alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Dinamai Burung Kuntilanak, Hasilkan Jutaan Rupiah

Ibrahim tidak menyangka, burung peliharaannya menghasilkan keuntungan besar. Apalagi, memelihara burung tersebut awalnya dilakukan untuk mengisi waktu saat pandemi.

HABIBUL ADNAN, Jawa Pos Radar Situbondo

BURUNG itu suaranya unik. Lengkungan suaranya panjang diawali  dengan pekikan. Jika dicermati, mirip suara kuntilanak. Tetapi, yang punya suara seperti itulah yang menjadi daya tariknya. Dan, paling banyak dicari.

Burung tersebut dinamai Burung Puter Kuntilanak. Nama Kuntilanak ditambahi sendiri oleh pemiliknya, Ibrahim. Dia menambahnya karena suaranya yang mirip kuntilanak. Ibrahim sudah tujuh bulan sibuk menjalani aktivitasnya sebagai pemelihara burung.

Dia mengaku, pertama memelihara burung, berawal dari iseng. Sekitar tujuh bulan lalu, dia membeli sepasang Burung Puter di pasar. “Kesulitan usaha, jadi saya mencoba beli dua ekor jenis Puter Pelung. Tujuannya, untuk mengisi kegiatan selama pandemi saja, karena tidak punya aktivitas,” ujarnya.

Baca Juga :  GPS Sempat Tak Berfungsi, Jalan Dituntun Lalat Hijau

Ibrahim kemudian memelihara burung Puter dengan sebaik-baiknya. Sekitar lima bulan kemudian, burung tersebut bertelur dan menghasilkan anakan. “Saya geluti, kok ada orang Jember datang dan mau membeli,” katanya.

Harganya cukup menggiurkan. Yang paling mahal jenis kuntilanak. Satu ekor dewasa dijualnya dengan harga Rp 6 juta. Sedangkan anakan sudah dibanderol Rp 1,2 juta. “Usaha ini cocok dijalankan di tengah pandemi. Kita cukup merawat dengan sebaik-baiknya, hanya diam di rumah,” ujar Ibrahim.

Dia mengatakan, ada kiat khusus agar burung punya suara unik yang diinginkan. Yaitu, dengan memandikan secara rutin sekali dalam sepekan. Kandangnya didesain luas dan hanya diisi jantan dan betina di dalam satu kandang. “Tiga sampai empat bulan sudah bisa dikawin,” terangnya.

Baca Juga :  Mobil Mogok Cari Derek, Sopir Terdekat Jemput Kiai

Irfan, salah satu pembeli mengaku, dirinya tertarik karena suaranya cukup unik. Baginya, sebagai pecinta burung, tidak masalah harus merogoh kocek jutaan rupiah, hanya mendapatkan burung yang diinginkan. “Saya beli yang suaranya kayak kuntilanak, kayak Mak Lampir,” ujarnya.

Dia pun kaget ketika mengetahui kalau burung Puter milik Ibrahim diminati banyak orang. Ketika Irfan datang ke rumah Ibrahim beberapa waktu lalu, ada empat ekor sudah dipesan orang lain. “Ini sudah empat orang yang inden. Berarti saya yang kelima,” pungkasnya.(bay)

Ibrahim tidak menyangka, burung peliharaannya menghasilkan keuntungan besar. Apalagi, memelihara burung tersebut awalnya dilakukan untuk mengisi waktu saat pandemi.

HABIBUL ADNAN, Jawa Pos Radar Situbondo

BURUNG itu suaranya unik. Lengkungan suaranya panjang diawali  dengan pekikan. Jika dicermati, mirip suara kuntilanak. Tetapi, yang punya suara seperti itulah yang menjadi daya tariknya. Dan, paling banyak dicari.

Burung tersebut dinamai Burung Puter Kuntilanak. Nama Kuntilanak ditambahi sendiri oleh pemiliknya, Ibrahim. Dia menambahnya karena suaranya yang mirip kuntilanak. Ibrahim sudah tujuh bulan sibuk menjalani aktivitasnya sebagai pemelihara burung.

Dia mengaku, pertama memelihara burung, berawal dari iseng. Sekitar tujuh bulan lalu, dia membeli sepasang Burung Puter di pasar. “Kesulitan usaha, jadi saya mencoba beli dua ekor jenis Puter Pelung. Tujuannya, untuk mengisi kegiatan selama pandemi saja, karena tidak punya aktivitas,” ujarnya.

Baca Juga :  Kisah Perjuangan Iptu Lipur Merawat Sendiri Istrinya yang Sedang Sakit

Ibrahim kemudian memelihara burung Puter dengan sebaik-baiknya. Sekitar lima bulan kemudian, burung tersebut bertelur dan menghasilkan anakan. “Saya geluti, kok ada orang Jember datang dan mau membeli,” katanya.

Harganya cukup menggiurkan. Yang paling mahal jenis kuntilanak. Satu ekor dewasa dijualnya dengan harga Rp 6 juta. Sedangkan anakan sudah dibanderol Rp 1,2 juta. “Usaha ini cocok dijalankan di tengah pandemi. Kita cukup merawat dengan sebaik-baiknya, hanya diam di rumah,” ujar Ibrahim.

Dia mengatakan, ada kiat khusus agar burung punya suara unik yang diinginkan. Yaitu, dengan memandikan secara rutin sekali dalam sepekan. Kandangnya didesain luas dan hanya diisi jantan dan betina di dalam satu kandang. “Tiga sampai empat bulan sudah bisa dikawin,” terangnya.

Baca Juga :  Mobil Mogok Cari Derek, Sopir Terdekat Jemput Kiai

Irfan, salah satu pembeli mengaku, dirinya tertarik karena suaranya cukup unik. Baginya, sebagai pecinta burung, tidak masalah harus merogoh kocek jutaan rupiah, hanya mendapatkan burung yang diinginkan. “Saya beli yang suaranya kayak kuntilanak, kayak Mak Lampir,” ujarnya.

Dia pun kaget ketika mengetahui kalau burung Puter milik Ibrahim diminati banyak orang. Ketika Irfan datang ke rumah Ibrahim beberapa waktu lalu, ada empat ekor sudah dipesan orang lain. “Ini sudah empat orang yang inden. Berarti saya yang kelima,” pungkasnya.(bay)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/