alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Dapat Bantuan Kaki Palsu, Sugiarto dan Suyati Tak Lagi Pakai Tongkat

BANYUWANGI – Bukan sekadar jargon. Bukan pula hanya angan-angan. Lebih dari itu, berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk mewujudkan Banyuwangi yang inklusif. Seperti yang terjadi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis (11/11).

Senyum Sugiarto dan Suyati mengembang. Keduanya siap menyongsong hari esok yang lebih baik. Mereka kini lebih leluasa menjalankan aktivitas keseharian, termasuk untuk bersekolah maupun untuk mencari nafkah.

Ya, Sugiarto dan Suyati merupakan dua di antara 24 penyandang disabilitas, yakni tunadaksa, yang mendapat bantuan kaki palsu, Kamis pagi (11/11). Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Pemkab Banyuwangi dan PT Angkasa Pura (AP) II dan Yayasan Kick Andy.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, Senior General Manager of Community Development AP II Amirzal, Pimpinan Yayasan Kick Andy Ali Sadikin, dan Executive General Manager PT AP II Bandara Banyuwangi Cin Asmoro di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Pada momentum penyerahan bantuan itulah, ekspresi kegembiraan tampak jelas di wajah para penerima. Tidak terkecuali Sugiarto dan Suyati.

Sugiarto mengatakan, selama ini, dirinya menggunakan tongkat untuk alat bantu dalam beraktivitas keseharian. Termasuk untuk sekolah. ”Senang sekali sekarang kalau sekolah lebih nyaman. Nggak usah pakai tongkat,” ujar pria berusia 18 tahun ini.

Hal senada dilontarkan Suyati. Perempuan yang mengaku kehilangan salah satu kakinya akibat kecelakaan 11 tahun lalu itu mengaku gembira mendapatkan bantuan kaki palsu. ”Alhamdulillah, bisa jualan nasi goreng lagi. Nggak perlu pakai tongkat, sekarang bisa lebih leluasa bergerak,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengapresiasi aksi kolaborasi untuk kemanusiaan tersebut. ”Kami ucapkan terima kasih kepada PT AP II dan Yayasan Kick Andy yang telah peduli kepada masyarakat Banyuwangi. Bantuan ini kian melengkapi berbagai program bantuan yang telah kami siapkan untuk disabilitas. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat baru bagi teman-teman disabilitas untuk lebih produktif lagi,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah melakukan banyak program untuk penyandang disabilitas. Mulai program pemberdayaan, seperti pelatihan dan bantuan alat usaha, hingga beasiswa pendidikan. ”Selain itu, ruang-ruang publik kami juga secara bertahap semuanya harus ramah untuk para penyandang disabilitas. Misalnya, di ruang terbuka hijau kami sediakan tangga berhandel untuk tunanetra. Juga di beberapa tempat kita pasang pelican crossing (lampu lalu lintas khusus yang berfungsi menghentikan kendaraan dan memungkinkan pejalan kaki untuk menyeberang, Red) untuk memudahkan saat menyeberang jalan,” bebernya.

Senior General Manager of Community Development AP II Amirzal mengatakan, penyerahan kaki palsu ini merupakan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) AP II. ”Kali ini ada 24 kaki palsu yang kita berikan kepada penyandang disabilitas di Banyuwangi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu para penyandang disabilitas agar lebih mandiri, bisa bersosialisasi dan beraktivitas lebih mudah lagi,” ujarnya.

Ketua Harian Yayasan Kick Andy, yakni Ali Sadikin mengatakan, tujuan utama program ini adalah agar para penyandang disabilitas lebih produktif dan mandiri. ”Makanya tidak semua yang mengajukan bisa kita setujui. Kami dan AP II punya persyaratan-persyaratan, juga ada survei, sehingga yang menerima benar-benar orang yang tepat. Misalnya, pedagang UMKM yang kehilangan kakinya karena kecelakaan. Setelah mendapatkan kaki palsu, harapannya bisa kembali bekerja dan produktif,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Bukan sekadar jargon. Bukan pula hanya angan-angan. Lebih dari itu, berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk mewujudkan Banyuwangi yang inklusif. Seperti yang terjadi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis (11/11).

Senyum Sugiarto dan Suyati mengembang. Keduanya siap menyongsong hari esok yang lebih baik. Mereka kini lebih leluasa menjalankan aktivitas keseharian, termasuk untuk bersekolah maupun untuk mencari nafkah.

Ya, Sugiarto dan Suyati merupakan dua di antara 24 penyandang disabilitas, yakni tunadaksa, yang mendapat bantuan kaki palsu, Kamis pagi (11/11). Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Pemkab Banyuwangi dan PT Angkasa Pura (AP) II dan Yayasan Kick Andy.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, Senior General Manager of Community Development AP II Amirzal, Pimpinan Yayasan Kick Andy Ali Sadikin, dan Executive General Manager PT AP II Bandara Banyuwangi Cin Asmoro di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Pada momentum penyerahan bantuan itulah, ekspresi kegembiraan tampak jelas di wajah para penerima. Tidak terkecuali Sugiarto dan Suyati.

Sugiarto mengatakan, selama ini, dirinya menggunakan tongkat untuk alat bantu dalam beraktivitas keseharian. Termasuk untuk sekolah. ”Senang sekali sekarang kalau sekolah lebih nyaman. Nggak usah pakai tongkat,” ujar pria berusia 18 tahun ini.

Hal senada dilontarkan Suyati. Perempuan yang mengaku kehilangan salah satu kakinya akibat kecelakaan 11 tahun lalu itu mengaku gembira mendapatkan bantuan kaki palsu. ”Alhamdulillah, bisa jualan nasi goreng lagi. Nggak perlu pakai tongkat, sekarang bisa lebih leluasa bergerak,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengapresiasi aksi kolaborasi untuk kemanusiaan tersebut. ”Kami ucapkan terima kasih kepada PT AP II dan Yayasan Kick Andy yang telah peduli kepada masyarakat Banyuwangi. Bantuan ini kian melengkapi berbagai program bantuan yang telah kami siapkan untuk disabilitas. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat baru bagi teman-teman disabilitas untuk lebih produktif lagi,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah melakukan banyak program untuk penyandang disabilitas. Mulai program pemberdayaan, seperti pelatihan dan bantuan alat usaha, hingga beasiswa pendidikan. ”Selain itu, ruang-ruang publik kami juga secara bertahap semuanya harus ramah untuk para penyandang disabilitas. Misalnya, di ruang terbuka hijau kami sediakan tangga berhandel untuk tunanetra. Juga di beberapa tempat kita pasang pelican crossing (lampu lalu lintas khusus yang berfungsi menghentikan kendaraan dan memungkinkan pejalan kaki untuk menyeberang, Red) untuk memudahkan saat menyeberang jalan,” bebernya.

Senior General Manager of Community Development AP II Amirzal mengatakan, penyerahan kaki palsu ini merupakan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) AP II. ”Kali ini ada 24 kaki palsu yang kita berikan kepada penyandang disabilitas di Banyuwangi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu para penyandang disabilitas agar lebih mandiri, bisa bersosialisasi dan beraktivitas lebih mudah lagi,” ujarnya.

Ketua Harian Yayasan Kick Andy, yakni Ali Sadikin mengatakan, tujuan utama program ini adalah agar para penyandang disabilitas lebih produktif dan mandiri. ”Makanya tidak semua yang mengajukan bisa kita setujui. Kami dan AP II punya persyaratan-persyaratan, juga ada survei, sehingga yang menerima benar-benar orang yang tepat. Misalnya, pedagang UMKM yang kehilangan kakinya karena kecelakaan. Setelah mendapatkan kaki palsu, harapannya bisa kembali bekerja dan produktif,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/