Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Susu Sapi Diolah Menjadi Permen dan Tahu

20 September 2021, 11: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Susu Sapi Diolah Menjadi Permen dan Tahu

FILTER: Susu sapi yang baru diperas harus disaring sebelum ditampung dalam boks penyimpanan. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SUSU sapi segar, tidak hanya diminum. Melainkan juga bisa dijadikan olahan seperti permen dan tahu.

Salah satu perajin olahan berbahan susu sapi segar adalah Liva Eka Damayanti, 39, warga Dusun Ringinasri, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Susu segar hasil perahan disimpan ke dalam cooling unit atau tempat pendingin dalam waktu kurang dari satu jam. Itu dilakukan untuk menjaga kualitas susu agar tetap terjaga dengan baik. ”Susu segar yang baru diperah harus disimpan dalam tempat pendinginan agar kualitas susu terjaga, jika tidak segera disimpan akan terkontaminasi bakteri di sekelilingnya. Makanya dalam memperlakukan susu segar harus benar,” ujar Liva.

Baca juga: Produksi Susu Sapi Tembus 1,5 Juta Liter

Susu Sapi Diolah Menjadi Permen dan Tahu

KREATIF: Liva Eka Damayanti mengolah susu sapi segar menjadi permen dan tahu. (Dedy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)

Sebelum melakukan pemerahan susu, kondisi kandang dan sapi harus bersih. Bahkan, puting sapi yang akan diperah harus dibersihkan. Itu dilakukan demi menjaga kualitas susu. Jika tidak diperhatikan, bisa dipastikan hasil susu segar yang diperah akan anyir berbau mirip sapi dan kualitas susu juga kurang baik.

Susu segar bisa langsung diminum. Namun, beberapa orang ada yang merasa enek. Oleh karena itu, agar konsumsi susu meningkat, dia mulai menciptakan berbagai makanan olahan berbahan dasar susu segar.

Untuk dapat mengubah susu cair segar menjadi olahan makanan dan minuman bukan sembarangan, butuh waktu dan proses. Bahkan, Liva harus menimba ilmu di sentra olahan susu sapi di Kota Batu, Jatim.

Ilmu hasil mengikuti pelatihan itu kemudian dipraktikkan. Sayang, dalam pelatihan itu hanya diajarkan cara mengolah susu menjadi minuman fresh milk, permen, dan tahu. ”Sebetulnya masih banyak produk olahan susu, seperti keju, yogurt, dan lulur kecantikan,” terangnya.

Untuk membuat permen susu segar tidaklah sulit. Tiga liter susu segar direbus menggunakan panci. Selanjutnya, dicampur agar-agar, puding, dan gula pasir hingga mengental. Agar tidak lengket pada permukaan panci, air susu harus diaduk secara beraturan dan terus-menerus hingga benar-benar mengental menyerupai adonan dodol.

Setelah benar-benar mengental, air susu dituang ke dalam wadah atau loyang, lalu dibiarkan beberapa saat sampai dingin dan baru dipotong-potong sesuai ukuran. ”Sangat mudah, tapi memang butuh kesabaran karena selama proses tidak boleh ditinggal,” katanya.

Makanan olahan berbahan susu segar lainnya yakni tahu susu. Cara pengolahan tahu susu juga tidak terlalu ribet, yakni hanya dengan merebus susu hingga benar-benar mendidih, kemudian diberikan sedikit cuka makanan. Ukurannya satu liter susu segar diberikan satu sendok makan cuka.

Selama direbus, susu segar akan menggumpal. Gumpalan susu itulah yang diambil dan ditiriskan dalam wadah, kemudian ditindih hingga padat menyerupai cara pembuatan tahu. Satu liter susu segar, jika diolah menjadi tahu akan jadi sebesar ukuran cangkir. Tahu susu yang diproduksi tersebut kaya akan protein hewani karena hanya berasal dari sari pati susu.

Olahan tahu susu juga bisa dimasak untuk berbagai jenis masakan, seperti campuran sup, isi kue risoles, dan bisa juga dibentuk kotak-kotak kemudian ditusuk menyerupai sate. ”Sementara ini untuk produk olahan susu segar masih untuk konsumsi sendiri dan jika ada pesanan,” jelas Liva.

Pesanan makanan olahan susu segar yang paling banyak masih berupa minuman susu dan permen. Pesanan itu baru ramai saat Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, dan beberapa momen penting seperti ulang tahun, khitanan, dan pesta pernikahan.

Hingga kini produk olahan susu segar itu masih belum diproduksi massal karena belum memiliki izin edar dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan.

Jika hasil olahan susu sapi segar itu berjalan, maka akan sangat berdampak pada nilai jual susu segar dari para peternak. Selama ini nilai jual susu segar oleh pabrik hanya dihargai Rp 4.700 per liter. Jika dijual langsung ke konsumen, satu liter susu segar bisa mencapai Rp 10 ribu/liter.

Jika susu segar diolah menjadi makanan dan minuman, harga susu olahan per liter mampu mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 85 ribu. ”Susu sapi segar sangat melimpah, tapi konsumsinya masih cukup rendah,” tandas Liva. 

(bw/ddy/rbs/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia