alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Korban PHK Saat Pandemi, Putar Otak, Sukses Budidaya Benur

Abdurrahman, Pembudidaya Benur Asal Desa Tegalarum, Sempu

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Abdurrahman, 29, asal Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, sempat kebingungan mencari kerja setelah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pandemi Covid-19 pada 2020. Tapi, bujangan ini tidak mau menyerah dan membuka usaha budidaya benur air tawar.

Sebelum pandemi Covid-19, Abdurrahman, 29, warga Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, ini bekerja sebagai karyawan di bengkel las di Pulau Dewata, Bali. Setelah lima tahun menjadi tukang las, harus pulang kampung karena terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari bosnya, akibat penyebaran Covid-19.

Setiba di rumah, Abdurrahman sempat kebingungan untuk mencari pekerjaan. Malahan, sempat empat bulan menganggur sambil mencari informasi lowongan pekerjaan. “Saat menganggur itu, saya buka-buka informasi di media sosial,” terangnya.

Dari salah satu informasi di media sosial itu, ada yang memamerkan keberhasilan budidaya lobster air tawar. Abdurrahman mengaku tertarik dengan usaha itu, lalu mencoba untuk ikut-ikutan. “Saya awalnya hanya coba-coba saja,” ungkapnya.

Budidaya lobster air tawar ini, Abdurrahman lebih fokus pada benihnya saja. Ini karena dianggap lebih cepat menghasilkan pundi-pundi rupiah ketimbang menjual lobster yang sudah berukuran besar sebagai bahan konsumsi. “Bayangkan, kalau jual untuk konsumsi, harus menunggu ukurannya lima inci, itu membutuhkan waktu lima sampai enam bulan,” katanya.

Jika memilih menjual benur, hanya diperlukan waktu satu hingga dua bulan bisa dijual. Itu menunggu ukuran bayi lobster mencapai satu inci. “Menjual ke perusahaan di Wongsorejo, itu khusus pembesaran lobster air tawar,” katanya saat ditemui di rumahnya, kemarin (16/6).

Dengan budidaya lobster ini, Abdurrahman mengaku setiap bulannya bisa menyuplai benur mulai 500 sampai 1.000 ekor benur ke perusahaan tersebut. Jumlah itu belum termasuk yang dijual ke para pembudidaya baru yang ingin ikut bisnis lobster air tawar. “Satu ekor benur harganya Rp 1.500,” ungkapnya.

COBA-COBA: Abdurrahman di kolam budidaya lobster air tawar miliknya di Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, kemarin (16/6). (Salis Ali/RadarBanyuwangi.id)

Saat ini Abdurrahman tidak hanya menjual benur saja, tapi juga menjual indukan lobster yang sudah tidak produktif. Lobster indukan itu, biasanya dijual ke tetangga. “Kalau untuk konsumsi, harganya Rp 150 ribu per kilogramnya,” cetusnya.

Abdurrahman mengaku sebelumnya tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait budidaya, apalagi, budidaya lobster. Pengetahuannya, didapat dengan memanfaatkan video-video tutorial yang ada di YouTube. “Otodidak semua, kalaupun ada yang ngajari, ya Mbah Google,” ujarnya seraya tertawa.

Abdurrahman yang masih memilih membujang itu, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kesuksesa. Dari modal Rp 1,2 juta saat merintis budidaya lobster air tawar, kini bisa mendapatkan pemasukan Rp 3 juta setiap bulannya. “Sekarang mau tambah kolam lagi, biar bisa muat untuk indukan banyak,” pungkasnya.(abi)

 

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Abdurrahman, 29, asal Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, sempat kebingungan mencari kerja setelah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pandemi Covid-19 pada 2020. Tapi, bujangan ini tidak mau menyerah dan membuka usaha budidaya benur air tawar.

Sebelum pandemi Covid-19, Abdurrahman, 29, warga Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, ini bekerja sebagai karyawan di bengkel las di Pulau Dewata, Bali. Setelah lima tahun menjadi tukang las, harus pulang kampung karena terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari bosnya, akibat penyebaran Covid-19.

Setiba di rumah, Abdurrahman sempat kebingungan untuk mencari pekerjaan. Malahan, sempat empat bulan menganggur sambil mencari informasi lowongan pekerjaan. “Saat menganggur itu, saya buka-buka informasi di media sosial,” terangnya.

Dari salah satu informasi di media sosial itu, ada yang memamerkan keberhasilan budidaya lobster air tawar. Abdurrahman mengaku tertarik dengan usaha itu, lalu mencoba untuk ikut-ikutan. “Saya awalnya hanya coba-coba saja,” ungkapnya.

Budidaya lobster air tawar ini, Abdurrahman lebih fokus pada benihnya saja. Ini karena dianggap lebih cepat menghasilkan pundi-pundi rupiah ketimbang menjual lobster yang sudah berukuran besar sebagai bahan konsumsi. “Bayangkan, kalau jual untuk konsumsi, harus menunggu ukurannya lima inci, itu membutuhkan waktu lima sampai enam bulan,” katanya.

Jika memilih menjual benur, hanya diperlukan waktu satu hingga dua bulan bisa dijual. Itu menunggu ukuran bayi lobster mencapai satu inci. “Menjual ke perusahaan di Wongsorejo, itu khusus pembesaran lobster air tawar,” katanya saat ditemui di rumahnya, kemarin (16/6).

Dengan budidaya lobster ini, Abdurrahman mengaku setiap bulannya bisa menyuplai benur mulai 500 sampai 1.000 ekor benur ke perusahaan tersebut. Jumlah itu belum termasuk yang dijual ke para pembudidaya baru yang ingin ikut bisnis lobster air tawar. “Satu ekor benur harganya Rp 1.500,” ungkapnya.

COBA-COBA: Abdurrahman di kolam budidaya lobster air tawar miliknya di Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, kemarin (16/6). (Salis Ali/RadarBanyuwangi.id)

Saat ini Abdurrahman tidak hanya menjual benur saja, tapi juga menjual indukan lobster yang sudah tidak produktif. Lobster indukan itu, biasanya dijual ke tetangga. “Kalau untuk konsumsi, harganya Rp 150 ribu per kilogramnya,” cetusnya.

Abdurrahman mengaku sebelumnya tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait budidaya, apalagi, budidaya lobster. Pengetahuannya, didapat dengan memanfaatkan video-video tutorial yang ada di YouTube. “Otodidak semua, kalaupun ada yang ngajari, ya Mbah Google,” ujarnya seraya tertawa.

Abdurrahman yang masih memilih membujang itu, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kesuksesa. Dari modal Rp 1,2 juta saat merintis budidaya lobster air tawar, kini bisa mendapatkan pemasukan Rp 3 juta setiap bulannya. “Sekarang mau tambah kolam lagi, biar bisa muat untuk indukan banyak,” pungkasnya.(abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/