Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features

Kembangkan Jeruk Siam Madu dan Pontianak

12 Oktober 2021, 11: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Kembangkan Jeruk Siam Madu dan Pontianak

BIBIT UNGGUL: Bayu Efendi menunjukkan tanaman jeruk varietas Siam Pontianak dan Siam Madu di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. (Dok. Bayu for RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANGOREJO – Banyuwangi berpotensi besar untuk pengembangan jeruk. Yang sedang dikembangkan adalah varietas Siam Pontianak dan Siam Madu. Jeruk ini dikenal sangat tinggi produktivitasnya.

Salah satu pembudi daya jeruk varietas ini adalah Bayu Efendi. Lelaki berusia 34 tahun ini tinggal di Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Dia berhasil mengembangkan dua varietas jeruk ini dan hasilnya ditanam di berbagai lahan di Banyuwangi dan di luar daerah. ”Sudah banyak yang saya kirim ke Jember dan Bali,” ungkapnya.

Menurut Bayu, varietas jeruk Siam Madu dan Pontianak memang cukup mahal. Karena memang mata tempelnya adalah turunan pertama (f1). Harga bibit jeruk varietas ini dijual mencapai Rp 14 ribu per batang. ”Awal-awalnya saya ambil bibit dari Kota Batu, dan kini sudah mulai saya kembangkan dengan bibit sendiri,” jelasnya.

Baca juga: Bobot Sebutir Nanas Tembus 6 Kilogram

Bibit tanaman jeruk ditanam dalam media tanam polybag. Bibit jeruk yang siap dijual ketika sudah memasuki usia setahun. Namun demikian, bibit jeruk tersebut setelah usia tanam 1,5 tahun hingga dua tahun akan mulai berbuah dan siap dipanen.

Bayu mengaku menggeluti pertanian karena memang lahir di lingkungan petani. Ayah dan kakeknya adalah petani. Apalagi, masyarakat di wilayah Banyuwangi selatan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani.

Setelah lulus kuliah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember tahun 2013 lalu, dia bertemu dengan banyak orang yang memberikan pengalaman khususnya di bidang pertanian. Hingga pada tahun 2018, dia mulai konsen menanam jeruk  tumpangsari dengan tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan tanaman lain.

Belajar dari pengalaman di berbagai daerah, dia kemudian mulai mencoba dengan mulai memproduksi bibit jeruk berkualitas. ”Karena Banyuwangi selatan sentra pertanian khususnya tanaman buah, maka saya hendak memperbaiki tanaman budi daya jeruk yang dimulai dari bibit,” terangnya

Selama ini, kata Bayu, bibit jeruk yang ditanam petani di Banyuwangi kualitasnya masih kurang bagus. Sehingga banyak petani yang kurang beruntung. ”Saya kemudian mulai belajar dengan memodifikasi cara menanam jeruk dengan harapan agar hasil petani jeruk ini terus meningkat,” pungkasnya.

(bw/ddy/rbs/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia