24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Raih Peringkat I CMS SPDP Online

Kejaksaan Torehkan Prestasi Mentereng

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi menorehkan prestasi mentereng. Bidang yang dipimpin Achmad Budi Muklisin ini mendapat apresiasi dalam hal Case Management System (CMS) Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) online dari Kejaksaan Agung RI.

Kejari Banyuwangi menduduki peringkat I kategori Kejaksaan Negeri se-Indonesia dengan SPDP 501 hingga 1.000. Dalam kategori ini, peringkat II diraih Kejari Sleman dan peringkat III diraih Kejari Kampar.

Hasil penilaian diumumkan dalam kegiatan Launching Patch 1.7.3, Penilaian Case Management System dan Sosialisasi Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) online.

Pengumuman juara dihadiri langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana dan Sekretaris Jampidum Yunan Harjaka.

Hasil penilaian CMS satuan kerja di lingkungan kejaksaan tersebut untuk periode Januari hingga Desember 2022. “Alhamdulilah kami bisa juara 1. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujar Kajari Banyuwangi, Mohammad Rawi melalui Kasi Intelijen Mardiyono.

Baca Juga :  Owner Akbar Zoo Divonis Setahun, Jaksa Banding

CMS merupakan database penanganan perkara di kejaksaan yang terintegrasi dengan berbagai sistem informasi lain. Antara lain, Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI) dengan program Sistem Cheklist Digital Kejaksaan (SICITA) sebagai buku register perkara dan laporan perkara secara elektronik.

Semua terintegrasi untuk menuju Satu Data Kejaksaan guna mendukung Satu Data Indonesia.

Agar CMS dapat mengikuti perubahan peraturan perundang-undangan, Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Pusdaskrimti) dengan didukung jajaran Jampidum Kejagung terus melakukan pembaharuan CMS.

“Harapan saya, di era digital seperti sekarang, aparat penegak hukum harus aktif mendukung percepatan penerapan SICITA di semua lembaga,” ungkapnya.

SICITA adalah sistem proses perkara pidana secara elektronik yang terhubung dengan lembaga penegak hukum. Fasilitas CMS kejaksaan terkoneksi untuk SPDP online dengan penyidik Polri. Kejari Banyuwangi tidak mau tertinggal di era digital ini karena akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas layanan penegakan hukum,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jadi Alternatif Pengerek Perekonomian Warga

Mardiyono berharap penyidik segera mengikuti dan menerapkan TI yang sudah disiapkan Polri, termasuk penyidik BNN, BNPT, dan BPOM.

Ke depan perlu ada integrasi koneksi dengan sistem e-Berpadu yang sudah diujicobakan di jajaran Mahkamah Agung (MA), termasuk Pengadilan Negeri Banyuwangi. ”Khusus e-Berpadu di wilayah hukum Banyuwangi, Kejari Banyuwangi mendapatkan penilaian terbaik dalam menerapkan sistem yang dibangun MA tersebut,” tegasnya. (rio/aif)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi menorehkan prestasi mentereng. Bidang yang dipimpin Achmad Budi Muklisin ini mendapat apresiasi dalam hal Case Management System (CMS) Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) online dari Kejaksaan Agung RI.

Kejari Banyuwangi menduduki peringkat I kategori Kejaksaan Negeri se-Indonesia dengan SPDP 501 hingga 1.000. Dalam kategori ini, peringkat II diraih Kejari Sleman dan peringkat III diraih Kejari Kampar.

Hasil penilaian diumumkan dalam kegiatan Launching Patch 1.7.3, Penilaian Case Management System dan Sosialisasi Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) online.

Pengumuman juara dihadiri langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana dan Sekretaris Jampidum Yunan Harjaka.

Hasil penilaian CMS satuan kerja di lingkungan kejaksaan tersebut untuk periode Januari hingga Desember 2022. “Alhamdulilah kami bisa juara 1. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujar Kajari Banyuwangi, Mohammad Rawi melalui Kasi Intelijen Mardiyono.

Baca Juga :  Kejaksaan Kembali Musnahkan Upal Rp 2,7 Miliar

CMS merupakan database penanganan perkara di kejaksaan yang terintegrasi dengan berbagai sistem informasi lain. Antara lain, Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI) dengan program Sistem Cheklist Digital Kejaksaan (SICITA) sebagai buku register perkara dan laporan perkara secara elektronik.

Semua terintegrasi untuk menuju Satu Data Kejaksaan guna mendukung Satu Data Indonesia.

Agar CMS dapat mengikuti perubahan peraturan perundang-undangan, Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Pusdaskrimti) dengan didukung jajaran Jampidum Kejagung terus melakukan pembaharuan CMS.

“Harapan saya, di era digital seperti sekarang, aparat penegak hukum harus aktif mendukung percepatan penerapan SICITA di semua lembaga,” ungkapnya.

SICITA adalah sistem proses perkara pidana secara elektronik yang terhubung dengan lembaga penegak hukum. Fasilitas CMS kejaksaan terkoneksi untuk SPDP online dengan penyidik Polri. Kejari Banyuwangi tidak mau tertinggal di era digital ini karena akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas layanan penegakan hukum,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mengenal Arkandaffa Arjakumara, Siswa SMPN 1 Bwi Sabet Medali Emas KSN

Mardiyono berharap penyidik segera mengikuti dan menerapkan TI yang sudah disiapkan Polri, termasuk penyidik BNN, BNPT, dan BPOM.

Ke depan perlu ada integrasi koneksi dengan sistem e-Berpadu yang sudah diujicobakan di jajaran Mahkamah Agung (MA), termasuk Pengadilan Negeri Banyuwangi. ”Khusus e-Berpadu di wilayah hukum Banyuwangi, Kejari Banyuwangi mendapatkan penilaian terbaik dalam menerapkan sistem yang dibangun MA tersebut,” tegasnya. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/