alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Puluhan PSK Kota Santri Diajak Baca Dzikir dan Berselawat

BANYUGLUGUR, Jawa Pos Radar Situbondo – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Situbondo memiliki cara khusus untuk memberantas aksi prostitusi di wilayahnya. Salah satunya dengan pendekatan pengajian agama yang diadakan sepekan sekali.

Lantunan ayat suci Alquran cukup nyaring terdengar dari kegiatan pengajian di Dusun Karang Malang, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, malam itu. Pembacaan dzikir dan selawat tak lama kemudian juga terdengar merdu dengan suara sejumlah perempuan yang mengikutinya.

Suara itu ternyata berpusat di salah satu rumah warga Desa Banyuglugur, Kecamatan Besuki. Namun siapa sangka, suara yang terdengar merdu tersebut ternyata suara dari puluhan orang pekerja seks komersial (PSK).

Setidaknya ada 70 orang PSK yang terdata mengikuti pengajian dzikir selawat dari Kecamatan Banyuglugur dan Kecamatan Besuki. Kegiatan tersebut ternyata program pembinaan spiritual yang dilakukan Satpol PP Situbondo.

Baca Juga :  Trendi dan Nyaman Dipakai di Pantai

“Kita memang rutin melakukan pengajian kepada para PSK, untuk melakukan pendekatan secara spiritual. Namun, tidak melegalkan adanya kegiatan prostitusi di wilayah Kabupaten Situbondo,” ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum (trantibum) dan Ketentraman Masyarakat (tranmas), Aus Syawaruddin.

Dalam kegiatan berselawat dan dzikir itu, seluruh PSK didata terlebih dahulu sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Setidaknya ada 70 orang yang terdata, dari Kecamatan Banyuglugur dan Kecamatan Besuki,” cetusnya.

Pendekatan spiritual tersebut, dilakukan para petugas untuk mengajak para PSK untuk kembali ke jalan yang benar. “Dengan pendekatan spiritual seperti ini, kita harapkan akan mengubah pola pikir pada PSK. Agar, benar-benar bisa berubah,” katanya.

Para PSK tersebut, oleh Satpol PP Situbondo disebut sebagai warga binaan. Menurut mereka, para PSK memang butuh binaan ekstra demi mengubah kebiasaan mereka. “Sebenarnya bukan hanya di Kecamatan Banyuglugur saja kegiatan tersebut diadakan, sejumlah wilayah juga dilakukan kegiatan serupa demi mengetuk hati nurani para PSK,” ungkapnya.

Baca Juga :  Baru Beberapa Hari, Sudah Bisa Main Lagu Jaran Goyang

Di Kabupaten Situbondo setidaknya ada empat titik. Di antaranya di Lokalisasi Bandengan dan Besuki, dan dua titik di Kotakan. Jumlah peserta pengajian di masing-masing titik berbeda-beda

Bukan hanya melakukan pendekatan spiritual saja, Satpol PP Situbondo juga sudah menyiapkan pekerjaan yang lebih baik. Baik pekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan maupun wirausaha. ”Yang terpenting para PSK ada niatan dalam berhenti melakukan kegiatan tersebut, sehingga upaya kita dalam memberantas aksi prostitusi di Kabupaten Situbondo bisa benar-benar terwujud,” jelasnya. (rio/pri)

BANYUGLUGUR, Jawa Pos Radar Situbondo – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Situbondo memiliki cara khusus untuk memberantas aksi prostitusi di wilayahnya. Salah satunya dengan pendekatan pengajian agama yang diadakan sepekan sekali.

Lantunan ayat suci Alquran cukup nyaring terdengar dari kegiatan pengajian di Dusun Karang Malang, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, malam itu. Pembacaan dzikir dan selawat tak lama kemudian juga terdengar merdu dengan suara sejumlah perempuan yang mengikutinya.

Suara itu ternyata berpusat di salah satu rumah warga Desa Banyuglugur, Kecamatan Besuki. Namun siapa sangka, suara yang terdengar merdu tersebut ternyata suara dari puluhan orang pekerja seks komersial (PSK).

Setidaknya ada 70 orang PSK yang terdata mengikuti pengajian dzikir selawat dari Kecamatan Banyuglugur dan Kecamatan Besuki. Kegiatan tersebut ternyata program pembinaan spiritual yang dilakukan Satpol PP Situbondo.

Baca Juga :  Sudah Ditutup, Masih Ada PSK Nekat Beroperasi

“Kita memang rutin melakukan pengajian kepada para PSK, untuk melakukan pendekatan secara spiritual. Namun, tidak melegalkan adanya kegiatan prostitusi di wilayah Kabupaten Situbondo,” ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum (trantibum) dan Ketentraman Masyarakat (tranmas), Aus Syawaruddin.

Dalam kegiatan berselawat dan dzikir itu, seluruh PSK didata terlebih dahulu sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Setidaknya ada 70 orang yang terdata, dari Kecamatan Banyuglugur dan Kecamatan Besuki,” cetusnya.

Pendekatan spiritual tersebut, dilakukan para petugas untuk mengajak para PSK untuk kembali ke jalan yang benar. “Dengan pendekatan spiritual seperti ini, kita harapkan akan mengubah pola pikir pada PSK. Agar, benar-benar bisa berubah,” katanya.

Para PSK tersebut, oleh Satpol PP Situbondo disebut sebagai warga binaan. Menurut mereka, para PSK memang butuh binaan ekstra demi mengubah kebiasaan mereka. “Sebenarnya bukan hanya di Kecamatan Banyuglugur saja kegiatan tersebut diadakan, sejumlah wilayah juga dilakukan kegiatan serupa demi mengetuk hati nurani para PSK,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ungkap Jaringan PSK, Polisi Selidiki Kemungkinan Keterlibatan Germo

Di Kabupaten Situbondo setidaknya ada empat titik. Di antaranya di Lokalisasi Bandengan dan Besuki, dan dua titik di Kotakan. Jumlah peserta pengajian di masing-masing titik berbeda-beda

Bukan hanya melakukan pendekatan spiritual saja, Satpol PP Situbondo juga sudah menyiapkan pekerjaan yang lebih baik. Baik pekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan maupun wirausaha. ”Yang terpenting para PSK ada niatan dalam berhenti melakukan kegiatan tersebut, sehingga upaya kita dalam memberantas aksi prostitusi di Kabupaten Situbondo bisa benar-benar terwujud,” jelasnya. (rio/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/