25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Begini Keluh Kesah Pedagang Ikan Asin di Kawasan Wisata Pasir Putih Bungatan

BUNGATAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Pedagang ikan asin di Pasir Putih, Kecamatan Bungatan mengeluh. Sebab, dagangannya sulit laku meski pengunjung di kawasan wisata tersebut cukup ramai.

Sumiarti, salah satu pedagang ikan asin mengatakan, sejak pagi dirinya sudah memajang  dagangannya di sebuah bak hitam  di pinggir pantai. Itu dilakukan agar pengunjung bisa tertarik. “Dari pagi sampai sekarang (siang) belum ada pengunjung yang mau beli. Itu bukan hanya  dagangan saya saja, tetapi yang lain juga sama. Sepi pembeli,” ujarnya, Rabu (16/11).

Dia menyatakan,  para wisatawan yang datang ke Pantai Pasir Putih memang cukup ramai. Bahkan jarang sekali tempat wisata ini sepi pengunjung. “Makanya saya pindah dari jualan di pinggir jalan ke dalam sini, tujuannya supaya ada yang beli. Tetapi belum juga ada hasil yang bisa diharapkan,” ucap perempuan berkerudung itu.

Baca Juga :  Serasa Berada di Perkampungan Kecil Tengah Hutan

Selain itu, Sumiarti menjelaskan, meski setiap hari belum ada kepastian hasil yang didapatkan, namun dirinya masih belum ada rencana berpindah tempat. Apalagi, dirinya memang belum menemukan lokasi yang dinilai cocok. “Setiap hari ditelateni saja dulu. Mau pindah tapi bingung harus kemana. Lebih baik di sini saja dulu,” ungkapnya.

Sumiarti mengatakan, harga ikan asin yang dijual bervariasi. Tergantung ukuran. “Paling minim satu bungkus  harganya Rp 25 ribu. Ada juga yang Rp 50 ribu. Tergantung dari besar-kecilnya ikan,” ucapnya.

Sementara itu, Widya Utami, pengunjung Kecamatan Panarukan mengaku belum tertarik membeli ikan asin, meski sudah beberapa kali ditawari pedagang. Sebab, harganya tergolong mahal. “Tadi yang ditawarkan ke saya itu ukurannya tidak terlalu besar. Harganya Rp 25 ribu,” ucapnya.

Baca Juga :  Anggrek Oncidium Mudah Diperbanyak karena Bertunas

Kata dia, ikan asin semacam itu sebenarnya banyak ditemui di pinggir jalan atau di pasar. Bahkan harganya lebih terjangkau. “Bukan saya membandingkan, tapi saya lebih pilih di tempat lain karena harganya lebih murah,” ungkapnya.  (wan/pri)

BUNGATAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Pedagang ikan asin di Pasir Putih, Kecamatan Bungatan mengeluh. Sebab, dagangannya sulit laku meski pengunjung di kawasan wisata tersebut cukup ramai.

Sumiarti, salah satu pedagang ikan asin mengatakan, sejak pagi dirinya sudah memajang  dagangannya di sebuah bak hitam  di pinggir pantai. Itu dilakukan agar pengunjung bisa tertarik. “Dari pagi sampai sekarang (siang) belum ada pengunjung yang mau beli. Itu bukan hanya  dagangan saya saja, tetapi yang lain juga sama. Sepi pembeli,” ujarnya, Rabu (16/11).

Dia menyatakan,  para wisatawan yang datang ke Pantai Pasir Putih memang cukup ramai. Bahkan jarang sekali tempat wisata ini sepi pengunjung. “Makanya saya pindah dari jualan di pinggir jalan ke dalam sini, tujuannya supaya ada yang beli. Tetapi belum juga ada hasil yang bisa diharapkan,” ucap perempuan berkerudung itu.

Baca Juga :  Jalani Simulator di Texas, Jadi Satgas Garuda di Mali

Selain itu, Sumiarti menjelaskan, meski setiap hari belum ada kepastian hasil yang didapatkan, namun dirinya masih belum ada rencana berpindah tempat. Apalagi, dirinya memang belum menemukan lokasi yang dinilai cocok. “Setiap hari ditelateni saja dulu. Mau pindah tapi bingung harus kemana. Lebih baik di sini saja dulu,” ungkapnya.

Sumiarti mengatakan, harga ikan asin yang dijual bervariasi. Tergantung ukuran. “Paling minim satu bungkus  harganya Rp 25 ribu. Ada juga yang Rp 50 ribu. Tergantung dari besar-kecilnya ikan,” ucapnya.

Sementara itu, Widya Utami, pengunjung Kecamatan Panarukan mengaku belum tertarik membeli ikan asin, meski sudah beberapa kali ditawari pedagang. Sebab, harganya tergolong mahal. “Tadi yang ditawarkan ke saya itu ukurannya tidak terlalu besar. Harganya Rp 25 ribu,” ucapnya.

Baca Juga :  Diduga Tilep Dana Desa Rp 400 Juta, Kades dan Sekdes Paowan Ditahan

Kata dia, ikan asin semacam itu sebenarnya banyak ditemui di pinggir jalan atau di pasar. Bahkan harganya lebih terjangkau. “Bukan saya membandingkan, tapi saya lebih pilih di tempat lain karena harganya lebih murah,” ungkapnya.  (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/