Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Spesialis Menanam Buah Langka

12 Oktober 2021, 10: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Spesialis Menanam Buah Langka

LANGKA: Joko Setyawan menunjukkan tanaman red pamelo di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. (Dok. Joko for RadarBanyuwangi.id)

Share this      

TEGALDLIMO – Dari hobi bercocok tanam sejak remaja, Joko Setyawan akhirnya menggeluti dunia pertanian. Khususnya pada jenis tanaman buah dan bunga.

Sejak tahun 2016 lalu, pemuda berusia 37 tahun warga Dusun Dam Buntung, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, ini melirik dunia pertanian sebagai salah satu hobi yang bisa menghasilkan cuan. ”Alhamdulillah, dari rintisan kecil-kecilan, kini sudah punya kios buah dan bunga di dekat rumah,” ungkapnya.

Kios Flora Nusantara yang berada di dekat rumahnya itu menjual berbagai jenis tanaman buah dan bunga. Yang berbeda, kios miliknya menyiapkan berbagai jenis tanaman buah yang langka dan sulit didapatkan di Banyuwangi.

Baca juga: Sepak Terjang Polisi Lalu Lintas, Jaga Keamanan sembari Tebar Kebaikan

Sebut saja tanaman buah black sapote atau sawo hitam. Buah ini memiliki kulit berwarna hijau, berukuran tak terlalu besar, dan bentuknya tak bulat sempurna. Namun ketika buah ini matang, rasanya sangat unik, mirip dengan puding cokelat. Tak hanya rasanya, tekstur black sapote yang telah matang juga sangat mirip dengan puding cokelat. Bagian daging buahnya berwarna cokelat tua dan sedikit berair.

Selain black sapote juga ada yellow sapote yang merupakan jenis tanaman buah yang berasal dari Meksiko. Tak heran, jika buah ini merupakan salah satu jenis buah yang langka dan sulit didapatkan di Banyuwangi. ”Black sapote dan yellow sapote ini masih langka, jadi harganya tinggi. Petani jaringan kami sedang mencoba budi daya black sapote. Tapi masih dalam proses,” jelasnya.

Selain jenis tanaman black sapote dan yellow sapote, juga ada jenis tanaman langka lainnya seperti preico, kelapa enthok, kelapa wulung, kelapa kopyor, dan berbagai jenis tanaman buah lainnya. ”Sementara ini, ada yang budi daya sendiri dan ada juga mendatangkan bibit dari berbagai kota untuk dikembangkan di Banyuwangi,” terang

Semua tanaman miliknya, lanjut Joko, ditanam dalam media planter bag sehingga mudah diletakkan di pekarangan rumah. ”Tidak perlu memiliki tanaman luas untuk bisa bertani atau berkebun, karena planter bag bisa diletakkan di depan teras dan pekarangan rumah,” terangnya.

Tanaman yang ada pada media planter bag sangat mudah dipindahkan, karena bentuk yang unik menyerupai karung yang bisa dilipat. Planter bag berbahan kain polyethylene yang mempunyai kualitas tinggi, dijahit dengan handle (tali pegangan) dan hole (lubang) pada bagian bawah dan sisi-sisinya.

Berbagai jenis tanaman buah seperti buah red pamelo, kelengkeng, jambu kusuma merah, black kingkong, red Taiwan, alpukat, dan tanaman buah lainnya bisa ditanam pada media planter bag. ”Meskipun di planter bag, tanaman bisa berbuah. Jadi kalau di pekarangan atau teras rumah sangat unik dan menyenangkan,” bebernya.

Tanaman hasil budi dayanya, lanjut Joko sudah dikirim ke berbagai Kecamatan di Banyuwangi dan kabupaten/ kota lainnya di Pulau Jawa dan Bali. ”Tujuan saya sebetulnya sederhana, ingin masyarakat bisa bercocok tanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah meski tidak memiliki halaman yang luas. Karena dengan menanam ini juga sedekah oksigen dan dapat manfaat dari buah yang dihasilkan,” tandasnya.

(bw/ddy/rbs/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia