Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Ketika Rombongan Bupati Bangli ”Berguru” ke Banyuwangi

18 November 2021, 06: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Ketika Rombongan Bupati Bangli ”Berguru” ke Banyuwangi

CENDERAMATA: Wakil Bupati Sugirah menyerahkan batik Gajah Oling kepada Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha di Lounge Pelayanan Publik kantor Pemkab Banyuwangi, kemarin. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Banyuwangi kembali menjadi jujugan studi bagi pimpinan daerah lain di tanah air. Kali ini, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha datang ke Bumi Blambangan untuk belajar program Smart Kampung.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Sang Nyoman tidak hanya mengajak kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Lebih dari itu, dia juga mengajak Wakil Bupati (Wabup) Bangli I Wayan Diar dan Ketua DPRD Bangli I Ketut Swastika. Bukan itu saja, dia juga mengajak seluruh perbekel (sebutan untuk kepala desa di Bali, Red).

Bupati Nyoman mengatakan, berkaitan dengan pembangunan dan inovasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri kerap menyebut Banyuwangi sebagai daerah yang layak dicontoh. ”Karena itu kami menjadikan Banyuwangi sebagai jujugan untuk belajar, terutama inovasi Smart Kampung yang disebut-sebut mampu memicu desa-desa di Banyuwangi menjadi lebih bergerak,” ujarnya, Senin (15/11).

Baca juga: Dapat Bantuan Kaki Palsu, Sugiarto Tak Lagi Pakai Tongkat

Menurut Nyoman, program Smart Kampung mampu melibatkan rakyat karena pendekatannya adalah bottom up. Misalnya tentang tata kelola dana desa. ”Dan menariknya, prioritas yang ditetapkan Peraturan Menteri Desa (Permendes) beriringan dengan apa yang menjadi prioritas di Banyuwangi. Tata kelola desa di Banyuwangi ini tersistem dan terintegrasi dengan kabupaten. Ini yang ingin kami pelajari, tiru, dan modifikasi dari Banyuwangi,” bebernya.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Bangli tersebut diterima Wakil Bupati (Wabup) Sugirah di Lounge Pelayanan Publik kantor Pemkab Banyuwangi. ”Kita ini tetangga sekaligus saudara. Kami juga banyak belajar dari Bangli,” ujar wabup berlatar belakang petani tersebut.

Terkait Smart Kampung, kata Sugirah, merupakan ikhtiar agar semua desa di Banyuwangi terkoneksi internet sehingga memudahkan pelayanan publik. ”Wilayah Banyuwangi sangat luas. Smart Kampung menyinkronkan data-data sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke kota untuk mengurus kebutuhan administrasi kependudukan, di desa semua bisa diselesaikan,” terangnya. 

Di dalam kerangka besar Smart Kampung, diatur pula tata kelola dana desa melalui Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) atau aplikasi untuk transparansi keuangan desa. Banyuwangi juga sudah memiliki aplikasi e-village budgeting (EVB) mulai tahun 2015, dan e-monitoring system yaitu pengawasan proyek yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). 

(bw/sgt/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia