Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Membuat Susu Kedelai Harus Direndam Semalaman

20 September 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Membuat Susu Kedelai Harus Direndam Semalaman

DIET: Sari kedelai yang sudah siap minum dikemas dalam botol plastik. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SUSU kedelai (sule) atau populer disebut sari kedelai, bisa menjadi alternatif minuman sehat menyegarkan untuk sarapan. Apalagi, bagi yang sedang menjalani program diet.

Susu kedelai yang dibuat dari kacang kedelai yang digiling dan direbus, mempunyai kandungan lemak jenuh yang rendah, bebas kolesterol, dan tidak mengandung laktosa. Dapat menjadi sumber protein, karbohidrat, gula, serat, dan lemak yang baik. Susu kedelai juga kaya akan mineral dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.

Ada banyak manfaat susu kedelai bagi kesehatan. Hal itu membuat produk susu kedelai makin populer dibandingkan susu sapi karena tren sumber protein nabati dalam beberapa tahun ini. Khasiat susu kedelai juga sudah tak diragukan lagi. Susu ini bisa jadi sumber protein bagi yang merasa alergi dengan laktosa atau susu sapi. ”Awal-awal saya merintis usaha susu kedelai ini karena anak saya alergi susu sapi dan alternatif buat susu kedelai,” ungkap Dian, 42, ibu rumah tangga warga Jalan MT Haryono Banyuwangi.

Baca juga: Produksi Susu Sapi Tembus 1,5 Juta Liter

Awalnya, Dian hanya membuat dalam skala kecil menggunakan blender. Namun, susu kedelai buatannya justru disukai dan banyak dipesan tetangga dan saudara. Hingga akhirnya dia membuat susu kedelai dalam jumlah besar untuk dipasarkan.

Cara pembuatannya, kata Dian, juga tidak terlalu rumit. Hal pertama yang harus dilakukan yakni merendam kacang kedelai dengan air selama semalam. Setelah direndam semalam, lalu kulit ari dikupas dengan cara meremas kacang kedelai.

Setelah diremas dan dibuang kulit ari kedelai yang sudah terpisah, kedelai kembali direbus selama kurang lebih 20 menit, lalu ditiriskan. ”Proses perendaman, pengupasan kulit, dan perebusan kedelai ini akan membantu untuk mengurangi bau langu pada susu kedelai,” ujarnya.

Jika sudah direbus dan ditiriskan, kemudian kedelai dihaluskan dengan dua liter air menggunakan blender. Kalau jumlah besar, digiling menggunakan mesin. Selanjutnya saring larutan kedelai dan air tersebut dengan penyaring halus, atau bisa juga menggunakan kain halus yang biasa digunakan untuk menyaring tahu.

Jika sudah tersaring, masak sari kedelai hingga mendidih bersama dengan gula, garam, daun pandan, bisa juga ditambahkan jahe. Aduk terus larutan sari kedelai selama perebusan agar tidak gosong. ”Kebetulan saya sekali buat 40 kilogram, untuk rebusnya bisa lebih kurang 3,5 jam. Yang penting gunakan peralatan yang bersih dan higienis,” terangnya.

Setelah jadi, susu kedelai kemudian dimasukkan ke dalam wadah botol kemasan air mineral. Karena susu kedelai buatannya tanpa bahan pengawet, susu kedelai harus disimpan dalam show case agar bisa tahan hingga tujuh hari. ”Yang pesan susu kedelai ini selain anak-anak juga ibu hamil dan ibu menyusui. Kalau ibu menyusui bisa memperlancar ASI,” katanya.

Susu kedelai kaya akan serat yang memiliki efek pada penurunan berat badan dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Minuman ini dikenal dapat membantu mengatasi obesitas dan tekanan darah tinggi. ”Lebih nyaman memang diminum pagi hari setelah berolahraga. Rasanya yang manis dan segar membuat sarapan jadi makin nikmat,” ungkap Rudi Sutanto, penikmat susu kedelai.

Sejak rutin mengonsumsi susu kedelai, kata Rudi, badannya terasa lebih fresh. Berat badannya juga terjaga. ”Susu kedelai bisa menjaga stamina karena bisa merangsang nafsu makan,” pungkas bapak tiga anak ini.

(bw/ddy/rbs/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia