMP masih terus kami lakukan pengembangan tracing, testing, dan treatment,” jelas Nurul, sapaan akrab Ai Nurul Hidayah.

Tidak hanya sekolah tingkat SMP, di sejumlah sekolah dasar (SD) juga ada temuan kasus terkonfirmasi positif, yakni di SDN 2 Rogojampi. Sabtu (19/2), ada salah satu guru yang bergejala sakit. Setelah di-rapid test antigen hasilnya ternyata positif. ”Untuk temuan kasus di wilayah Puskesmas Gitik khususnya yang di SD dan SMP hasilnya masih belum selesai. Kami masih terus melakukan tracing. Belum ada rekap total keseluruhan siswa dan guru yang terpapar,” terang Nurul.

Hingga Senin sore (21/2), ratusan orang menjalani tes antigen secara acak. Mereka memiliki hubungan erat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. ”Untuk mengantisipasi ledakan jumlah kasus, SD dan SMP yang ada temuan kasus positif sudah melakukan pembelajaran secara daring,” beber Nurul.

Meski demikian, lanjut Nurul, dari ratusan orang yang dilakukan tracing dan testing serta dinyatakan positif tersebut, masih dalam kondisi gejala ringan. ”Alhamdulillah tidak ada yang parah, hanya demam batuk, pilek, dan bergejala ringan. Tidak ada yang sampai kondisi parah hingga dirujuk ke rumah sakit,” tandasnya.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian membenarkan ada temuan kasus positif Covid-19 di sejumlah SMP di Rogojampi. Saat ini sekolah tersebut sudah melakukan pembelajaran daring.

Namun demikian, kata Alfian, hanya sekolah dengan temuan kasus Covid-19 merata hampir di semua kelas yang melakukan pembelajaran daring. ”Kalau ternyata hanya sebagian kelas saja, maka hanya rombongan belajar (rombel) itu saja yang daring. Khusus SMPN 2 Rogojampi karena ditemukan belasan guru yang positif, maka wajib daring selama lima hari setelahnya bisa pembelajaran tatap muka terbatas,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/