GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Meski sudah berusia sepuh, Muhammad Ahsan, 68, warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru tidak mau menyerah. Kakek itu jualan kursi dari rotan untuk menghidupi keluarganya.

Jualan kursi dari rotan yang sudah dilakoni Ahsan, sebenarnya bukan pekerjaan utama. Selama ini, dikampungnya bekerja sebagai buruh tani. “Kursi rotan ini beli dari Mayang, Kabupaten Jember,” kata Muhammad Ahsan.

Harga kursi rotannya itu, Rp 150 ribu unuk yang model biasa. Sedang yang ada sandarannya, harganya Rp 200 ribu. Untuk jualan ini, Ahsan mengaku keliling dari rumahnya di Kalibaru dengan naik sepeda onthel. “Hari ini (kemarin), saya bawa empat, baru laku satu,” ujarnya.

Sekali membeli dari Jember, Ahsan mengaku tidak pernah banyak, maksimal 10 buah kursi rotan. Itu karena tidak punya modal. “Biasanya 10 kursi itu habis terjual sampai lima hari, tapi pernah langsung laku semua karena ada yang butuh untuk warung kopinya,” ungkapnya.

Ahsan mengaku dari kursi yang dijual ini, untung yang didapat tidak banyak. Hanya sekitar Rp 30 sampai Rp 50 ribu per kursi. Tapi, banyak yang menawar hingga keuntungannya semakin kecil lagi. “Yang penting, saya masih mendapatkan untung,” ujarnya.

Ahsan mengaku jualan kursi ini tidak bisa dilakukan setiap hari. Bila kursinya ini habis, baru pesan ke Jember dan barang akan diantar dua minggu kemudian karena masih dibuat. “Meski hasilnya sedikit, saya rasa cukup untuk hidup bersama istri,” terang bapak lima anak itu.(mg5/abi)