alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Mengunjungi Goa Jepang di TN Baluran; Ada Terowongan Sepanjang 200 Meter

BANYUPUTIH, Radar Situbondo – Bangunan goa Jepang di area wisata Taman Nasional Baluran Situbondo, di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, masih terlihat kokoh. Padahal bangunan tersebut sudah berumur puluhan tahun.

Salah satu petugas yang berjaga di Benteng Jepang, menegaskan jika bangunan tersebut usianya memang sudah puluhan tahun. Dengan lancar dia menceritakan secara detail asal muasal bangunan yang dibangun sejak tahun 1941 tersebut. Bentuk bangunan goa hingga kini masih asli, tidak berubah meskipun sudah lama. Kekuatan tersebut karena bahan dan dasar bangunannya yang memang tidak dibuat asal-asalan. Sehingga, minim perbaikan.

Siyanto, salah satu petugas menerangkan, mereka sengaja menjaga keaslian bangunan bersejarah itu. Sebab, merupakan salah satu peninggalan sejarah yang dapat disampaikan kepada generasi muda. “Keaslian bentuk goa belum pernah dirubah dari kondisi awal sejak ditemukannya bangunan tersebut. Bahkan senjata dan persediaan milik tentara Jepang juga terjaga dengan baik,” terangnya, Jumat (12/8) kemarin.

Baca Juga :  Operasi Patuh Semeru Berakhir, 303 Pelanggar Kena Tilang Elektronik

Kata Siyanto, bangunan goa dibuat pasukan Jepang dengan melibatkan warga pribumi. Tujuannya untuk mengintai pasukan sekutu yang akan berlabuh di Situbondo melalui jalur pantai utara. Bangunan itu memang tepat menghadap utara arah pantai.

Salah satu petugas, Siyanto mengatakan, di dalam goa terdapat ruang utama dengan luas tiga kali empat meter. Tempat tersebut yang difungsikan sebagai banker senjata dan makanan tentara Jepang. “Kami masih menjaga dengan baik fasilitas yang ada. Dan memang tidak kami otak-atik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Siyanto,  di sisi pojok terdapat tangga besi yang masih kokoh menghubungkan lubang kecil untuk pemantauan musuh. Tempat pengintaian ini tingginya sekitar empat meter. “Kalau dilihat dari arahnya menuju ke pantai. Mengarah langsung ke arah laut selat bali,” jelasnya.

Baca Juga :  Kiai Munawir Dikenal Sakti dengan Kerikil Ajaibnya

Siyanto menyebutkan, di dalam bangunan goa juga terdapat jalan terowongan sepanjang 200 meter. Sayangnya, saat ini tidak bisa dijangkau karena tertutup tanah akibat terjadinya sedimentasi. “Akses jalan terowongan itu sengaja tidak diperbaiki. Karena ini menjadi bangunan sejarah, tidak bisa untuk sembarangan di otak-atik,” tandasnya.

Sementara itu, pengunjung wisata sejarah, Umam mengatakan, awal mula kedatangannya ke wilayah Timur Situbondo untuk mengunjungi wisata Taman Nasional Baluran bersama temannya. Tiba di pintu masuk, secara tidak sengaja dia melihat ada bangunan kecil. “Kami tertarik dengan bentuk bangunannya saat pertama kali lihat. Kami kemudian meminta petugas mendatangi tempat tersebut,” ucapnya.

Kata dia, bangunan yang dikunjungi seperti tempat penyimpanan senjata. Di dalamnya ada tangga pengintai dan ukurannya kecil. “Sebelum mendatangi Taman Nasional baluran, saya masuk sini (goa Jepang) dulu karena penasaran,” pungkasnya. (wan/pri)

BANYUPUTIH, Radar Situbondo – Bangunan goa Jepang di area wisata Taman Nasional Baluran Situbondo, di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, masih terlihat kokoh. Padahal bangunan tersebut sudah berumur puluhan tahun.

Salah satu petugas yang berjaga di Benteng Jepang, menegaskan jika bangunan tersebut usianya memang sudah puluhan tahun. Dengan lancar dia menceritakan secara detail asal muasal bangunan yang dibangun sejak tahun 1941 tersebut. Bentuk bangunan goa hingga kini masih asli, tidak berubah meskipun sudah lama. Kekuatan tersebut karena bahan dan dasar bangunannya yang memang tidak dibuat asal-asalan. Sehingga, minim perbaikan.

Siyanto, salah satu petugas menerangkan, mereka sengaja menjaga keaslian bangunan bersejarah itu. Sebab, merupakan salah satu peninggalan sejarah yang dapat disampaikan kepada generasi muda. “Keaslian bentuk goa belum pernah dirubah dari kondisi awal sejak ditemukannya bangunan tersebut. Bahkan senjata dan persediaan milik tentara Jepang juga terjaga dengan baik,” terangnya, Jumat (12/8) kemarin.

Baca Juga :  Jalan Kaki Baca Istigfar, Azan di Penjuru Kampung

Kata Siyanto, bangunan goa dibuat pasukan Jepang dengan melibatkan warga pribumi. Tujuannya untuk mengintai pasukan sekutu yang akan berlabuh di Situbondo melalui jalur pantai utara. Bangunan itu memang tepat menghadap utara arah pantai.

Salah satu petugas, Siyanto mengatakan, di dalam goa terdapat ruang utama dengan luas tiga kali empat meter. Tempat tersebut yang difungsikan sebagai banker senjata dan makanan tentara Jepang. “Kami masih menjaga dengan baik fasilitas yang ada. Dan memang tidak kami otak-atik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Siyanto,  di sisi pojok terdapat tangga besi yang masih kokoh menghubungkan lubang kecil untuk pemantauan musuh. Tempat pengintaian ini tingginya sekitar empat meter. “Kalau dilihat dari arahnya menuju ke pantai. Mengarah langsung ke arah laut selat bali,” jelasnya.

Baca Juga :  Operasi Patuh Semeru Berakhir, 303 Pelanggar Kena Tilang Elektronik

Siyanto menyebutkan, di dalam bangunan goa juga terdapat jalan terowongan sepanjang 200 meter. Sayangnya, saat ini tidak bisa dijangkau karena tertutup tanah akibat terjadinya sedimentasi. “Akses jalan terowongan itu sengaja tidak diperbaiki. Karena ini menjadi bangunan sejarah, tidak bisa untuk sembarangan di otak-atik,” tandasnya.

Sementara itu, pengunjung wisata sejarah, Umam mengatakan, awal mula kedatangannya ke wilayah Timur Situbondo untuk mengunjungi wisata Taman Nasional Baluran bersama temannya. Tiba di pintu masuk, secara tidak sengaja dia melihat ada bangunan kecil. “Kami tertarik dengan bentuk bangunannya saat pertama kali lihat. Kami kemudian meminta petugas mendatangi tempat tersebut,” ucapnya.

Kata dia, bangunan yang dikunjungi seperti tempat penyimpanan senjata. Di dalamnya ada tangga pengintai dan ukurannya kecil. “Sebelum mendatangi Taman Nasional baluran, saya masuk sini (goa Jepang) dulu karena penasaran,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/