Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Produksi Susu Sapi Tembus 1,5 Juta Liter

20 September 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Produksi Susu Sapi Tembus 1,5 Juta Liter

LEBIH CEPAT: Pemerahan susu sapi bisa dilakukan dengan bantuan mesin pemerah. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SIAPA sangka, produksi susu sapi di Bumi Blambangan terus meningkat. Tahun 2020 lalu, produksi susu sapi perah rakyat Banyuwangi menembus angka 1,5 juta liter. Padahal produksi tahun sebelumnya, masih sekitar 346 ribu liter.

Sebagai kabupaten paling luas di Jatim, Banyuwangi memerankan posisi penting pada sektor pertanian tidak hanya di kancah provinsi, tetapi juga di tingkat nasional. Buktinya, selama ini Banyuwangi dikenal sebagai salah satu lumbung padi yang memasok kebutuhan beras sejumlah daerah lain di tanah air.

Selain padi, Banyuwangi juga menjadi lumbung cabai dan aneka buah. Seperti buah naga hingga jeruk.

Baca juga: Mengenang Kepergian Hasyim Wahid, Komisioner Bawaslu Banyuwangi

Produksi Susu Sapi Tembus 1,5 Juta Liter

MENGUNTUNGKAN: Peternak menggotong tabung berisi susu sapi di Kecamatan Licin, Banyuwangi. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Namun lebih dari itu, produktivitas susu sapi di Banyuwangi juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah produksi susu sapi perah rakyat di kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini pada tahun 2019 lalu, mencapai 346.602 liter.

Setahun berselang, yakni pada 2020, jumlah produksi susu sapi perah rakyat di Banyuwangi naik signifikan menjadi lebih dari sejuta liter, tepatnya 1.571.912 liter.

Pemkab Banyuwangi pun terus berupaya meningkatkan kesehatan ternak di Bumi Blambangan. Dinas Pertanian dan Pangan membuka pelayanan kesehatan keliling untuk hewan ternak. Secara rutin, tim dokter hewan dan tenaga kesehatan dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) berkeliling ke berbagai wilayah untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada hewan ternak, termasuk sapi perah milik warga.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, pelayanan kesehatan keliling tersebut bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dan meningkatkan status kesehatan hewan ternak di Banyuwangi. ”Agar ternak bisa bereproduksi dan berproduksi secara maksimal. Target tahun ini kami bisa melayani 10 ribu hewan ternak besar, seperti sapi dan kambing,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim keliling ke lokasi peternakan maupun tempat permukiman warga di desa-desa menggunakan mobil ambulans khusus ternak yang telah disiapkan oleh Pemkab Banyuwangi. Mobil ambulans tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan kesehatan khusus ternak. Seperti mikroskop, kamar hitung, alat pemeriksa berat jenis susu (laktodensimeter), hingga ultrasonografi (USG) untuk sapi dan ternak kecil. 

(bw/sgt/rbs/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia