27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Beginilah Perjuangan Keras Desa Karetan Meraih Juara Lomba Video Kreatif 2022

RADAR BANYUWANGI – Festival Video Kreatif 2022 menjadi ajang bagi pemerintah desa untuk menampilkan ragam potensi yang dimiliki. Event bergengsi ini menahbiskan Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, sebagai juara satu. Tema yang diusung tahun ini yakni ”Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)”.

Menjadi pemenang dalam sebuah kompetisi bukan hal yang mudah untuk dicapai. Baik dari segi usaha, totalitas, kreativitas, dan lainnya. Apalagi, kompetisi yang diikuti berhubungan dengan promosi keunggulan daerah. Maka, harus pintar dalam memilah dan memutuskan spot yang diambil.

Strategi tersebut benar-benar diterapkan oleh pemerintah Desa Karetan hingga berhasil mengantarkan mereka menjadi jawara lomba Video Kreatif 2022 yang digelar Pemkab Banyuwangi, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Hal itu disampaikan langsung oleh asisten tim kreatif BUMDes Sentosa Desa Karetan Luwis Satria, ketika memenuhi undangan dalam puncak acara Festival Video Kreatif 2022 di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Luwis mengaku yakin desanya dapat menyabet gelar juara. ”Dari awal membuat video, kami memasang target juara satu,” ujarnya ditemui usai menghadiri awarding lomba video kreatif di Pendapa Sabha Swagata, Kamis (17/11).

Baca Juga :  Lomba Video Kreatif Nelayan Tangguh Masuk Tahap Penjurian

Luwis mengungkapkan, usaha keras, meningkatkan kualitas, dan jeli memilih spot liputan video adalah kunci kemenangan. Dia selalu intens mengikuti perkembangan terkini lomba video kreatif. ”Kami sudah mengikuti perlombaan ini sejak 2016. Ini adalah pertama kali masuk dalam kategori,” ungkapnya.

Luwis dan tim merasa senang bisa meraih juara satu. Apa yang diimpikan selama bertahun-tahun akhirnya menjadi kenyataan. Bapak satu anak tersebut mengaku memiliki kartu as dalam perlombaan tahun ini. Tema lomba dianggap menguntungkan timnya. ”Mungkin karena tahun ini temanya BUMDes, kami bisa menang. Kami memiliki BUMDes yang terus berkembang,” tuturnya.

Selain itu, video tersebut dibuat berdasarkan kegiatan sehari-hari masyarakat. Tidak ada rekayasa maupun akting yang tampak dibuat-buat. ”Semua murni kegiatan sehari-hari sehingga kesannya natural,” tegas Luwis.

Meski begitu, Luwis tidak memungkiri ada sejumlah kendala yang dihadapi selama proses pembuatan video. Contohnya dalam pemilihan potensi desa yang ingin dimasukkan dalam video. ”Kami memiliki banyak potensi sehingga durasi dalam video panjang. Karena keterbatasan durasi yang ditentukan, kami terpaksa menghapus beberapa bagian potensi,” ungkapnya.

Banyak kendala di lapangan ketika tim video kreatif mengambil gambar. Misalnya, ketika hendak mengambil video di area pemakaman, tim harus kulonuwun dulu kepada juru kunci. ”Kami harus izin dulu ke juru kunci dan yang lainnya. Daerah tersebut banyak situs-situs dan makam kuno yang berada di dalam hutan. Kami harus berhati-hati,” katanya.

Baca Juga :  Suka Duka Petugas PPKM; Jaga Pos Malam Hari, Sering Nyaris Ditabrak

Desa Karetan sebagian besar wilayahnya hutan. Maka tak heran, jika salah satu spot video berada di hutan. Contohnya, ketika liputan di area pemakaman yang berada di kawasna hutan. ”Dengan meraih juara satu, semakin membuka kesempatan Desa Karetan menjadi etalase wisata,” harapnya.

Sekadar diketahui, lomba Video Kreatif diikuti oleh 30 desa dari 16 kecamatan se-Banyuwangi. Tahun 2022 menjadi tahun keenam kompetisi video kreatif digelar. Sebanyak 400 peserta hadir dalam puncak Festival Video Kreatif, Kamis lalu (17/11).

Plt Kadis DPMD Faishol mengatakan, lomba Video Kreatif tahun ini punya tiga tujuan. Pertama, untuk mengangkat potensi lokal desa, khususnya bagi keberadaan dan perkembangan BUMDes beserta unit usaha yang dijalankan. Kedua, sebagai media promosi dan informasi BUMDes serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Tujuan ketiga yakni menduniakan perkembangan dan kemajuan BUMDes melalui video. (cw4/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Festival Video Kreatif 2022 menjadi ajang bagi pemerintah desa untuk menampilkan ragam potensi yang dimiliki. Event bergengsi ini menahbiskan Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, sebagai juara satu. Tema yang diusung tahun ini yakni ”Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)”.

Menjadi pemenang dalam sebuah kompetisi bukan hal yang mudah untuk dicapai. Baik dari segi usaha, totalitas, kreativitas, dan lainnya. Apalagi, kompetisi yang diikuti berhubungan dengan promosi keunggulan daerah. Maka, harus pintar dalam memilah dan memutuskan spot yang diambil.

Strategi tersebut benar-benar diterapkan oleh pemerintah Desa Karetan hingga berhasil mengantarkan mereka menjadi jawara lomba Video Kreatif 2022 yang digelar Pemkab Banyuwangi, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Hal itu disampaikan langsung oleh asisten tim kreatif BUMDes Sentosa Desa Karetan Luwis Satria, ketika memenuhi undangan dalam puncak acara Festival Video Kreatif 2022 di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Luwis mengaku yakin desanya dapat menyabet gelar juara. ”Dari awal membuat video, kami memasang target juara satu,” ujarnya ditemui usai menghadiri awarding lomba video kreatif di Pendapa Sabha Swagata, Kamis (17/11).

Baca Juga :  Sosialisasi ke Kades Digeber Rabu, Peserta Bebas Berkreasi

Luwis mengungkapkan, usaha keras, meningkatkan kualitas, dan jeli memilih spot liputan video adalah kunci kemenangan. Dia selalu intens mengikuti perkembangan terkini lomba video kreatif. ”Kami sudah mengikuti perlombaan ini sejak 2016. Ini adalah pertama kali masuk dalam kategori,” ungkapnya.

Luwis dan tim merasa senang bisa meraih juara satu. Apa yang diimpikan selama bertahun-tahun akhirnya menjadi kenyataan. Bapak satu anak tersebut mengaku memiliki kartu as dalam perlombaan tahun ini. Tema lomba dianggap menguntungkan timnya. ”Mungkin karena tahun ini temanya BUMDes, kami bisa menang. Kami memiliki BUMDes yang terus berkembang,” tuturnya.

Selain itu, video tersebut dibuat berdasarkan kegiatan sehari-hari masyarakat. Tidak ada rekayasa maupun akting yang tampak dibuat-buat. ”Semua murni kegiatan sehari-hari sehingga kesannya natural,” tegas Luwis.

Meski begitu, Luwis tidak memungkiri ada sejumlah kendala yang dihadapi selama proses pembuatan video. Contohnya dalam pemilihan potensi desa yang ingin dimasukkan dalam video. ”Kami memiliki banyak potensi sehingga durasi dalam video panjang. Karena keterbatasan durasi yang ditentukan, kami terpaksa menghapus beberapa bagian potensi,” ungkapnya.

Banyak kendala di lapangan ketika tim video kreatif mengambil gambar. Misalnya, ketika hendak mengambil video di area pemakaman, tim harus kulonuwun dulu kepada juru kunci. ”Kami harus izin dulu ke juru kunci dan yang lainnya. Daerah tersebut banyak situs-situs dan makam kuno yang berada di dalam hutan. Kami harus berhati-hati,” katanya.

Baca Juga :  Bikin Penasaran, Jumlah Penonton Film KKN Desa Penari Tembus 7 Juta Orang

Desa Karetan sebagian besar wilayahnya hutan. Maka tak heran, jika salah satu spot video berada di hutan. Contohnya, ketika liputan di area pemakaman yang berada di kawasna hutan. ”Dengan meraih juara satu, semakin membuka kesempatan Desa Karetan menjadi etalase wisata,” harapnya.

Sekadar diketahui, lomba Video Kreatif diikuti oleh 30 desa dari 16 kecamatan se-Banyuwangi. Tahun 2022 menjadi tahun keenam kompetisi video kreatif digelar. Sebanyak 400 peserta hadir dalam puncak Festival Video Kreatif, Kamis lalu (17/11).

Plt Kadis DPMD Faishol mengatakan, lomba Video Kreatif tahun ini punya tiga tujuan. Pertama, untuk mengangkat potensi lokal desa, khususnya bagi keberadaan dan perkembangan BUMDes beserta unit usaha yang dijalankan. Kedua, sebagai media promosi dan informasi BUMDes serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Tujuan ketiga yakni menduniakan perkembangan dan kemajuan BUMDes melalui video. (cw4/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/